dianisekaring - stres penumpang bandara

Pernah nggak, malam sebelum penerbangan kita ke suatu kota, merasakan stres hingga sulit untuk tidur? Takut ketinggalan pesawat, tiba-tiba penerbangannya delay, atau kehilangan bagasi di bandara. Duh, mimpi buruk traveler banget itu ya. Tahu nggak, hal-hal tersebut merupakan bagian dari airport anxiety.

Airport anxiety adalah hal-hal yang membuat penumpang khawatir dan stres selama melakukan perjalanan udara. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Priority Pass, perusahaan penyedia jasa airport lounge, terhadap 1000 penumpang pesawat di Inggris, terdapat banyak faktor yang dapat membuat penumpang mengalami airport anxiety.

1.Faktor Pencetus Stres Pada Penumpang di Bandara

dianisekaring airport anxiety pesawat bandara travel
Survey Airport Priority

Ternyata, ada banyak sekali faktor yang dapat membuat seseorang mengalami airport anxiety, 5 diantaranya adalah:

a. Terjebak Kemacetan Saat Menuju Bandara

Been there, done that! Wow, rasa deg-degannya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mules banget takut ketinggalan pesawat saat sudah waktunya check-in tapi masih terjebak di kemacetan jalan tol menuju bandara.

Moda transportasi mobil memang memberikan ketidakpastian waktu tempuh, kadang Google Maps atau Waze juga prediksinya salah kalau dalam kondisi macet.

Oleh karena itu, dibutuhkan moda transportasi khusus menuju bandara yang reliable waktu tempuhnya serta seamless seperti kereta bandara.

dianisekaring kereta bandara
Kereta Api Bandara Adi Soemarmo Surakarta. Sumber: Merdeka.com

Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Kualanamu Medan, dan Adi Soemarmo Surakarta sudah memiliki fasilitas ini sehingga penumpang dapat menuju bandara langsung dari kota.

Nggak perlu ribet turun kereta, angkut-angkut bagasi, dan naik angkutan lainnya untuk menuju bandara. Sebentar lagi, Yogyakarta International Airport di Kulonprogo juga akan memiliki fasilitas ini.

b. Kehilangan Bagasi

This is like every traveler’s nightmare. Sudah packing sebaik-baiknya untuk keperluan selama di kota tujuan, tiba-tiba bagasi tidak muncul di conveyor belt. Apalagi kalau lagi traveling ke luar negeri, dijamin lemes.

Berdasarkan survei yang dilakukan SITA, perusahaan IT provider bandara, di tahun 2018 ada 4,36 miliar penumpang yang men-check in-kan 4,27 miliar bagasi tercatat. 24,8 juta bagasi diantaranya mishandled alias mengalami masalah seperti tertinggal di bandara asal, terbawa dalam penerbangan lainnya, dan sebagainya.

Bandara-bandara besar di dunia umumnya sudah menggunakan Baggage Handling System (BHS), sebuah sistem penanganan bagasi penumpang secara otomatis.

Mesin BHS secara otomatis menyortir bagasi hingga ke area persiapan sebelum dimasukkan ke pesawat sehingga meminimalisir human error. Bandara-bandara di Indonesia yang sudah menggunakan Baggage Handling System diantaranya adalah bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan I Gusti Ngurah Rai Bali.

Baca Juga: 12 Kesalahan yang Sering Dilakukan Penumpang Pesawat

c. Ketinggalan Boarding Pesawat

Ketinggalan boading pesawat menjadi salah satu mimpi buruk traveler. Foto: Dok AP I

Sudah berada di dalam bandara tapi ketinggalan boarding? Amit-amit. Jangan salah lho, kejadian ini cukup sering terjadi. Setelah hampir seluruh penumpang masuk ke dalam kabin pesawat, awak kabin akan melakukan penghitungan jumlah penumpang untuk dicocokkan dengan data manifest.

Jika ada penumpang yang belum masuk ke kabin, mereka akan meminta petugas darat untuk melakukan pengumuman, atau mencari ke area ruang tunggu.

Kadangkala, penumpang yang hampir tertinggal ini berada di toilet atau asyik berbelanja sehingga lupa akan waktu boarding. Jika dalam waktu tertentu penumpang ini tidak juga muncul, ya sudah bye-bye.

d. Paspor yang Terselip

Siapa yang setuju kalau bagian Imigrasi di bandara itu bikin deg-degan, khususnya di luar negeri? Petugas Imigrasi dikenal ‘dingin’ dan sangat tegas.

Di tahun 2014 saya sempat tertahan agak lama di imigrasi bandara Hong Kong karena katanya foto saya tidak mirip dengan aslinya. Saya kalau nggak pakai kacamata memang suka bikin pangling dan terlihat seperti orang lain, sampai petugas imigrasi aja kesulitan mengenali. Bisa berabe kalau disangka penumpang ilegal dan dideportasi.

Di bandara Madinah, petugasnya juga galak-galak. Nunggu dari paspor kita di-submit sampai dikembalikan tuh rasanya bikin mules. Mereka ketak-ketik ini itu, sesekali menghubungi kawannya melalui walkie-talkie sambil menatap tajam ke arah kita. Saya dieeeem aja sampai awkward.

Nah bayangin deh kondisi stres kayak gitu, terus pakai acara paspor kita terselip entah dimana. Bisa-bisa pingsan di depan petugas 😀

e. Keterlambatan Penerbangan/ Delay

dianisekaring pesawat
Penumpang memasuki pesawat. Photo by Markus Winkler on Unsplash

Salah satu hal yang bikin dongkol tentu saja adalah keterlambatan penerbangan alias delay. Tidak ada penumpang yang ingin penerbangannya terlambat. Keterlambatan penerbangan bisa disebabkan oleh banyak faktor, lebih lengkapnya baca di tautan berikut ya.

Baca juga: Travelers, Ketahui Hal-Hal yang Membuat Penerbanganmu Ditunda

2. Bagian dari Perjalanan Udara yang Paling Membuat Stres Penumpang

dianisekaring airport anxiety pesawat bandara travel
Survey Airport Priority

Dari keseluruhan proses perjalanan udara, ada 4 bagian yang paling rentan membuat penumpang stres, yaitu pengambilan bagasi (48,95%), pemeriksaan keamanan dan transfer pesawat (46,57%), serta check-in (43,72%).

Apabila keseluruhan proses perjalanan udara dapat dibuat seamless, tentu pengalaman penumpang akan menjadi lebih menyenangkan. Seluruh proses perjalanan terintegrasi secara digital dan dapat dipantau melalui aplikasi di smartphone, seperti berapa menit waktu tempuh ke boarding gate, lokasi toilet terdekat, dan hal-hal menarik apa yang bisa dilakukan di bandara.

Apa hal-hal yang paling membuatmu stres selama perjalanan udara? Share di sini yuk!

Semoga kita bisa segera terbang lagi.

Referensi:

  1. Airport Industry Review. 2019. Airport Anxiety: A Look At Passenger Stress Point. Link
  2. SITA. 2019. Baggage IT Insights. Link
Share it: