Hai Travelers! Sudah pada tahu dong kalau Yogyakarta punya bandara baru. Bandara tersebut adalah Yogyakarta International Airport (YIA) yang terletak di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bandara ini dibangun dengan arsitektur yang cantik dan ‘Jogja Banget’.

Pindah dari Adisutjipto ke Yogyakarta International Airport

Sebelumnya, mungkin teman-teman terbiasa landing di Bandara Adisutjipto yang dekat dengan kota. Namun, semenjak tanggal 29 Maret 2020, YIA telah beroperasi penuh. Hal ini berarti, seluruh penerbangan di Bandara Adisutjipto telah dipindahkan ke YIA, kecuali untuk penerbangan perintis (baling-baling). Buat tahu alasan lengkap kenapa YIA dibangun, bisa dibaca di sini.

Ornamen Khas Yogyakarta Mulai Dari Pintu Masuk

YIA dibangun dengan mengedepankan nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal. Pengerjaannya melibatkan para seniman lokal, sehingga menghasilkan bandara yang ‘Jogja Banget’. Bahkan, suasana tersebut sudah mulai terasa saat kita memasuki area bandara.

Joglo Semar Tinandu. Foto: AP I

Signage “Yogyakarta International Airport” di atas ini terinspirasi dari gerbang Kraton Yogyakarta yang bernama Joglo Semar Tinandu (Semar Diusung) yang melambangkan budaya lokal. Tak hanya itu, Travelers juga akan disambut dengan ornamen Gunungan.

Gunungan. Foto: AP I

Gunungan merupakan ornamen yang sering dipergunakan pada saat pertunjukan wayang. Gunungan berbentuk meruncing ke atas, dan melambangkan kehidupan manusia yang pada akhirnya akan kembali ke Yang Maha Kuasa.

Baca juga:  Mengintip Keindahan YIA, Bandara Baru Yogyakarta

Dropzone ala Tamansari

Area Keberangkatan. Foto AP I

Saat Travelers turun dari mobil/ angkutan umum menuju area keberangkatan, maka kalian akan disambut dengan gerbang Tamansari. Buat yang belum tahu, Tamansari adalah sebuah objek wisata terkenal di area Kraton Yogyakarta yang dulunya merupakan tempat pemandian selir dan putri raja.

Lampu khas Malioboro. Foto: AP I

Baca Juga: Cara Menuju Yogyakarta International Airport (YIA)

Di area ini juga terdapat lampu-lampu khas Jl. Malioboro yang sering menjadi incaran para turis untuk berfoto. Ssst.. coba perhatikan betapa megah atap kawung-nya! (kawung= motif batik). Wah, bisa-bisa kita foto-foto terus nih di sini.

Check-in Area Motif Kawung

Check-in Area. Foto: AP I

Memasuki area check-in, Travelers akan disambut oleh deretan konter check-in yang dioperasikan oleh petugas layanan darat maskapai. Lihat atapnya? Lagi-lagi bermotif kawung ya.. memang motif batik kawung ini menjadi ciri khas dari YIA.

Self Check-in. Foto: AP I

Buat kamu yang lebih suka self checkin, bisa memanfaatkan kios checkin mandiri yang terletak tidak jauh dari konter. Kalau saya, untuk penerbangan domestik lebih suka online check-in dan print tiket sendiri sehingga bisa langsung masuk ke ruang tunggu kalau sedang tidak membawa bagasi tercatat.

Ornamen Seni Sebagai Penghormatan

Setelah melalui pemeriksaan keamanan (security check point), Travelers akan menuju ke ruang tunggu bandara. Sepanjang perjalanan, akan ada banyak sekali ornamen dan instalasi seni yang dibuat langsung oleh para seniman lokal. Sekurang-kurangnya, terdapat 15 ornamen seni yang tersebar di seluruh area bandara.

Baca juga:  Cara Menuju Yogyakarta International Airport (YIA)
“Palihan”. Foto: AP I

Ornamen-ornamen seni ini banyak yang dibuat sebagai penghormatan untuk daerah-daerah yang kini menjadi wilayah bandara YIA, seperti Desa Sindutan, Desa Palihan, Desa Kebonrejo, dan Desa Glagah.

Ada juga ornamen seni yang menggambarkan kehidupan masyakarakat Kulonprogo yang bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan. Masih banyak ornamen seni yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu di sini, nanti Travelers bisa saksikan sendiri ya ketika terbang dari YIA πŸ™‚

Ruang Tunggu yang Luas

Ruang tunggu bandara. Foto: AP I

Memasuki ruang tunggu bandara, Travelers akan dihadapi dengan ruang tunggu yang super duper luas (beda ya sama Bandara Adisutjipto). Di sini, kamu bisa menunggu penerbangan dengan nyaman sambil menikmati suasana pesawat yang berlalu-lalang di apron (tempat parkir pesawat).

Travelator. Foto: AP I

YIA juga dilengkapi dengan travelator untuk mempercepat mobilitas penumpang. Travelator ini penting agar Travelers nggak kelelahan saat berjalan di terminal.

Baca Juga: Fakta-Fakta Tentang Penerbangan yang Wajib Kamu Tahu

Memiliki terminal penumpang seluas 219.000 meter persegi, YIA dapat menampung hingga 20 juta penumpang per tahun atau 11 kali lebih besar dari Bandara Adisutjipto yang hanya dapat menampung 1,8 juta penumpang per tahun (sumber).

Baca juga:  30 Istilah Penerbangan yang Wajib Kamu Tahu

“Among Bocah”, Area Bermain Anak Berbentuk Pesawat

Among Bocah. foto: AP I

Di area ruang tunggu bandara YIA, Travelers akan menemukan area bermain anak yang lain daripada yang lain. Instalasi ini bernama “Among Bocah”, yang selain merupakan karya seni, tapi juga berfungsi sebagai sarana bermain serta edukasi penerbangan untuk anak. Berbentuk seperti pesawat capung, anak-anak dapat belajar mengenai sejarah dan seluk beluk pesawat di area ini.

Atap Kawung Penuh Warna

Atap kawung. foto: AP I

Masih ingat atap kawung yang merupakan ciri khas YIA? Ketika malam hari, lampu atap kawung tersebut akan menyala berpendar dengan warna yang beraneka ragam, membuat bandara ini semakin terlihat mewah dan elegan.

Sudut lain atap kawung. Foto: Ap I

Saya jadi penasaran ingin mencoba landing di YIA pada malam hari dan menimati keindahan atap kawung ini. Pasti akan menjadi momen yang sangat berkesan.

Travelers, gimana pendapat kamu tentang Yogyakarta International Airport? Kalau saya senang banget karena akhirnya Yogyakarta punya bandara yang representatif untuk wisawatan domestik maupun mancanegara. Dan yang paling penting, bandaranya bagus dan nyeni banget. Bikin Jogja makin istimewa. Yuk, ceritakan pendapat kamu tentang YIA di comment, ya.

Sumber: Website AP I, Instagram @ap_airports dan @bandarayogyakarta

Share it: