kuliner dari halte ke halte

Bagi kamu yang suka kulineran versi low budget a.k.a irit, rasanya rekomendasi kuliner dari akun Dari Halte ke Halte terlalu sayang untuk dilewatkan. Buat yang belum tahu, Dari Halte ke Halte adalah sebuah akun komunitas yang menyajikan berbagai rekomendasi kuliner ramah kantong (umumnya kaki lima) di Jakarta dan sekitarnya.

Berbasis di Twitter dan Instagram, saat ini Dari Halte ke Halte memiliki jumlah followers yang cukup banyak, yaitu 73,5 ribu di Twitter dan 74,1 ribu di Instagram. Uniknya, kehadiran Dari Halte ke Halte membuka peluang rezeki berbagai pihak, mulai dari pelaku UMKM hingga jastipers yang kebanjiran order dari para Halteman (sebutan untuk followers Dari Halte ke Halte).

Bagaimana tidak, setiap tempat makan yang diulas oleh Dari Halte ke Halte langsung laris manis dan kebanjiran pesanan. Untuk menjaga independensi, tim Dari Halte ke Halte tidak menerima endorsement dari tempat makan. Jadi, review yang disaksikan oleh followers adalah review jujur, tanpa tipu-tipu.

Nah, berikut ini saya akan mengulas beberapa makanan yang sudah saya coba dari rekomendasi Dari Halte ke Halte. Untuk melihat ulasan sebelumnya, silakan klik link di bawah ini ya:

Baca Juga: Mencoba Kuliner Hits Jakarta Rekomendasi Dari Halte ke Halte

1. Dimsum Arsyif

Dimsum Arsyif rekomendasi Dari Halte ke halte
Dimsum Arsyif

Masih segar di ingatan saya awal mula Dimsum Arsyif menjadi begitu populer di media sosial. Kala itu, Dari Halte ke Halte mengulas lezatnya dimsum gerobakan yang dijual di depan kafe Stumpy Coffee, Jl. Blora Jakarta Pusat.

Dekat dengan Stasiun Sudirman, tak sedikit Halteman yang rela antre pagi-pagi untuk membungkus Dimsum Arsyif untuk dibawa ke kantor. Dari situ, banyak bermunculan jastip (jasa titip) Dimsum Arsyif ke berbagai penjuru Jakarta dan sekitarnya, hingga berkembang menjadi jastip jajanan rekomendasi Dari Halte ke Halte.

Baca juga:  The Village, Wisata ala Desa Eropa di Purwokerto

Menurut saya, Dimsum Arsyif ini rasanya tak kalah dengan dimsum terkenal di restoran mewah Jakarta. Dimsumnya lembut, gurih, dicocol dengan saus sambal cair dan semacam saus kecap asin. Bagi yang sudah pernah merasakan Dimsum Pertok di Pertokoan Gedung Hijau Pondok Indah, Jakarta Selatan, Dimsum Arsyif memiliki citarasa yang mirip. Isiannya ada ayam, udang, cumi, dan jamur.

Harga Dimsum Arsyif juga cukup terjangkau. Sebungkus dimsum frozen mix isi 10 bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp 35.000 saja.

Baca Juga: Sensasi Kuliner ala Pesiar di Batavia Marina Sunda Kelapa

2. Nasi Bebek Cak Malik

Nasi Bebek Cak Malik Rekomendasi Dari Halte ke Halte
Nasi Bebek Cak Malik

Ini adalah gerobak kaki lima yang menjual nasi bebek khas Madura di depan Bawaslu Sarinah, Thamrin Jakarta Pusat. Nasi bebek bumbu hitam ini dilengkapi sambal cabe ijo yang pedas dan nampol banget. Bumbu hitamnya pedas, kaya akan rempah dan meresap hingga ke tulang. Biasanya, kalau saya makan Nasi Bebek Cak Malik, alamat bolak-balik nambah nasi, hehehe.

Saya membeli Nasi Bebek Cak Malik 2 kali. Saat pembelian pertama, bebeknya empuk, lembut banget sampai dagingnya lepas-lepas dari tulang. Sayangnya waktu pembelian kedua, bebeknya tidak selembut dulu. Sayang sekali, tapi tetap enak kok. Seporsi bebek Cak Malik (tanpa nasi) bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp 15.000.

3. Mie Terempa’k

Mie Terempa'k Rekomendasi Dari Halte ke Halte
Mie Terempa’k

Apakah kamu sudah pernah mencicipi salah satu makanan khas dari Terempa, yang cukup populer di Riau? Makanan tersebut adalah Mie Terempa’k, sejenis mie pipih yang dimasak dengan potongan ayam/ ikan/ daging, minyak ikan, dan dilengkapi dengan tauge serta telur.

Sekilas, Mie Terempa’k mengingatkan saya pada mie Aceh karena citarasanya yang pedas. Namun, rasanya berbeda. Menurut suami saya, Mie Terempa’k ini sangat populer di Batam. Bahkan, jika ada tamu yang baru mendarat di Batam, agenda pertamanya pasti adalah makan Mie Terempa’k.

Baca juga:  Sempu Island: Beyond Expectation
Mie Terempa'k Rekomendasi Dari Halte ke Halte
Mie Terempa’k Tuna

Mie lezat ini dapat disajikan dengan cara digoreng, tumis (lembab), dan kuah. Memiliki 4 jenis rasa yang bisa dipilih, yaitu ikan tuna, ayam, sapi dan seafood, favorit saya adalah tuna.

Baca Juga: Review the Crabbys BSD: Seafood Lezat di Tangerang Selatan

Harganya dibanderol Rp 23.000 – Rp 26.000 saja per porsi. Salah satu menu sampingan dari kedai Mie Terempa’k adalah luti gendang, sejenis roti bantal dengan isian ikan (mirip panada, makanan khas Manado). Sayang, saya belum sempat mencoba.

Kedai Mie Terempa’k di Jakarta terletak di Jl. Mangga Besar Raya, Jakarta Pusat dan merupakan cabang langsung dari kota Batam. Buat kamu yang hobi makan makanan pedas dan berempah, Mie Terempa’k ini terlalu sayang untuk dilewatkan.

4. Otak-Otak Binatu An

Otak Otak Binatu An Dari Halte ke Halte
Otak-Otak Binatu An

Otak-otak tapi kok Binatu? Ini toko laundry apa gimana? Batin saya ketika pertamakali Otak-Otak Binatu An di-review oleh tim Dari Halte ke Halte. Ternyata, mulanya kedai otak-otak ini adalah toko laundry. Kedai ini terletak di Jl. A.M. Sangaji, Jakarta Pusat.

Biasanya, saya makan otak-otak ketika berkunjung ke rumah makan yang menyajikan hidangan seafood sebagai appetizer. Dan jangan salah, bisasanya, otak-otak jadi ‘jebakan betmen’ karena tiba-tiba harganya mahal banget, hahaha.

Tapi, menurut saya Otak-Otak Binatu An adalah otak-otak termahal yang pernah saya makan. Bagaimana tidak, 1 pcs-nya dibanderol sekitar Rp 12.000 (harga jastip). Saya beli 5 pcs, jadi sekotak mungil harganya Rp 60.000 (menangis).

Otak-otak ini terbuat dari olahan daging ikan tengiri yang dibakar dengan daun pisang dan dinikmati dengan saus kacang. Menurut saya, otak-otak ini lumayan enak (ya enak lah, mahal LOL wkwkwk). Tapi, kayaknya saya bakal mikir-mikir kalau mau beli lagi karena harganya lumayan.

Baca juga:  Discover Imogiri

Oh ya, beberapa hari lalu saya lihat cuitan Halteman di Twitter yang habis makan es kopyor di kedai ini. Harganya tebak berapa? Rp 50.000. Jadi penasaran enaknya seperti apa 😀

Belinya Gimana?

Setiap saya posting tentang jajanan Dari Halte ke Halte, pertanyaan yang sering muncul adalah “Gimana cara belinya?”. Well, cara pertama tentu saja dengan datang langsung ke tempatnya. Tapi, tentu cara ini lumayan riskan di masa pandemi seperti ini.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Tangsel paling Mantap

Cara yang paling mudah adalah melalui jastip. Bagaimana caranya? Kamu cukup buka akun Instagram @darihalte_kehalte, buka highlight “Jastip” dan temukan jastip yang terdekat ke tempat tinggalmu. Umumnya, jastip mengenakan harga sesuai dengan jumlah outlet yang kamu pilih.

Jastip Mastik Dari Halte ke halte

Jastip langganan saya untuk daerah Tangerang Selatan adalah @jastip_mastik yang digawangi oleh Mas Ticko Latianto.

Pesanan selalu datang tepat waktu (biasanya waktu Ashar) dan nggak pernah ada yang miss. Mereka juga memberikan garansi gratis ongkir apabila pesanan datang lewat dari waktu Magrib. Mantap kan, hehehe. Jastip Mastik juga menjadi langganan saya untuk berburu salah satu makanan fenomenal yang viral di Twitter, yaitu Nasi Goreng Dendeng Lemak Tiarbah. Buat warga Tangsel yang ingin memesan jastip bisa menghubungi Instagram @jastip_mastik.

Masih banyak kuliner rekomendasi Dari Halte ke halte yang belum saya coba. Semoga, nanti ada kesempatan dan rezeki untuk mencicip semuanya. Kalau kuliner khas di daerahmu yang patut untuk dicoba apa saja, nih? bagi rekomendasimu, yuk!

Share it: