“Apabila tekanan udara di kabin berkurang secara tiba-tiba, masker oksigen akan keluar. Tarik masker oksigen ke arah Anda, pasang menutupi mulut dan hidung, kaitkan karet di kepala, dan bernafaslah seperti biasa.” begitu ujar awak kabin pada saat peragaan keselamatan (safety demo) sebelum pesawat lepas landas.

Masker oksigen bisa jadi adalah satu hal yang kita harapkan tak akan pernah muncul sepanjang penerbangan. Namun, apabila kondisi darurat terjadi, apa boleh dikata. Berikut adalah 5 fakta penting mengenai masker oksigen pesawat yang wajib kamu tahu.

1.Masker Oksigen Tidak Akan Keluar Sebelum Diperlukan

Setiap pesawat dilengkapi dengan sistem tekanan udara. Seperti yang dilansir dari telegraph.co.uk, pada ketinggian 35.000 kaki dimana pesawat komersial terbang, lapisan udara sangat tipis sehingga level oksigen rendah.

Oleh karena itu, sistem tekanan udara pesawat berfungsi untuk menjaga tekanan udara kabin sama dengan tekanan udara pada ketinggian 5.000 – 8.000 kaki. Apabila tekanan udara berkurang secara tiba-tiba, barulah masker oksigen akan keluar dari kompartemen di atas penumpang. Hal-hal yang dapat menyebabkan berkurangnya tekanan udara kabin diantaranya adalah kebocoran pesawat, kerusakan badan pesawat, dan hal teknis lainnya.

Baca juga:  Cantiknya Bandara-Bandara di Indonesia

2. Wajib Menggunakan Masker Oksigen Untuk Diri Sendiri, Baru Menolong yang Lain

Masker oksigen. Sumber

Setiap memeragakan safety demo, awak kabin selalu mengingatkan penumpang “Penumpang yang membawa anak-anak harus mengenakan masker terlebih dahulu, sebelum mengenakan masker kepada anak Anda,”.

Baca Juga: Memahami Arti Pengumuman Pramugari di Pesawat

Mengapa penumpang harus mengenakan oksigen untuk dirinya terlebih dahulu? Sebab, tubuh manusia hanya akan dapat bertahan tanpa oksigen dalam waktu kurang dari 30 detik sebelum kehilangan kesadaran.

Jika tubuh kekurangan oksigen (hipoksia), maka dapat berakibat pada kerusakan organ secara permanen seperti jantung, otak, hati, dan organ lainnya (sumber).

3. Masker Oksigen Harus Dipasang Menutupi Hidung dan Mulut

Agar dapat berfungsi dengan optimal, masker oksigen harus dipasang menutupi hidung dan mulut. Pada tahun 2018, sebuah kecelakaan naas menimpa pesawat Boeing 737 milik Southwest Airlines rute New York ke Dallas, Amerika Serikat.

Dikabarkan bahwa pesin mesawat meledak pada ketinggian 32.000 kaki dan menyebabkan komponen mesin menghantam jendela pesawat. Insiden tersebut membuat kaca pesawat pecah, terjadi dekompresi (penurunan tekanan udara) sehingga penumpang yang duduk di samping kaca tersebut tersedot keluar. Penumpang tersebut akhirnya dapat ditarik kembali dan lubang ditutup, namun ia meninggal akibat luka yang dideritanya.

Baca juga:  Pilot Incapacitation, Ketika Pilot Tak Mampu Menerbangkan Pesawat

Tak lama setelah kejadian tersebut, beredar foto di media sosial yang diduga milik salah satu dari penumpang Southwest Airlines, yang menggambarkan kondisi pada saat penumpang menggunakan masker oksigen pesawat.

Yang menjadi sorotan dalam foto tersebut adalah, penumpang tidak menggunakan masker oksigen dengan benar (hanya menutupi mulut). Padahal, kelalaian tersebut dapat berakibat fatal pada dirinya sendiri. Itulah pentingnya mendengarkan ucapan awak kabin ketika peragaan keselamatan berlangsung.

4. Oksigen Dihasilkan Dari Reaksi Kimia

Masker Oksigen Pesawat. Sumber

Oksigen yang terdapat dalam masker oksigen bukan berasal dari udara di luar pesawat atau tabung oksigen, melainkan dari reaksi zat kimia yang dibakar. Dalam ketinggian tersebut, mustahil mengambil oksigen dari luar pesawat karena udara sangat tipis. Pesawat juga tidak mungkin membawa tabung oksigen karena terlalu berat.

Baca juga:  Tips Agar Nyaman dalam Penerbangan Panjang

Baca Juga: Fakta-Fakta Tentang Penerbangan yang Wajib Kamu Tahu

Sebagai jalan keluarnya, dibuatlah oksigen yang dihasilkan dari senyawa zat kimia yang dibakar seperti barium peroxide, sodium chlorate, dan potassium chlorate (sumber). Mungkin penumpang akan menghirup sedikit sisa pembakaran zat kimia, namun hal tersebut lebih aman dibandingkan kekurangan oksigen.

5. Oksigen Dalam Masker Hanya Akan Bertahan Selama 15 Menit

Salah satu fakta penting lainnya adalah, masker yang dihasilkan oleh pembakaran zat kimia tersebut hanya dapat bertahan selama sekitar 15 menit. Dalam waktu yang sangat singkat tersebut, pilot akan menurunkan ketinggian pesawat ke 10.000 kaki dimana penumpang dapat bernapas dengan normal.

Penumpang mungkin akan merasa bahwa pesawat sedang jatuh, namun pada kenyataanya pilot sedang melakukan manuver untuk menyelamatkan nyawa penumpang dalam kabin.

Travelers, itulah 5 fakta penting mengenai masker oksigen di pesawat. Semoga, kita tidak akan pernah berhadapan dengan masker oksigen ini ya ketika naik pesawat.

Have a nice flight!

Share it: