dianisekaring traveling naik pesawat

Sebagai seorang yang aviation enthusiast, pandemi COVID-19 ini cukup membuat saya rindu terbang naik pesawat. Bagaimana tidak, selama 1,5 tahun saya tidak pergi ke mana-mana. Tidak pergi ke luar kota, ke mall, dine-in, apalagi naik pesawat.

Bagi saya, traveling naik pesawat itu sangat berkesan. Kenapa? Karena ada hal-hal tertentu yang hanya dirasakan apabila bepergian dengan moda transportasi udara, dan tidak bisa digantikan oleh moda transportasi lainnya. Apa saja?

1. Excited dan Stres Sebelum Terbang

Bagi banyak orang, rasa excited yang berlebihan akan sesuatu dapat membuat sulit akan tidur. Begitu juga dengan saya yang sangat excited setiap kali mau naik pesawat, hehehe. Aslinya, saya merasa gelisah takut bangun kesiangan, ada barang yang ketinggalan atau kena macet di jalan yang berujung tidak bisa naik pesawat.

Ternyata, menurut survey yang dilakukan Priority Pass (perusahaan penyedia jasa airport lounge), hal tersebut merupakan bagian dari aspek-aspek yang rentan membuat penumpang stres ketika hendak melakukan perjalanan udara.

Survey ini melibatkan 1.000 orang penumpang pesawat udara di Inggris untuk mengidentifikasi hal-hal apa saja yang membuat penumpang mengalami stres.

Hal-hal tersebut diantaranya adalah packing dan merencakan perjalanan, perjalanan menuju bandara, proses check-in, melewati pemeriksaan keamanan/ Security Check Point, pengambilan bagasi, dan proses transit atau transfer pesawat.

Baca Juga: 30 Istilah Penerbangan yang Wajib Kamu Tahu

2. Suasana Bandara yang Tak Tergantikan

dianisekaring bandara bali
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Foto: Dok AP I

Sesaat setelah menjejakkan kaki di area bandara, penumpang akan langsung disambut oleh suasanan bandara yang khas.

Penumpang yang antre untuk melewati pemeriksaan keamanan, petugas maskapai yang melayani check-in, pilot dan pramugari yang bersiap untuk penerbangan berikutnya, Flight Information Display System (FIDS) super besar tempat kita melihat jadwal penerbangan, pengumuman boarding, atau pemandangan pesawat yang lalu-lalang saat kita menunggu di bandara. Suasana tersebut tidak akan bisa kita dapatkan dengan moda transportasi lainnya.

3. Scent/ Wewangian Khas Bandara

Ada satu hal lain yang mungkin luput dari perhatian penumpang, yaitu scent atau wewangian khas bandara. Lho, memang ada? Hmm, baru tahu kaan?

Sebagai contoh, setiap bandara Angkasa Pura Airports memiliki ‘racikan’ wewangian yang berbeda. Di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, ketika penumpang menjejakkan kaki di terminal, maka akan langsung tercium wewangian khas Bali. Semacam dupa wangi yang saya tidak tahu namanya. Pokoknya ketika saya mencium, langsung terbersit di otak “Wah, saya lagi di Bali nih!”.

Di Yogyakarta International Airport, wanginya akan berbeda. Begitu juga di Lombok International Airport dan bandara-bandara AP I lainnya. Hal ini merupakan bagian dari customer experience yang dikembangkan oleh pengelola bandara.

Baca Juga: Yogyakarta International Airport, Bandara Cantik yang ‘Jogja Banget’

4. Momen Ketika Masuk Kabin Pesawat dan Lepas Landas

Ketika pengeras suara mengumumkan:

Your attention please, passengers of ——- on flight number —- to ——- please boarding from door —–, Thank you.

Langsung rasa excited membuncah dan wajah saya berseri-seri. Saat boarding, saya lebih suka di awal untuk menghindari bagasi kabin yang penuh oleh penumpang lain. Yah namanya juga penumpang, ada aja yang bawa barang melebihi jatah kapasitas bagasi kabin mereka.

Baca juga: 9 Tipe Penumpang Pesawat yang Menyebalkan

Boarding pass dirobek oleh petugas darat, berjalan melintas garbarata dan akhirnya sampai di pintu kabin pesawat, kita akan disambut oleh senyum ramah pramugari yang menunjukkan lokasi kursi yang ditempati.

Harum wangi kabin pesawat yang baru dibersihkan, pemandangan petugas bandara, maskapai dan groundhandling yang sibuk mempersiapkan keberangkatan kita, atau wangi khas kursi kulit pesawat, semua sungguh berkesan di hati saya.

Saat pesawat hendak lepas landas, umumnya penumpang akan merasakan sedikit deg-degan karena guncangan yang dialami. Saya justru senang menikmati momen-momen awak kabin melakukan pengumuman, dorongan mesin pesawat melaju hingga ujung landasan, hingga akhirnya terbang ke angkasa meninggalkan hal-hal lain di bawah. Apalagi, kalau terbangnya saat sunset atau sunrise. Indah banget.

5. In-flight Meals yang Berkesan

Satu hal yang cukup ditunggu-tunggu saat traveling dengan pesawat adalah inflight meals. Penasaran sama apa menu yang akan didapat, bagaimana bentuknya, dan rasanya. Favorit saya untuk penerbangan dalam negeri adalah in-flight meals maskapai Garuda Indonesia yang kental dengan citarasa Indonesia.

Baca juga: Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Makanan di Pesawat

Travelers, itulah 4 hal yang paling saya rindukan dari traveling naik pesawat. Semoga pandemi COVID-19 ini segera usai agar kita semua bisa bebas bepergian kemanapun tanpa rasa takut akan tertular penyakit. Adakah hal lain yang kamu rindukan dari terbang? Silakan share ceritamu di bawah ya.

Semoga kita bisa segera terbang lagi πŸ™‚

Referensi:

  1. Airport Industry Review. 2019. Airport Anxiety: A Look At Passenger Stress Point. Link
  2. Priority Pass. 2019. Airport Stress Survey. Link
Share it: