barang terlarang penerbangan dianisekaring

Barang terlarang dalam penerbangan? Hmm.. memangnya ada ya?

Beberapa tahun yang lalu, saya sempat membaca sebuah status Facebook yang viral tentang ibu-ibu (kalau tidak salah) yang marah-marah ke petugas bandara dikarenakan snow spray/ semprotan salju yang dibawanya tidak lolos pemeriksaan keamanan (security check point).

Tahu snow spray kan? Yang bentuknya seperti kaleng, lalu ketika dipencet keluar “salju” ala-ala (sebagai orang yang sering ikutan surprise ultah di kantor, saya jadi paham hal-hal seperti ini, hehehe).

Ibu tersebut tidak terima snow spray-nya disita oleh petugas Aviation Security, lantas marah-marah di Facebook lalu (sialnya) statusnya menjadi viral dan diamini oleh banyak orang. Membaca komentar-komentarnya, saya jadi miris mengetahui bahwa masih banyak masyarakat yang tidak paham tentang aturan keamanan serta keselamatan penerbangan.

Dalam dunia penerbangan yang mengutamakan 3S+1C (Safety, Security, Service dan Compliance), ada barang-barang yang dilarang untuk dibawa untuk alasan keamanan dan keselamatan. Barang terlarang tersebut umumnya dilarang dibawa atas alasan apapun, atau boleh dibawa dengan beberapa pengecualian.

Baca juga: Pentingnya Memerhatikan Prosedur Keselamatan dalam Penerbangan

Berdasarkan PM No. 80 tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, barang dilarang (prohibited items) adalah barang yang dapat digunakan untuk melumpuhkan, melukai, dan menghilangkan nyawa orang lain serta untuk melakukan tindakan melawan hukum. Prohibited items/ barang terlarang dalam penerbangan meliputi alat peledak (explosive device), barang berbahaya (dangerous goods), alat berbahaya (dangerous articles) dan senjata (weapons).

1. Alat Peledak/ explosive device

Adalah alat yang dapat dipicu untuk mengeluarkan ledakan. Alat peledak meliputi amunisi, ranjau, granat, petasan, kembang api, dinamit, dan sejenisnya.

Baca juga:  12 Kesalahan yang Sering Dilakukan Penumpang Pesawat

2. Barang Berbahaya/ dangerous goods

Dangerous goods dianisekaring
Klasifikasi Dangerous Goods. Sumber

Adalah alat atau bahan yang dapat membahayakan kesehatan, keselamatan, harta benda, dan lingkungan. Dangerous goods terdiri dari 9 klasifikasi, yaitu:

Class 1 – bahan peledak (explosives)

Class 2 – gas yang dimampatkan, dicairkan, atau dilarutkan dengan tekanan (compressed gases, liquified, or dissolved under pressure). Contoh: helium, hidrogen, oksigen, aerosol, dll.

Class 3 – cairan mudah terbakar (flammable liquids). Contoh: aseton (zat pelarut kuteks), alkohol dan parfum (dalam jumlah tertentu), bensin, pestisida, dll.

Class 4 – bahan atau barang padat mudah terbakar (flammable solids). Contoh: korek api, baterai, activated carbon, dll.

Class 5 – bahan pengoksidasi (oxidant substances). Contoh: zat kimia pengoksidasi.

Class 6 – bahan beracun dan mudah menular (toxic and infectious substances). Contoh: sampah medis (biomedical waste), spesimen medis, zat kimia berbahaya, dll.

Class 7 – bahan atau barang radioaktif (radioactive material)

Class 8 – bahan atau barang korosif (corrosives)

Class 9 – bahan atau barang berbahaya lainnya (miscelannous dangerous substances)

3. Alat Berbahaya/ dangerous articles

Dangerous Articles dianisekaring
Alat berbahaya yang dilarang untuk dibawa dalam penerbangan Japan Airlines. Sumber

Adalah alat atau benda tumpul yang dapat digunakan untuk mengancam, mencederai, dan melumpuhkan orang lain. Yang termasuk dangerous articles adalah sebagai berikut:

Baca juga:  Ingin Menjadi Seorang Pilot? Begini Caranya

a. Senjata mainan/ tiruan yang dapat disalahgunakan untuk mengelabui senjata nyata.

b. Perangkat yang dirancang untuk melumpuhkan, seperti: bius, pistol setrum, pelumpuh hewan, semprotan merica, gas air mata, semprotan pembasmi hewan, dll.

c. Objek dengan sisi yang tajam yang dapat mengakibatkan cedera serius, seperti: kapak, silet, pisau, cutter, gunting, peralatan bela diri, pembuka tutup botol, dll.

d. Alat kerja yang dapat menyebabkan cedera serius atau mengancam keamanan penerbangan, seperti: linggis, cangkul, mata bor, paku, gergaji, alat las listrik, obeng, palu, pahat kayu, dll.

e. Alat lainnya yang dapat digunakan untuk menyebabkan cedera serius, seperti pemukul baseball, raket tenis, badminton, stik golf, dll.

4. Senjata/ weapons

Adalah alat yang dirancang untuk membunuh, melukai, melumpuhkan, dan membuat orang lain tidak berdaya. Yang termasuk diantaranya adalah:

a. Senjata api, seperti pistol, revolver, senapan, dll.

b. Senjata tajam tradisional, seperti samurai, keris, golok, tombak, kapak, parang, dll.

c. Senjata yang menggunakan tekanan angin, seperti pistol angin, senapan pelontar bola, dll.

d. Senjata lainnya.

Kenapa Sih, Harus Dilarang?

aircraft dianisekaring
Pesawat take-off. Photo by Josue Isai Ramos Figueroa on Unsplash

Membaca uraian di atas, kok kayaknya banyak banget ya barang-barang yang tidak boleh dibawa dalam penerbangan? Memangnya kenapa sih harus dilarang-larang segala? Tentu saja, tak lain dan tak bukan jawabannya adalah demi keselamatan dan keamanan penerbangan. Banyak barang/ zat yang sebenarnya aman dibawa dengan moda transportasi lain, namun tidak dengan transportasi udara dikarenakan alasan keselamatan.

Baca juga:  9 Tipe Penumpang Pesawat yang Menyebalkan

Sekarang coba bayangkan, tiba-tiba di lambung tempat menyimpan bagasi penumpang, ada zat kimia yang meledak dan terbakar, kemudian merembet ke seluruh kabin pesawat. Tentu tidak ada yang menginginkan hal tersebut. Oleh karena itu, pembatasan barang terlarang dalam penerbangan ini sangat ketat dan melibatkan petugas Aviation Security selaku garda terdepan keamanan penerbangan.

Baca juga: Mengenal Petugas Avsec, Garda Terdepan Keamanan Penerbangan

Bagaimana Jika Harus Membawa Barang Terlarang?

Pertama, pastikan barang yang akan kamu bawa bukanlah barang ilegal dan melanggar hukum. Kedua, segera hubungi Contact Center Maskapai. Kenapa maskapai? Karena masing-masing memiliki ketentuan tentang barang-barang yang diperbolehkan untuk diangkut menggunakan pesawat udara.

Sebagai contoh, maskapai A memperbolehkan membawa minuman beralkohol dengan kadar tertentu, asalkan dilengkapi dengan dokumen penyerta. Atau, maskapai B memperbolehkan untuk membawa alat medis tertentu yang termasuk dalam dangerous goods.

Nah Travelers, biar perjalanan kamu nyaman tanpa hambatan, pastikan untuk tidak membawa barang-barang terlarang dalam penerbangan. Apabila ragu, kamu bisa menghubungi pihak maskapai untuk meminta bantuan serta informasi.

Have a nice flight!

Share it: