kursi dekat pintu darurat dianisekaring

Area kursi yang terbatas di kelas ekonomi maskapai terkadang membuat orang memilih untuk duduk di kursi dekat pintu/ jendela darurat pesawat, atau dikenal dengan nama exit row. Umumnya, kursi di dekat pintu darurat memiliki ruang kaki yang lebih luas (extra legroom) sehingga menjadi favorit para traveler yang tidak duduk di kelas bisnis.

Beberapa maskapai bahkan menghitung area ini sebagai tempat duduk premium, sehingga ada biaya ekstra yang harus dikeluarkan jika traveler memilih untuk duduk di sana.

Walaupun terlihat menggiurkan, namun ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum kamu memutuskan untuk duduk di kursi dekat pintu darurat pesawat.

1. Wajib Memenuhi Syarat

Tidak sembarang penumpang diperkenankan untuk duduk di dekat pintu darurat pesawat. Dikutip dari website Japan Airlines, berikut persyaratannya:

a. Berusia di atas 15 tahun. Anak-anak tidak diperkenankan untuk duduk di area ini.

b. Tidak membutuhkan bantuan orang lain (seperti pendamping, awak kabin dll) untuk bepergian. Orang sakit dan ibu hamil dilarang untuk duduk di area ini.

c. Mampu secara fisik dan mental untuk membantu awak kabin membuka pintu/ jendela darurat apabila terjadi keadaan darurat penerbangan.

Baca juga:  YIA Buat Yogya Makin Istimewa

d. Dapat memahami instruksi keselamatan yang diberikan oleh awak kabin.

e. Tidak bepergian bersama bayi, balita, orang sakit, atau manula.

Apabila ada penumpang tidak memenuhi syarat yang duduk di area ini, maka awak kabin akan menukar tempat duduk dengan penumpang lain yang memenuhi syarat.

Baca Juga: Memahami Arti Pengumuman Pramugari di Pesawat

2. Bersedia Membantu Apabila Terjadi Kondisi Darurat

Tidak ada yang mengharapkan kondisi darurat dalam penerbangan akan terjadi. Namun bila hal itu sampai terjadi, penumpang yang duduk di dekat pintu dan jendela darurat harus bersedia membantu awak kabin untuk melakukan prosedur evakuasi.

Dalam keadaan darurat, penumpang dan awak kabin hanya memiliki waktu sekurang-kurangnya 90 detik untuk menyelamatkan diri. Membuka pintu atau jendela darurat seberat hampir 30 kg mungkin tidak akan mudah, tapi apa yang kamu lakukan akan menyelamatkan nyawa penumpang yang berada di sekelilingmu. Jika tidak bersedia, lebih baik minta awak kabin untuk menukar tempat duduk dengan penumpang lain.

3. Tidak Boleh Meletakkan Barang di Sekitar Tempat Duduk

Area di sekitar pintu dan jendela darurat pesawat harus clear dari barang-barang. Oleh karena itu, penumpang tidak diperkenankan untuk meletakkan barang bawaan di kursi, di bawah kursi, atau di depan kursi. Bahkan, untuk tas tangan kecil pun tidak diperbolehkan (pengalaman pribadi :D). Seluruh barang bawaan penumpang harus diletakkan di kompartemen atas.

Baca juga:  Viral Pilot Garuda Tahan Penumpang, Ada Apa?

4. Baca Kartu Petunjuk Keselamatan

Setelah safety demonstration selesai dilaksanakan, awak kabin akan menghampiri penumpang yang duduk di area dekat pintu dan kursi darurat pesawat, lalu berkata:

“Bapak dan Ibu yang terhormat, saat ini Bapak dan Ibu duduk di area dekat pintu dan kursi darurat pesawat. Apakah Bapak dan Ibu bersedia untuk membantu untuk membukanya dalam keadaan darurat?”

Penumpang umumnya menjawab, “Bersedia”. Kemudian, awak kabin akan menjelaskan cara mengoperasikan pintu dan jendela darurat pesawat. Untuk lebih memahami cara pengoperasian, penumpang disarankan untuk membaca kartu petunjuk keselamatan yang terletak di kantong kursi pesawat.

Kartu petunjuk keselamatan pesawat dianisekaring
Kartu Petunjuk Keselamatan. Sumber

Kartu petunjuk keselamatan dibuat berbeda-beda antara 1 pesawat dengan pesawat lainnya, menyesuaikan maskapai dan jenis pesawat. Oleh karena itu, jangan mentang-mentang sudah sering terbang lalu merasa sudah tahu seluruh isi dari kartu petunjuk keselamatan πŸ˜€

Baca juga:  Pentingnya Memerhatikan Prosedur Keselamatan dalam Penerbangan

Baca Juga: Pentingnya Memerhatikan Prosedur Keselamatan dalam Penerbangan

5. Kapan Harus Mengembangkan Baju Pelampung?

β€œBaju pelampung dikembangkan sesaat sebelum Anda keluar melalui pintu darurat. Apabila Anda keluar melalui jendela darurat, kembangkan baju pelampung saat berada di luar pesawat”safety demo awak kabin.

Satu hal yang perlu diperhatikan, apabila terjadi pendaratan darurat di air, penumpang yang keluar melalui pintu darurat harus mengembangkan pelampung sesaat sebelum keluar. Sementara bagi penumpang yang menggunakan jendela darurat, pelampung dikembangkan setelah berada di luar pesawat. Jika tidak, maka dapat menghambat proses evakuasi.

Duduk di kursi dekat pintu/ jendela darurat pesawat ternyata tidak semudah itu, ya. Banyak tanggungjawab yang melekat, terutama mengenai keselamatan penumpang lainnya.

Jika kamu bepergian naik pesawat, usahakan meluangkan waktu untuk mengetahui lokasi pintu darurat terdekat serta membaca kartu petunjuk keselamatan. Mungkin tidak sampai 5 menit, namun tindakan tersebut dapat menyelamatkan nyawamu apabila terjadi kondisi darurat penerbangan.

Have a safe flight!

Share it: