dianisekaring speech delay

Jujur tidak mudah untuk mulai bercerita tentang perjalanan speech delay anak saya. Namun, apa yang saya bagikan ini, semoga dapat bermanfaat bagi orangtua yang anaknya memiliki kondisi serupa. So we’ll start, Bismillahirrahmanirrahim 🙂

Setiap orangtua pasti mendambakan tumbuh kembang yang optimal bagi buah hati. Tentu menjadi kebahagiaan tersendiri melihat setiap tahapan tumbuh kembang anak, dari lahir hingga ia beranjak besar.

Oh ya, sebelumnya saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Saya adalah Ibu dengan 2 orang anak. Anak pertama saya, Nabhan saat ini berusia 3 tahun. Dan anak kedua saya, Tsaqif, berusia 10 bulan. Di usianya yang ke 2,5 tahun, Nabhan didiagnosa speech delay oleh dokter tumbuh kembang, dan masih menjalani terapi hingga saat ini.

Ditinggal Kerja

DIANISEKARING zat besi

Semenjak Nabhan berusia 3 bulan sampai 1 tahun 8 bulan, ia saya tinggal di rumah bersama ART karena saya harus pergi bekerja. Biasanya, saya berangkat tepat jam 06.00 pagi, saat ia baru bangun tidur dan paling cepat tiba di rumah pada pukul 18.30.

Kalau sedang ada pekerjaan tambahan, saya bisa pulang lebih malam atau hingga larut. Oleh karena itu, interaksi Nabhan di rumah lebih banyak dengan ART. Jika saya harus dinas ke luar kota, ibu mertua saya akan datang untuk mengasuh Nabhan.

Oleh karena waktu saya dan suami lebih banyak dihabiskan di kantor, saat akhir pekan biasanya kami menghabiskan waktu bersama. Jalan-jalan ke mal, main di playground, berkunjung ke rumah kakek-neneknya, atau apapun yang bisa membuat Nabhan senang.

Setidaknya, saya pikir, saya hanya bisa melihatnya beberapa jam saja dalam satu hari, saya harus menebusnya saat hari libur.

Selama saya tinggal kerja, jujur saya agak lepas kontrol terhadap ART karena yang saya lihat di CCTV, semua nampak baik-baik saja. Nabhan diajak main, makan, digendong, dan ditidurkan sembari menunggu saya pulang bekerja. Saya tidak tahu apakah ART menyetelkan TV atau Youtube untuk Nabhan secara berlebihan.

Baca juga: Kenali Gejala ADHD Pada Anak

Awal Mula Kecurigaan Speech Delay

Saya tidak menaruh kecurigaan apapun bahwa Nabhan terindikasi speech delay. Bagi saya, tumbuh kembang Nabhan hampir sama dengan anak-anak seusianya. Nabhan adalah anak yang sangat aktif, lincah, pintar, dan senang berinteraksi dengan orang lain.

Namun, di usianya yang mendekati 2 tahun, ia belum mengucapkan sepatah kata pun. Ini adalah red flag speech delay yang sayangnya saya abaikan. Saya lebih memilih untuk mendengarkan kata-kata orang di sekitar yang ‘menyejukkan’, namun ternyata sangat salah.

“Nanti juga bisa bicara sendiri,”

“Udah nggak apa-apa, namanya juga dokter pasti diagnosanya macem-macem,”

“Nggak usah lah ke tumbuh kembang segala, anak normal kok”

“Anak cowok mah emang begitu.. biasanya ngomongnya telat

Ini adalah kesalahan saya yang saya harap tidak diulangi oleh siapapun yang membaca tulisan ini. Kesalahan saya adalah, terlalu banyak mendengarkan apa kata orang lain.

dianisekaring speech delay
Tanda waspada speech delay. Sumber: IDAI

Padahal, saya sudah tahu red flags tahapan anak belajar berbicara dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Namun, saya lebih memilih untuk mendengarkan apa yang ingin saya dengarkan. Seharusnya, saya ikuti apa kata hati saya, membawa Nabhan ke dokter spesialis tumbuh kembang dan mendapatkan penanganan yang semestinya.

PDD NOS? Apa Pula Itu?

dianisekaring speech delay

Nabhan, semasa bayinya sangat aktif babbling dan juga menoleh saat dipanggil. Ekspresi wajahnya juga sangat jelas, namun memang tidak ada kata berarti hingga usianya menginjak 24 bulan.

Mendekati usia 24 bulan, kontak matanya mulai menurun, tidak menoleh ketika dipanggil, sulit untuk diarahkan, sulit berkonsentrasi,sering tantrum, dan sebagainya. Saat usianya 2,5 tahun, dokter anak mendiagnosa Nabhan PDD-NOS.

Dikutip dari Parenting.co.id, PDD-NOS (Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified), merupakan diagnosis yang diberikan pada anak yang tidak memenuhi kriteria diagnositik dari keempat bentuk PDD (Autis, Asperger, CDD dan Rett), tetapi anak memperlihatkan gangguan yang jelas dalam aspek komunikasi, interaksi sosial, minat atau perhatian yang merupakan ciri dari PDD. Jadi, autisme itu beragam sekali spektrumnya dan salah satunya adalah kesulitan berkomunikasi.

Bertemu dr. Handry di Klinik Anakku BSD

dianisekaring speech delay
Klinik Anakku

Setelah mencari referensi ke teman-teman yang anaknya mengalami problem speech delay, dan saya menemukan satu klinik tumbuh kembang bagus, dekat dengan rumah. Namanya Klinik Anakku BSD, berlokasi di Ruko Golden Madrid 2, seberang Pasar Modern BSD Tangerang Selatan.

Disana, kami bertemu dengan  DR.Dr. Setyo Handryastuti, Sp.A(K), spesialis Neurologi Anak. Dr. Handry, begitu beliau biasa disapa, sangat ramah dan bersahabat. Mula-mula, Nabhan diajak berbincang. Ditanyakan kabarnya, diajak bermain puzzle dengan beragam tingkat kesulitan, yang alhamdulillah Nabhan bisa menyelesaikan semuanya sendiri.

Dr. Handry menjelaskan, bahwa anak usia kurang dari 2 tahun tidak boleh sama sekali menonton TV atau gadget karena akan mempengaruhi kemampuannya dalam berkomunikasi. Ampun, pikir saya dalam hati. Semenjak bayi, Nabhan gemar sekali menonton kartun Upin Ipin setiap pagi, siang dan sore.

Penyesalan Datang Belakangan

Muncul berbagai penyesalan, kenapa saya harus bekerja dari pagi sampai malam, sampai-sampai anak ditelantarkan dan akhirnya mengalami speech delay.

Kenapa saya harus pergi ke luar kota hingga berminggu-minggu, sampai Nabhan saya biarkan di rumah.

Kenapa saya sebegitunya mencari nafkah, berangkat setelah matahari terbit, dan kembali saat terbenam. Itu saja pulangnya sudah teng-go lho.. tapi ya.. entah rasanya waktu tak pernah cukup untuk saya.

Untuk seluruh rekan kerja saya, saya meminta maaf. Mungkin saya terkesan acuh, tidak total, atau kurang becus terhadap pekerjaan karena selalu pulang tepat waktu demi bisa bertemu anak saya – demi bisa melihatnya tertidur lelap di pelukan saya sebentar saja, tapi percayalah saya mencoba melakukan yang terbaik untuk semua.

Duh, air mata saya menetes menulis ini.

Sungguh tidak mudah menjadi ibu bekerja. Oleh karena itu, saat Nabhan berusia hampir 2 tahun, saya putuskan untuk cuti sementara waktu demi bisa mendampinginya agar bisa sembuh dari kondisi speech delay.

“Anak-anak lain baik-baik aja tuh ditinggal Ibunya kerja! Lu aja lebay kali..”

Ya memang. Every children is unique. Dr. Handry menyatakan bahwa kemampuan berbicara anak banyak dipengaruhi oleh “modal” alias gifted.

Ada yang modalnya sudah bagus, sehingga bisa kemampuan bicaranya berada di atas rata-rata, dan ada yang modalnya kurang sehingga harus diberikan stimulasi lebih. Nabhan masuk ke kondisi ke 2 sehingga butuh perhatian lebih dari saya.

Setelah mengobservasi Nabhan selama kurang lebih 30 menit, beliau menjelaskan bahwa Nabhan mengalami speech delay harus menjalani terapi untuk menstimulasi kemampuannya berbicara. Seminggu 2 kali, Nabhan dijadwalkan mengikuti terapi Sensori Integrasi di Klinik Anakku Nusa Loka.

Terapi Sensori Integrasi untuk Atasi Speech Delay

dianisekaring speech delay

Terapi pertama yang harus diikuti Nabhan adalah terapi Sensori Integrasi. Sensori Integrasi adalah salah satu bentuk terapi okupasi untuk anak berkebutuhan khusus melalui stimulasi yang tepat.

Sensori integrasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengenal, mengubah, dan membedakan sensasi dari sistem sensori tubuh.  Jadi, nantinya anak mampu melakukan tindakan atau respon yang tepat. 

Klinik Rainbow Castle

Sebelum menjalani terapi wicara, anak ‘disiapkan’ terlebih dahulu melalui terapi sensori integrasi. Di terapi Sensori Integrasi, Nabhan belajar hal-hal dasar seperti melempar bola, meniup peluit, melompat dengan pola, dan masih banyak yang lainnya.

Alhamdulillah setelah beberapa kali mengikuti terapi, Nabhan berkembang dengan cukup pesat. Ia mulai menoleh ketika dipanggil, kontak matanya mulai bagus, dan semakin mudah untuk diarahkan. Terima kasih pada terapis Nabhan yang super baik dan sabar, Miss Yanti 🙂

Mulai Terapi Wicara

Setelah kurang lebih 3 bulan berprogres, dr. Handry menambahkan terapi wicara untuk Nabhan. Kali ini, Nabhan diasuh oleh Ibu Halimah, terapis wicara di Klinik Anakku.

Sensori Nabhan di mulut distimulasi dengan menggunakan berbagai alat seperti sikat, Talk Tools, semacam “gigitan” untuk menguatkan otot rahang, dan lain-lain. Nanti Insya Allah saya bahas di kesempatan lain ya, tentang alat-alat terapi Nabhan.

Alhamdulillah, Nabhan dibimbing dengan sangat baik di Klinik Anakku BSD. Saya sangat merekomendasikan klinik ini jika ada orangtua yang anaknya butuh terapi untuk mengatasi speech delay.

Bagi orangtua yang hendak mengikutkan anaknya terapi sensori integrasi maupun terapi wicara, sebaiknya persiapkan juga budget-nya karena relatif besar. 1 kali pertemuan, 1 jam biayanya adalah Rp 200.000.

Jika terapi dilakukan di hari Sabtu, biayanya meningkat menjadi Rp 220.000. Terapi dilakukan 2 kali dalam 1 minggu. Nabhan mengikuti 2 jenis terapi, sehingga biaya perbulan yang harus kami keluarkan adalah 4 x Rp 200.000 x 4= Rp 3.200.000,-.

Saat ini, Nabhan terus berproses ke arah yang lebih baik, dan sudah bisa mengucapkan 1-2 patah kata. Tugas kami lah sebagai orangtua untuk terus mendampinginya, dan membimbingnya hingga ia besar nanti.

Realistis dan Berbesar Hati Membesarkan Anak dengan Speech Delay

dianisekaring speech delay

Setelah menyadari dan berdamai dengan keadaan bahwa Nabhan mengalami speech delay, saya berhenti mengikuti akun-akun artis, parenting, atau apapun itu yang membuat saya sedih dan membandingkan Nabhan dengan anak seusianya.

Meskipun terkadang saat sepintas melihat Instagram Story teman yang anaknya pada ceriwis, air mata saya menetes perlahan :’)

Saya bertekad untuk berbesar hati dan realistis terhadap setiap progres yang dicapai Nabhan, sekecil apapun itu.

Jauh dalam lubuk hati saya, ingin sekali agar Nabhan dapat segera berbicara.

Memanggil saya, “Ibu.. Ibu!”

Meminta dibacakan cerita sebelum tidur

Bernegosiasi tentang apapun itu

Berceloteh ramai, khas anak-anak pada umumnya

Bertanya ini itu, hingga kami kebingungan menjawabnya

Semoga Nabhan bisa segera berbicara ya, Nak! Setiap hari Ayah dan Ibu doakan kamu.

Love you so much, Nak.

Klinik Anakku BSD

Ruko Golden Madrid 2, Jl. Letnan Sutopo No.8, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15318

 No. telepon (021) 53164830

Referensi

  1. IDAI. 2013. Keterlambatan Bicara. Sumber
  2. Parenting.co.id. Gangguan PDD, Tipe Lain Dari Autis. Sumber
  3. Rainbow Castle. 2021. Manfaat Terapi Sensori Integrasi Anak. Sumber
Share it: