Pintu Rasa Bogor, Resto Nuansa Oriental di Tengah Alam

PINTU RASA DIANISEKARING

Update 06/12: Sudah terkonfirmasi HALAL dari resto

Pintu Rasa – Siapa yang suka pergi berdua sama pasangan untuk quality time? Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak, quality time adalah ‘barang mahal’ yang susah didapatkan apabila kamu tidak memiliki support system dan ART. Oleh karena itu, saat ada kesempatan kami main ke rumah mertua di Kab. Bogor, saya langsung meminta suami untuk quality time, pergi berdua serasa jaman pacaran 😀

Setelah scrolling Instagram dengan hashtag #bogorfoodies, #kulinerbogor dan semacamnya, akhirnya pilihan saya jatuh ke Pintu Rasa yang terletak di Situ Gede, Kec. Bogor Barat.

Pertama kali lihat fotonya di Instagram, saya langsung jatuh hati dengan restoran bernuansa oriental ini. Bagaimana tidak, bangunannya terbuat dari kayu, klasik, kuno dan cantik sekali, mengingatkan saya pada Rumah Tjong A Fie di Medan.

Selain itu, perpaduan antara bangunan yang indah dengan pohon-pohon tinggi – yang menambah suasana syahdu, membuat saya yakin untuk pergi ke sini. Menurut saya sih, “Ini tempatnya saya banget” 😀

Baca juga: Mengecap Rasa di Resto Raasa Kebun Raya Bogor

Perjalanan Penuh Perjuangan

Berbekal Google Maps, kami berangkat di siang menuju sore hari. Perkiraan waktu tempuh adalah sekitar 45 menit. ya lumayan lah, nggak jauh-jauh amat, dan tidak perlu masuk ke pusat kota Bogor yang macetnya luar biasa di kala weekend.

Ketika sudah mau sampai, ternyata kami terhalang oleh penutupan jalan akibat pembangunan jembatan. Padahal tinggal sedikit lagi sampai ke Pintu Rasa. Akhirnya setelah tanya ke aa-aa akamsi, kami diarahkan untuk memutar melewati Hutan Penelitian Dramaga milik IPB. Literally hutan 😀

Awalnya jalanan cukup besar, namun lama kelamaan menyempit. Dan ternyata, sepanjang jalan tersebut berlubang besaaaaar sekali dan penuh dengan lumpur. Ya Allah, berasa offroad. Kasihan mobilnya sih, city car dipaksa buat medan berat kayak begini 😀

Jalannya bukan sekadar berlubang, tapi benar-benar bolong krowak gedeeee banget. Menurut info warga, yang biasa lewat di situ adalah truk-truk besar. Ya Allah pantesan :’)

Sepanjang jalan saya berdoa takut mobil saya jeblos, bocor ban atau nyungsep, karena itu benar-benar di tengah hutan. Hahahaha saya jadi ngakak sendiri membayangkan betapa takutnya kami kemarin di jalan.

Sepanjang jalan menuju Pintu Rasa, kami melewati Bogor Forest Science Park, Penangkaran Rusa Dramaga, dan Situ (danau) Gede. Danaunya indaaah sekali, sayang kami tidak sempat berhenti untuk mengambil foto karena gerimis.

Sampai Juga di Pintu Rasa!

dianisekaring pintu rasa bogor
Disambut dengan gerbang nuansa oriental

Setelah perjalanan yang berat, akhirnya kami sampai di Pintu Rasa. Areanya cukup luas, restoran di atas dan ada coffee shop di bawah. Area parkir kendaraan cukup luas, nggak perlu khawatir susah parkir.

Begitu masuk ke area restoran, pengunjung langsung disambut dengan gerbang besar warna merah bernuansa oriental. Di balik gerbang tersebut, terdapat bangunan cantik bernuansa oriental yang memiliki banyak jendela dan pintu. Mungkin, oleh karena itu kafe ini dinamakan “Pintu Rasa”.

dianisekaring pintu rasa bogor
Area lobby Pintu Rasa

Suara gemercik air dari air mancur, serta pepohonan yang hijau menambah suasana Pintu Rasa semakin nyaman dan menenangkan. Asyik banget ambience-nya, nggak salah deh ajak suami ke sini walaupun dengan perjuangan berat 😀

Baca juga: Lewi’s Organics, Resto Nuansa Bali di Tangsel

Penuh Aneka Ornamen Klasik Nuansa Oriental

dianisekaring pintu rasa bogor
Kursi ‘hajatan’ dan meja yang terbuat dari meja jahit

Setelah duduk dan memesan makanan, saya berkeliling sebentar menyusuri area restoran. Restoran ini dipenuhi dengan aneka ornamen unik bernuansa oriental. Seperti di foto di atas, meja untuk pengunjung terbuat dari meja jahit yang bagian bawahnya bisa di ayun-ayunkan, unik sekali ya. Kursinya juga terbuat dari seng dan seperti yang biasa dilihat di hajatan-hajatan kampung.

Di bagian atap restoran, terdapat ornamen payung-payung Cina. Di sudut lain restoran juga terdapat banyak lukisan, patung, hingga kereta angkut jadul berwarna merah.

dianisekaring pintu rasa bogor
Interior unik di Pintu Rasa
dianisekaring pintu rasa bogor
Klasik
dianisekaring pintu rasa bogor
Kereta Kencana

Ternyata, menurut teman blogger saya Mba Fanny Dcatqueen, Pintu Rasa ini adalah restoran milik sepupunya. Awalnya, area ini merupakan villa, namun dirasa terlalu luas sehingga dialihfungsikan menjadi restoran. Yang menarik, Pintu Rasa juga sedang menyiapkan tempat penginapan di lokasi ini. Wah, sudah kebayang sih pasti bakal unik-unik antik nuansanya.

Another fact, ternyata Pintu Rasa ini menurut Mba Fanny sering dijadikan tempat lokasi shooting film silat. Wowww… mungkin karena nuansa klasik orientalnya yang memikat ya 😀 Pintu Rasa ini juga sering dijadikan lokasi untuk foto-foto.

Baca juga: Bermain Bersama Kucing di Cat Cafe Calicoffice BSD

Area Outdoor yang Asri

Apabila tidak sedang hujan, mungkin akan lebih asyik jika duduk di area outdoor Pintu Rasa. Asri dan teduh sekali. Pepohonan tinggi menjulang, tanaman hijau-hijau menentramkan mata. Rasanya saya ingin berlama-lama di sini, kalau nggak ingat anak-anak yang sedang dititipkan di kakek-neneknya 😀

dianisekaring pintu rasa bogor
Lovely.. Kafe yang suasananya “saya banget”

Sore itu Bogor hujan rintik-rintik. Makin syahdu rasanya suasana di sini. Jiwa dan raga bisa rileks sebentar, sambil menikmati sejuknya udara di kaki gunung.

Makanan dan Minuman di Pintu Rasa

dianisekaring pintu rasa bogor
Area kitchen

Sore itu, kami tidak memesan makanan berat karena sudah terlanjur makan dari rumah. Padahal dari review yang saya baca, makanan utamanya enak-enak lho! Hidangan khas Indonesia, khususnya Sunda yang disajikan dengan cantik. Mungkin lain kali saya akan coba makanan beratnya.

Kami memesan siomay (Rp 25k), baso aci (Rp 25k), wedang rempah (Rp 25k), dan teh sereh (Rp 15k). Menurut saya harga makanan dan minumannya relatif murah ya dengan ambience dan view kafe yang nyaman seperti ini. Kalau di Jakarta dan tempat-tempat hits lain sih, harganya sudah pasti meroket.

dianisekaring pintu rasa bogor
Makanan dan minuman di Pintu Rasa

Siomay-nya enak! Rasanya gurih, kenyal, dan lembut di mulit. Mungkin lebih cocok disebut dimsum karena tidak disajikan dengan saus kacang, melainkan dengan saus sambal.

Baso aci-nya juga lumayan, dingin-dingin nyeruput kuah baso aci yang hangat, rasanya nikmat. Wedang rempahnya rasanya seperti wedang uwuh Jogja, membuat badan terasa hangat. Teh serehnya juga enaak banget. Tidak ada yang failed deh pesanan kami kali ini, alhamdulillah.

dianisekaring pintu rasa bogor
Teh sereh

Sore itu, tidak banyak pengunjung yang datang ke Pintu Rasa, sehingga suasana tidak terlalu ramai dan kami bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Saya paling malas kalau datang ke tempat-tempat hits atau viral yang ramai. Selain takut ketularan COVID, kepala saya langsung pusing kalau melihat orang banyak. Jadi, nuansa di kafe Pintu Rasa ini pas sekali untuk orang-orang yang tidak terlalu suka keramaian.

Perjuangan Untuk Pulang

Sekitar jam 17.00 lewat, kami pulang agar tidak terlampau malam. Kami bertekad untuk mencari jalan lain, tidak mau lewat area hutan lagi karena cukup traumatis, hehehe.

Google maps mengarahkan kami untuk melewati area perumahan yang ternyata jalannya SEMPIIIIT sekali. Benar-benar sempit hanya muat 1 mobil sehingga harus bergantian dengan angkot dan motor. Ya Allah ini kayaknya kalau saya yang nyetir sudah nangis kejer sampai pingsan.

Benar-benar perjuangan yang luar biasa untuk menuju dan pulang dari Pintu Rasa ini. Suami saya mukanya sudah emosi 😀

Mungkin jika jalanan tidak ditutup, akses mobil akan lebih mudah dan tidak perlu melewati jalan berlubang atau perkampungan tadi. Mungkin saya saja yang sedang kurang beruntung karena datang ke sini pas saat pembangunan jembatan.

Kesimpulan

Bagi saya, terlepas dari sulitnya akses (saat ini), Pintu rasa sangat layak untuk dikunjungi. Tidak perlu jauh-jauh masuk ke pusat kota Bogor, tidak ramai, suasana dan makanannya enak. Sejuk juga udaranya, apalagi kalau datang sore hari saat gerimis. Beuuuh romantiis 😀

Kalau datang ke sini lagi, definetely saya akan mencoba menu makanan berat yang jadi andalan di Pintu Rasa, yaitu nasi kerucut dengan berbagai hidangan lauk.

Buat kamu yang mencari alternatif destinasi akhir pekan bersama pasangan atau keluarga, saya merekomendasikan Pintu Rasa. Insya Allah tidak kecewa 🙂

Pintu Rasa
Jl. Cilubang Mekar No.8, RT.01/RW.08, Situgede, Kec. Bogor Bar., Kota Bogor, Jawa Barat 16115
Jam operasional : 10.00 – 20.00

Referensi:

Dcatqueen. 2020. Review Pintu Rasa Restoran Bogor. Link

Pergi Kuliner. 2021. Pintu Rasa. Link

40 Comments

  1. Wah di Bogor, bisa nih sekali-kali kalo jalan-jalan ke Bogor mampir sana. Sukabumi Bogor kan tetanggan doang padahal, cuma enakan pake mobil agak gede kali ya..

    1. Iya Ma, cus enak sih suasananya di sana. Mungkin kalau mau ke sana lagi tunggu beberapa minggu lagi sampai jembatannya selesai dibangun, jadi gak perlu muter-muter.

  2. Alamatnya aja Jalan Cilubang, wajar aja kalau aksesnya begitu mba . Menarik sekali restoran Pintu Rasa, aku suka kalau ada aksen alam-alamnya gitu.

    1. Wahaha benar juga kenapa aku baru kepikiran 😀

  3. tempatnya kece habis ini

  4. klasik. Kesannya seperti salah satu kafe yang ada di Malang – Jatim. Semoga bisa jadi referensi aku liburan bulan depan ke Bogor

  5. waw, menarik bangeeettt
    aku suka tempat-tempat yang ngalam kayak gini
    eh tapi itu ada ruangan yang berasa di rumah sendiri yaaa hihi
    andai ada di jawa timur pasti langsung cus
    kayaknya menunya juga menarik buat dicobaaaa~

  6. suasananya bagus ya kayaknya cocok buat yang mau belajar motret2..
    tapi btw ini rame banget ga ya kalo weekend ?.. 🙂

  7. Tempatnya sejuk banget ya mba, enak banget buat makan dan nongkrong. Besok klo ke Bogor boleh lah mampir sini. Soalnya saya suka tempat2 yg hidden gem gini. Makasih mb rekomendasinya

  8. wah di bogor nih, saya yang di bogor pun belum pernah ke sini hihi, bagus banget ya viewnya, dulu pernah lewat jalur hutan itu tapi masih rada bagusan, sayang ya ternyata sekarang makin hancur jalannya, semoga bisa diperbaiki, jadi nyaman melewatinya

  9. sejuk dan asri bgt ya mba restonya. interiornya jug menarik. tapiii menuju kesananya itu ya Allah. kesananya ditunda dl smp jalan utama dibuka lagi aja kali ya. hehhe. thankyou for sharing ka

  10. Rasanya pingin juga nih short escape sama suami berdua aja ke mana gitu hihi. Seneng banget sih lihat suasana di pintu rasa. Bogor sembari hujan memang makin syahdu yah..

  11. Instagramable banget kak.. klo gini pengen ke bogor lagi. Hahaha..
    Apalagi mata jadi seger liat pohon sama hijau2an..

  12. Baru tahu ada tempat seperti ini di area bogor, boleh ini dicoba pas weekend

  13. astaga nemu lagi tempat makan enak, jadi jiper saya review makanan malah belum dapet spot makanan yang baru lagi.

  14. Pas bagian outdoor lantainya kinclong kak, jadi ada bayangan cantik di situ, hehe.
    Tempat makan yang menyenangkan dengan suasana mewah dan bikin betah ya

  15. pantesan mba, aku kayak familiar sama pintu di pintu rasa itu, ternyata sering dijadikan lokasi syuting film juga ya.. anyway makasi buat reviewnya mba, aku jadi pengen ke sana sama suamik dan anakku hehhehe

  16. jadi pengen kesana juga deh. aku yang tinggal di bogor malah baru tau loh hahaha. kayanya lebih aman kalau kesana naik motor ya. ngeri juga bawa mobil.

  17. Satu lagi rekomendasi tempat liburan 🙂 Keren euy, dan vibesnya dapat banget, meski belum ke sana, tapi cara kaka bercerita terasa bikin saya berada di sana 😀

  18. Sesuai dengan namanya “Pintu Rasa “, penampakan menu-menu makanannya menggugah selera semua pakai banget pula. Dan desain interior Pintu Rasa, kental banget dengan citarasa orientalnya, sangat sayang kalau dilewatkan dari jepretan kamera. Zupeeer sekali, patut di agendakan berkunjung ke Pintu Rasa klo ada acara ke Bogor (aamiin)

  19. Nuansa dan interiornya cantik banget ya mba. Bisa foto-foto di sana bareng teman-teman atau keluarga nih. Semoga aku bisa ke sana bareng keluarga

  20. tempatnya tampak cozy banget, baik bagian luar maupun in door nya. Cocok banget kayanya untuk ngedate dengan pasangan. Colek istriku lah buat list ke sana.

  21. Tempatnya bagus banget, asri.. Menyatu dengan alam ya mbak suasananya. Menunya juga kayanya oke semua nih. Pankapan kalo ke Bogor pengen juga deh kesana. Moga akses jalannya udah dibuka lagi, hehehe..

  22. Wah ternyata punya sepupu Mbk Fanny ya?
    Asri banget dan luas ya lokasinya. Kalau dilihat harga yang mbak sebut juga cukup affordable ya mbak.
    Asyik banget kalau penginapannya ya mbak, penasaran berapaan ratenya hehe 😀

  23. Huwaa perjuangan menuju Pintu Rasa yang penuh liku terbayar sama vibes restonya yang menyenangkan ya mbak. Aku bisa bayangin di sana tenang banget jauh dari kota, sekilas berasa lagi ada di Chinatown nggak sih hehe. Penampakan siomay alias dimsumnya menggoda banget deh.

  24. Sukaaaaaaa banget deh mba sama ambiencenya, tapi kok yaa agak serem yaa akses jalannya plus bener-bener di tengah hutan huhuhuhu kebayang ngeri-ngeri sedap yaa mba dari cerita perjalanannya, tapi worth it lah yaa pas sampe tempatnya

  25. Butuh tempat seperti ini untuk refreshing, klasik, asri, dan nyaman. Lihat kursi-kursinya inget jaman dulu

  26. Kapan di desa saya ada wisata begitu. Sangat informatif mba, jadi kepengen piknik.

  27. Resto ini juga masuk dalam list kuliner kalau mau ke Bogor, karena sempat lihat juga si temanku kesana waktu itu. Lihat interiornya bikin jatuh cinta, buriganya kalau nanti kesana bisa ootd disemua sudut nih aku.

  28. Definisi kalau mau muncak kudu nanjak dulu. Kalau mau ke tempat keren kudu muter-muter lewat jalan makadam dulu. Btw cerita kayak gini sering juga saya lalui padahal akses ke lokasi tujuan mudah dan lancar tapi mesti ada aja tantangannya.

    Wah jadi inget Kota kelahiran nih di Bogor. Suka banget sama tempat kayak gini. Selain hijau asri dan pastinya sejuk, nuansa klasiknya juga bikin tambah adem. Apalagi review makanannya yang enak-enak dan terbilang murah.

  29. Mohammad Rizal Abdan Kamaludin

    Desember 10, 2021 at 7:23 am

    saya suka suasana nya yang klasik mbak, apalagi kalo gerimis emang bener-bener nyaman kayaknya hehe…

  30. Pas dijadiin syuting film, sebelum restonya ini ada mba.

    Akupun ga sabar kalo penginapan nya selesai :D. Mas Tommy ownernya, dia design interior sih, makanya semua properti yg dia pegang, cakep2 banget designnya . Dan tiap Nemu barang vintage, dibeli, dibawa ke bengkelnya di Rempoa, trus tiba2 udh cakep aja . Kami sering bilang tangannya magic .

    Waaah pas aku DTG ga liat ada pembangunan jembatan. Tp Gmaps ngarahinnya lewat perumahan kampung2 gitu, yg jalannya juga sempiiiit. Dulu sebelum jadi resto, aku aja bingung kenapa villa dibangun di tempat terpencil gini. Tp Krn tujuannya buat kumpul keluarga yg lokasinya sepi, okelaah.

    Cuma dijadiin resto gini, lumayan berani sih langkahnya. Krn lokasi terpencil tadi. Dan akses jalan susah kan. Tapi aku berharap Pintu Rasa bisa survive ❤️. Aku mau ajakin temen2ku ketemuan di sini, tapi mikir akses juga, Krn ga semua punya mobil . Pdhl asik bgt kalo rame2.

  31. suka banget dengan tempatnya, wajib banget cobain ke sana, cozy dna vintage gitu tempatnya kayaknya, apalagi banyak suasana alamnya gitu, dekat pula kayaknya niy dari rumah

  32. viewnya benar-benar keren yaaa, instagramable pake banget ya Mbak, padahal menuju kesitu butuh perjuangan berat ya tapi terbayar dengan kecantikan tempat dan juga suasananya ya…
    kirain makan berat Mbak, apalagi kan udah off-road gitu biasanya udah lapar hihihih

  33. Tempatnya nyaman sekali. Aku juga suka ambeience kyk gini. Tempat2 unik dan menarik kyk gini bikin betah lama2. Kyknya ga mau pulang, aplg rutenya rumit bgitu hehe

  34. Salfok sama cerita melewati jalan berlubang di hutan Mbak. Kebayang scary nya hehe. Semoga segera dibuka lagi jalan umumnya supaya ga perlu lewat hutan hehe.

    Seluas itu ya sampai akhirnya dibikin resto plus penginapan juga.

  35. Bener kata pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, hehe
    Btw, Reviewnya lengkap mbak, jadi pengen pergi kesana bareng pasangan… 😀

    1. Monggo Mas, asyik kalau sama pasangan 😀

  36. restonya asri banget yaa, bagus untuk spot foto, pasangan millenial pasti banyak kesana

    1. Lumayan, adeem banget disini sih seperti di puncak..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *