rekomendasi film pendek indonesia terbaik dianisekaring

Beberapa waktu lalu, jagat media sosial Indonesia dihebohkan dengan film pendek ‘Tilik’. Bagi sebagian besar penonton, ‘Tilik’ terasa sangat relate dengan kehidupan nyata. Film pendek ini pun menjadi viral dan membuat film-film pendek Indonesia lainnya banyak dicari oleh audiens.

Sejak kuliah di Yogyakarta, saya cukup tertarik dengan film-film pendek Indonesia. Bagi saya, film pendek memiliki plot yang lebih intens dan tidak bertele-tele, serta banyak menampilkan fenomena sosial yang jarang terekam oleh film layar lebar.

Terinspirasi dari thread @TarizSolis tentang kompilasi film pendek Indonesia, berikut adalah 10 film pendek Indonesia terbaik yang wajib ditonton versi saya.

1.Tilik

Tilik Dianisekaring
Tilik

Sutradara: Wahyu Agung Prasetyo

Tilik berkisah tentang pembicaraan ibu-ibu di atas truk mengenai Dian, kembang desa yang banyak memikat lelaki di kampung tersebut. Film ini sangat lucu, ceplas-ceplos, dan menampilkan realita kehidupan ibu-ibu desa yang masih gagap informasi. Dengan berlatar Kab. Bantul, DIY, penonton akan disuguhi pemandangan desa yang indah dengan shot-shot yang ciamik. Link tonton disini.

Baca Juga: 10 Tempat yang Wajib Dikunjungi di Yogyakarta

2. On Friday Noon

on friday noon dianisekaring
On Friday Noon

Sutradara: Luhki Herwanayogi

Film pendek ini berkisah tentang diskriminasi kepada transgender. Alkisah, seorang transgender melarikan diri dari tangkapan aparat dan ingin melaksanakan ibadah sholat Jumat di masjid. Cibiran dan tatapan orang-orang desa saat ia sedang berjalan menuju masjid sungguh menyakitkan. Link tonton disini.

Baca juga:  First Time Mom’s Breastfeeding Essentials

3. Anak Lanang

anak lanang dianisekaring
Anak Lanang

Sutradara: Wahyu Agung Prasetyo

Diambil dengan teknik one shot, Anak Lanang berkisah tentang perdebatan seru 4 anak SD selepas pulang sekolah di atas becak. Perdebatan yang kocak, lucu, dan relate dengan bumbu-bumbu candaan yang menarik. Sungguh saya kagum melihat akting 4 anak ini, natural dan apa adanya. Padahal, teknik one shot itu tidak mudah. Apabila terjadi kesalahan, harus mengulang lagi dari awal. Luar biasa. Link tonton disini.

4. Unbaedah

Unbaedah dianisekaring
Unbaedah

Sutradara: Iqbal Ariefurrahman

Ibu-ibu, hayoo siapa yang suka nilep bungkusan nasi berkat, kotakan kue, atau takjil ketika pengajian? Jangan sampai nasibmu seperti Baedah ya. Film pendek Unbaedah menceritakan tentang Baedah, seorang ibu-ibu desa yang hobi mengambil lebihan takjil dan nasi berkat untuk suami dan anaknya. Akhirnya, ia menerima akibatnya. Film ini konyol dan begitu menyentil. Apalagi, peran Baedah dibawakan oleh Siti Fauziah sang pemeran Bu Tejo di film pendek Tilik. Link tonton disini.

5. Lemantun

Lemantun

Sutradara: Wregas Bhanuteja

“Lemantun” dalam Bahasa Jawa berarti lemari. Alkisah, seorang ibu hendak membagikan warisan berupa 5 buah lemari kepada masing-masing anaknya. Masing-masing lemari tersebut dibeli ketika anaknya lahir. Di usianya yang sudah senja, sang ibu berharap lemari tersebut dikeluarkan dari rumah dan dibawa oleh masing-masing anaknya, bagaimanapun caranya. Film ini memberikan kesan yang mendalam; bagaimana seseorang yang mungkin kita lihat hidupnya biasa-biasa saja, namun ternyata memiliki peran yang sangat besar. Link tonton disini.

Baca juga:  Nujuh Bulan Studio: Childbirth Education Center di Bintaro

6. Natalan

natalan dianisekaring
Natalan

Sutradara: Sidharta Tata

Natalan berkisah tentang perjalanan seorang anak ke Yogyakarta untuk merayakan Natal bersama ibunya. Ternyata, perjalanan memakan waktu lebih lama dari seharusnya. Sang ibu yang sudah “ngarep-ngarep” akhirnya harus menerima kenyataan pahit. Menonton film pendek ini membuat saya patah hati. Sesuatu yang mungkin biasa saja bagi kita ternyata berdampak begitu besar untuk orang lain. Link tonton disini.

7. Singsot

singsot dianisekaring
Singsot

Sutradara: Wahyu Agung Prasetyo

Di kepercayaan masyarakat Jawa, ada yang meyakini bahwa bersiul di malam hari dapat mendatangkan setan. Seorang anak kecil yang menginap di rumah kakek-neneknya tidak percaya pada mitos tersebut. Berlatar di rumah tua bergaya Jawa, set film pendek ini begitu mencekam. Asli, setelah menonton Singsot, saya masih terbayang adegang seramnya selama berhari-hari. Salah satu film pendek horor Indonesia terbaik. Link tonton disini.

Baca Juga: Merinding Disko di Pulau Kelor, Cipir, dan Onrust

8. Something Old, New, Borrowed, and Blue

Something Old, New, Borrowed, and Blue

Sutradara: Mouly Surya

Film pendek besutan Mouly Surya ini cukup spesial, karena dibintangi oleh aktris legendaris Christine Hakim. Film ini berkisah tentang detik-detik menjelang ijab kabul pernikahan Jawa-Islam, dimana pengantin perempuan ‘disembunyikan’ pada saat akad nikah. Pembicaraan antara ibu dan anak mengenai peran istri dalam keluarga disampaikan secara gamblang dan telak. Something Old, New, Borrowed, and Blue hanya berdurasi sekitar 3 menit, namun begitu mengaduk-aduk emosi saya. Link tonton disini.

Baca juga:  Vaksin Anak di Rumah Bersama Prostasia Klinik

9. Tinuk

tinuk dianisekaring
Tinuk

Sutradara: Aprilingga Dani

Seberapa banyak dari kita yang mengingikan sesuatu karena dimiliki orang lain? Film pendek Tinuk berkisah tentang seorang ibu rumah tangga bernama Tinuk yang menginginkan handphone model terbaru. Suaminya yang hanya berprofesi sebagai tukang parkir meminta Tinuk untuk bersabar. Tinuk pun merajuk, bahkan ia memaksa agar suaminya menggunakan uang setoran parkir untuk membeli HP yang diinginkannya. Link tonton disini.

10. Asa

Asa

Sutradara: Loeloe Hendra

Asa berkisah tentang Shinta, seorang remaja SMU yang dihamili dan ditinggalkan oleh pacarnya. Tak hanya itu, ternyata pacar yang dikenalnya melalui Facebook tersebut sudah memiliki anak dan istri. Cobaan tak berhenti sampai di sana.

Ternyata, laki-laki tersebut mengunggah video persetubuhannya di Facebook sehingga Shinta dikeluarkan dari sekolah. Keluarga Shinta begitu terpukul, namun akhirnya mereka bisa menerima dengan ikhlas dan melanjutkan kehidupan. Film pendek ini membuat dada saya sesak; entah berapa banyak perempuan yang saat ini berada dalam kondisi tersebut. Link tonton disini.

Itulah 10 rekomendasi film pendek Indonesia terbaik versi saya yang wajib ditonton. Kamu sudah nonton yang mana saja? Kalau kamu punya rekomendasi film pendek yang bagus, boleh di-share di comment ya 🙂 Semoga perfilman Indonesia bisa terus maju dan berjaya.

Share it: