BLACK BOX DIANISEKARING

Dalam setiap kecelakaan pesawat, entah itu di darat maupun di lautan, ada satu hal yang paling dicari oleh para penyelidik, yaitu “Black Box”. Sering kita mendengar di televisi, pembawa berita menyebutkan “Pencarian black box masih terus dilakukan…”, “Hingga saat ini, black box belum ditemukan…” dll.

Mengapa setelah terjadi kecelakaan pesawat, black box menjadi hal pertama yang harus ditemukan? Sebab, dengan menganalisa informasi yang terdapat di dalamnya, penyidik dapat menemukan penyebab kecelakaan pesawat. Yuk, kita simak bersama fakta penting tentang black box pada pesawat.

1.Warnanya Tidak Hitam

Tidak seperti namanya, alat ini tidak berwarna hitam. Benda ini memiliki warna oranye mencolok yang dinamakan dengan International Orange, seperti warna jembatan Golden Gate di San Fransisco, Amerika Serikat (sumber). Alasannya, agar benda penting ini mudah ditemukan diantara puing-puing pesawat, kedalaman air, dan tempat yang sulit dijangkau.

Baca: Pentingnya Memerhatikan Prosedur Keselamatan dalam Penerbangan

2. Istilah Black Box Tidak Dipakai oleh Profesional

Istilah black box sendiri jarang digunakan oleh para profesional penerbangan. Lebih lanjut, mereka menggunakan istilah teknis yaitu Flight Recorder, Flight Data Recorder (FDR) atau Cockpit Voice Recorder (CVR). Tidak ada yang tahu pasti darimana awal mula istilah black box mulai digunakan. Beberapa sumber menyebutkan istilah ini mungkin berasal dari warna alat pada saat terbakar, atau mengacu pada istilah ‘kotak misterius’ yang berisi teka-teki untuk dipecahkan.

Baca juga:  Cara Menuju Yogyakarta International Airport (YIA)

3. Terdiri dari 2 Perangkat Utama

black box dianisekaring
Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder. Sumber

Black box terdiri dari 2 perangkat utama, yaitu Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Flight Data Recorder (FDR) berfungsi untuk merekam seluruh data penerbangan seperti kecepatan pesawat, akselerasi, ketinggian jelajah, kecepatan angin, performa mesin, flap pesawat, hingga temperatur di kabin dan luar pesawat. Standarnya, FDR dapat merekam 80 parameter data penerbangan. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, FDR dapat merekam hingga lebih dari 1.000 parameter data. Umumnya, FDR dapat merekam hingga 25 jam data penerbangan (looping).

Sementara itu, Cockpit Voice Recorder (CVR) berfungsi untuk merekam seluruh suara di ruang kemudi pesawat. Suara tersebut adalah percakapan pilot dengan kopilot, pilot dengan menara Air Traffic Control (ATC), pilot dengan awak kabin, pengumuman dalam kabin pesawat (public service announcement), hingga suara-suara lain yang terdengar di kokpit seperti suara mesin. CVR dapat merekam mulai dari 30 menit hingga 2 jam percakapan (looping). Detik-detik terakhir rekaman CVR umumnya dapat membantu menjelaskan kondisi pesawat sebelum terjatuh.

Baca juga:  6 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Pesawat Lepas Landas

4. Informasi Penerbangan Disimpan dalam Crash Survivable Memory Unit (CSMU)

black box flight data recorder dianisekaring
Bagian-bagian black box. Sumber

Seluruh informasi penting tersebut disimpan di dalam unit yang terbuat dari lapisan baja atau titanium yang dinamakan Crash Survivable Memory Unit (CSMU). Lapisan ini dapat melindungi perangkat dari berbagai kondisi ekstrim, seperti paparan suhu 1.000 derajat Celcius selama 1 jam, kedalaman hingga 6.000 meter di bawah permukaan air laut, guncangan, serta tekanan yang diakibatkan oleh proses kecelakaan.

5. Memancarkan Sinyal Apabila Terendam Air

Apabila terendam oleh air, maka perangkat ini akan memancarkan sinyal frekuensi khusus yang dinamakan Underwater Location Beacon (ULB). Sinyal ini memiliki frekuensi 37,5 kHz dan akan melakukan ping setiap detik. Sinyal ini akan beroperasi di kedalaman 0 – 6.000 meter di bawah permukaan air laut. Baterai umumnya bertahan antara 30 – 90 hari. Semakin lama black box menghilang, maka probabilitasnya untuk ditemukan akan semakin kecil. Oleh karena itu, banyak kecelakaan pesawat yang hingga kini tetap menjadi misteri.

Baca Juga: Jangan Tidur Saat Pesawat Lepas Landas dan Mendarat, Ini Alasannya

Baca juga:  Jalan-Jalan ke Jewel of Borneo, Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin

6. Terletak di Ekor Pesawat

Sebagai instrumen penting, black box terletak di tempat yang paling aman apabila terjadi kecelakaan pesawat, yaitu bagian ekor (tail).

7. Rekaman Hanya Boleh Diakses Oleh Pihak Berwenang

Setelah black box ditemukan, maka data akan langsung diserahkan kepada pihak investigator/ penyelidik. Di Indonesia, hal ini ditangani oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Jika diperlukan, data akan dikirimkan kepada investigator atau pihak terkait lainnya.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa data ini bersifat confidential sehingga tidak boleh disebarluaskan ke publik. Selanjutnya, proses investigasi akan dilakukan mulai dari berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Proses investigasi harus bersifat independen, bebas dari tekanan serta kepentingan pihak manapun.

Itulah 7 fakta penting tentang black box, alat pengungkap penyebab kecelakaan pesawat. Setiap informasi yang berada di dalamnya menjadi penting untuk proses investigasi kecelakaan, juga dapat digunakan sebagai perbaikan untuk meningkatkan keselamatan serta keamanan penerbangan. Jika kamu tertarik dengan dunia seputar investigasi kecelakaan pesawat, saya sarankan untuk menonton film Sully (2016) dan serial Departure (2019).

Have a safe flight!

Featured image: dw.com link

Share it: