5 Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Duduk di Kursi Dekat Pintu Darurat Pesawat

kursi dekat pintu darurat dianisekaring

Area kursi yang terbatas di kelas ekonomi maskapai terkadang membuat orang memilih untuk duduk di kursi dekat pintu/ jendela darurat pesawat, atau dikenal dengan nama exit row. Umumnya, kursi di dekat pintu darurat memiliki ruang kaki yang lebih luas (extra legroom) sehingga menjadi favorit para traveler yang tidak duduk di kelas bisnis.

Beberapa maskapai bahkan menghitung area ini sebagai tempat duduk premium, sehingga ada biaya ekstra yang harus dikeluarkan jika traveler memilih untuk duduk di sana.

Walaupun terlihat menggiurkan, namun ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum kamu memutuskan untuk duduk di kursi dekat pintu darurat pesawat.

1. Wajib Memenuhi Syarat

Tidak sembarang penumpang diperkenankan untuk duduk di dekat pintu darurat pesawat. Dikutip dari website Japan Airlines, berikut persyaratannya:

a. Berusia di atas 15 tahun. Anak-anak tidak diperkenankan untuk duduk di area ini.

b. Tidak membutuhkan bantuan orang lain (seperti pendamping, awak kabin dll) untuk bepergian. Orang sakit dan ibu hamil dilarang untuk duduk di area ini.

c. Mampu secara fisik dan mental untuk membantu awak kabin membuka pintu/ jendela darurat apabila terjadi keadaan darurat penerbangan.

d. Dapat memahami instruksi keselamatan yang diberikan oleh awak kabin.

e. Tidak bepergian bersama bayi, balita, orang sakit, atau manula.

Apabila ada penumpang tidak memenuhi syarat yang duduk di area ini, maka awak kabin akan menukar tempat duduk dengan penumpang lain yang memenuhi syarat.

Baca Juga: Memahami Arti Pengumuman Pramugari di Pesawat

2. Bersedia Membantu Apabila Terjadi Kondisi Darurat

Tidak ada yang mengharapkan kondisi darurat dalam penerbangan akan terjadi. Namun bila hal itu sampai terjadi, penumpang yang duduk di dekat pintu dan jendela darurat harus bersedia membantu awak kabin untuk melakukan prosedur evakuasi.

Dalam keadaan darurat, penumpang dan awak kabin hanya memiliki waktu sekurang-kurangnya 90 detik untuk menyelamatkan diri. Membuka pintu atau jendela darurat seberat hampir 30 kg mungkin tidak akan mudah, tapi apa yang kamu lakukan akan menyelamatkan nyawa penumpang yang berada di sekelilingmu. Jika tidak bersedia, lebih baik minta awak kabin untuk menukar tempat duduk dengan penumpang lain.

3. Tidak Boleh Meletakkan Barang di Sekitar Tempat Duduk

Area di sekitar pintu dan jendela darurat pesawat harus clear dari barang-barang. Oleh karena itu, penumpang tidak diperkenankan untuk meletakkan barang bawaan di kursi, di bawah kursi, atau di depan kursi. Bahkan, untuk tas tangan kecil pun tidak diperbolehkan (pengalaman pribadi :D). Seluruh barang bawaan penumpang harus diletakkan di kompartemen atas.

4. Baca Kartu Petunjuk Keselamatan

Setelah safety demonstration selesai dilaksanakan, awak kabin akan menghampiri penumpang yang duduk di area dekat pintu dan kursi darurat pesawat, lalu berkata:

“Bapak dan Ibu yang terhormat, saat ini Bapak dan Ibu duduk di area dekat pintu dan kursi darurat pesawat. Apakah Bapak dan Ibu bersedia untuk membantu untuk membukanya dalam keadaan darurat?”

Penumpang umumnya menjawab, “Bersedia”. Kemudian, awak kabin akan menjelaskan cara mengoperasikan pintu dan jendela darurat pesawat. Untuk lebih memahami cara pengoperasian, penumpang disarankan untuk membaca kartu petunjuk keselamatan yang terletak di kantong kursi pesawat.

Kartu petunjuk keselamatan pesawat dianisekaring
Kartu Petunjuk Keselamatan. Sumber

Kartu petunjuk keselamatan dibuat berbeda-beda antara 1 pesawat dengan pesawat lainnya, menyesuaikan maskapai dan jenis pesawat. Oleh karena itu, jangan mentang-mentang sudah sering terbang lalu merasa sudah tahu seluruh isi dari kartu petunjuk keselamatan πŸ˜€

Baca Juga: Pentingnya Memerhatikan Prosedur Keselamatan dalam Penerbangan

5. Kapan Harus Mengembangkan Baju Pelampung?

β€œBaju pelampung dikembangkan sesaat sebelum Anda keluar melalui pintu darurat. Apabila Anda keluar melalui jendela darurat, kembangkan baju pelampung saat berada di luar pesawat”safety demo awak kabin.

Satu hal yang perlu diperhatikan, apabila terjadi pendaratan darurat di air, penumpang yang keluar melalui pintu darurat harus mengembangkan pelampung sesaat sebelum keluar. Sementara bagi penumpang yang menggunakan jendela darurat, pelampung dikembangkan setelah berada di luar pesawat. Jika tidak, maka dapat menghambat proses evakuasi.

Duduk di kursi dekat pintu/ jendela darurat pesawat ternyata tidak semudah itu, ya. Banyak tanggungjawab yang melekat, terutama mengenai keselamatan penumpang lainnya.

Jika kamu bepergian naik pesawat, usahakan meluangkan waktu untuk mengetahui lokasi pintu darurat terdekat serta membaca kartu petunjuk keselamatan. Mungkin tidak sampai 5 menit, namun tindakan tersebut dapat menyelamatkan nyawamu apabila terjadi kondisi darurat penerbangan.

Have a safe flight!

24 Comments

  1. banyak juga ya mbak beban moralnya
    saya dulu sempat pingin duduk dekat pintu darurat ini
    kupikir segera bisa nyelamatin diri ketika ada apa apa
    maklum baru naik pesawat
    tapi kata temanku jangan ya karena ada bnyak hal yang harus dilakukan seperti pada artikel ini

    yang terpenting dia harus punya jiwa penyelamat
    dan kalau bisa ada pengalaman ya paling engga sering naik pesawat lah
    kalau baru pertama kali kayak saya mending jangan huhu

    tulisan bermanfaat mbak TFS

    1. Benar, aku jujur kurang suka duduk di exit row. Lebih baik duduk di kursi depan/ belakangnya aja, tetap duduk di dekat pintu darurat tapi nggak ada beban moral πŸ˜€

  2. Walopun tempat duduknya memang LBH lega, tapi rasanya aku bakal Nolak sih kalo hrs duduk di bagian emergency exit mba. Takut panik :p. Lagian ga yakin aku bisa ngelakuin apa yg diminta . Jd lebih bagus diserahkan ke orang lain yg lebih mampu :D.

    1. Haha sama Mba, aku mending duduk di kursi biasa aja, biar bapak2 dan mas2 aja yang duduk di situ πŸ˜€

  3. berat juag ya tanggung jawab yang duduk disana

  4. nah, pernah sekali aku duduk dekat pintu darurat dan cari tau dulu di internet xixixi, karena pertama kali dan ngeri-ngeri sedep gitu rasanya.

    1. Iya betul, kayak ada beban tambahan kalau duduk di sana πŸ˜€

  5. Semakin paham dengan aturan penumpang yg duduk dekat ke pintu darurat ini. Dulu, saya pernah diterangkan oleh majikan di Taiwan. Hanya karena bahasa kami tidak sebebas bahasa sendiri, jadi ngerti garis besarnya aja hehehe
    Melalui penjelasan Mbak Dian saya lebih paham nih
    Terimakasih ya

  6. Lama nggak main ke sini, selalu suka dengan hal-hal tentang pesawat di sini, bukan tidak mungkin, semua yang ditulis di sini bermanfaat buat pembaca di masa mendatang, kita nggak tahu kan ya yang namanya musibah.
    Terimakasih sudah selalu berbagi hal-hal penting yang seringnya diabaikan ini ya πŸ™‚

    1. Sama-sama Mba Rey, terima kasih sudah membaca πŸ˜€

  7. Terimakasih mbak informasinya.
    aku belum pernah duduk di deket pintu darurat.

    1. Sama-sama Mba, semoga nanti kalau ada kesempatan untuk duduk di dekat pintu darurat sudah lebih paham ya πŸ˜€

  8. Iya nih mba, banyak yang belum paham juga deh kayanya soal kursi khusus ini dan tanggung jawabnya, kebanyakan cuma mau areanya luas bisa leluasa padahal banyak tanggung jawab kalo terjadi keadaaan darurat yaa.

    1. Iya betul, terkadang orang cuma memikirkan area tempat duduk yang lebih luas tapi lupa dengan tanggungjawab yang melekat πŸ˜€

  9. Jangan sampe deh ngalamin yang aneh-aneh saat naik pesawat.
    Sempat pernah kena turbulance aja sampe mau nangis kagetnya. Jangan sampe deh.

    1. Amiin, semoga sehat dan selamat selalu ya Mba.

  10. Aku kalau naik pesawat pasti menghindari duduk dekat pintu darurat tapi pernah deng karena lupa milih kursi dan dapatnya dekat pintu darurat. Disini awak kabin menjelaskan bagaimana cara-caranya jika terjadi keadaan darurat.

    1. Betul, aku pun menghindari duduk di area ini tapi kalau sudah terpaksa ya apa boleh buat.

  11. Suamiku tuh sukanya milih duduk dideket pintu darurat cma krna alesan lebih luas tempatnya, hahaha

    1. Iya kalau laki-laki biasanya lebih suka duduk di area ini karena lega.

  12. Wah ini benar banget. Pernah pas saya dan suami kedapatan duduk di exit row ini, kami berdua langsung komit karena kami fit enough buat support kondisi darurat. Kami perhatiin semua prosedur keselamatan, termasuk mempelajari tuas pintu dan cara kerjanya, memastikan lokasi life jacket, sama latihan buka seatbelt cepat wkwk. Oh terus satu lagi, gak boleh tidur!

    1. Waah good, penumpang teladan nih! Seharusnya lebih banyak penumpang yang punya kesadaran seperti ini πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *