DIANISEKARING Kuliner Jogja

Sebagai mantan mahasiswa yang pernah merantau 4 tahun lamanya di Jogja, kota ini memiliki tempat yang spesial di hati saya. Bisa dibilang, kota ini yang membuat saya berproses hingga menjadi saya yang seperti sekarang ini. Salah satu yang membuat saya rindu akan Jogja, selain wisata alam, budaya, serta kenangan yang tertinggal disana, adalah kulinernya.

Yang akan saya bahas di tulisan ini mungkin bukan kuliner touristy yang sering dibahas di akun-akun Instagram atau website traveling kekinian. Karena, jujur sih saya sudah pernah nyobain kuliner-kuliner hits dengan tempat Instagrammable seperti yang disarankan oleh akun-akun tersebut, tapi kok di lidah rasanya kurang pas. Akhirnya, saya kembali lagi ke selera awal saya, yaitu kuliner yang membuat saya rindu akan Jogja. Apa saja kuliner-kuliner tersebut? Yuk, kita simak bersama ya, Travelers.

1. Gudeg

Gudeg Yu Djum

Semua orang tahu bahwa kuliner di Jogja yang paling khas adalah gudeg. Untuk yang tidak terbiasa, mungkin gudeg Jogja terasa terlalu manis di lidah. Gudeg umumnya disajikan bersama opor ayam, krecek pedas, telur pindang, dan nasi putih panas. Tak lupa, diwadahi dengan alas daun pisang agar makin tradisional.

Beberapa gudeg di Jogja yang sudah pernah saya coba adalah Gudeg Pawon, Gudeg Bromo, Gudeg Permata, dan Gudeg Yu Djum. Rasanya begitu legit dan nikmat, apalagi jika dinikmati bersama para sahabat.

Baca Juga: 10 Tempat yang Wajib Dikunjungi di Yogyakarta

Tempatnya juga spesial nih. Gudeg Pawon terletak di ‘pawon’ atau dapur, jadi kita seperti minta makan ke dapur rumah orang sambil mengantre. Kalau Gudeg Bromo terletak di trotoar Jl. Affandi, Gejayan. Sementara Gudeg Permata terletak di belakang bioskop tua di Yogyakarta (yang saat ini sudah tidak beroperasi, jadi agak horor hehehe) yaitu Bioskop Permata. Untuk Gudeg Yu Djum buka cabang hampir di seluruh wilayah di kota Yogyakarta.

Untuk gudeg selain Gudeg Yu Djum tadi baru buka pada malam hari ya sekitar jam 22.00, jadi bersiaplah menggendut 😀

2. Bakmi Jawa Pak Pele Alun-Alun Utara

Pergi ke Jogja rasanya kurang lengkap jika tidak berkunjung ke Alun-ALun Utara atau Selatan. Disinilah, kita bisa merasakan suasana Jogja yang sesungguhnya. Di Alun-Alun Utara, ada sebuah bakmi Jawa legendaris yang menjadi favorit saya, yaitu Bakmi Jawa Pak Pele yang baru buka di malam hari (selepas magrib).

Seperti warung bakmi Jawa pada umumnya, Bakmi Jawa Pak Pele menyajikan menu bakmi godog, bakmi goreng, nasi goreng, dan magelangan. Favorit saya tentu bakmi godog dengan mi yang lembut, kuah yang kental dan nikmat yang dilengkapi dengan potongan ayam, telur, serta daun bawang dan bawang goreng yang melimpah. Segerr banget. Bikin perut hangat di tengah angin malam Jogja.

Baca Juga: YIA Buat Yogya Makin Istimewa

3. Ayam Geprek Bu Rum

Banyak orang yang mengatakan bahwa Bu Rum adalah pioner ayam geprek di Indonesia. Saya rasa hal tersebut benar. Saya pertamakali datang ke kedai ini mungkin sekitar tahun 2010, diajak oleh sahabat saya Diaz Bela (hai Diaz!).

Call me lebay. Tapi menurut saya, Ayam Geprek Bu Rum itu adalah yang paling otentik. Ayam panas yang baru matang dari penggorengan diuleg bersama cabai (yang bisa kita request jumlahnya), potongan tomat, terasi, garam, dan mecin. Bisa juga tambah lauk untuk diuleg seperti tempe goreng atau telur dadar.

Rasanya beuh.. nikmat tak tertandingi! Sampai sekarang belum ada yang bisa menyaingi nikmatnya geprek Bu Rum di lidah saya. Jadi ya para penjual ayam geprek, ayam itu digeprek bersama sambalnya, bukan digeprek lalu diolesin sambal di atasnya.. 😀 Ayam Geprek Bu Rum ini juga sudah banyak buka cabang di Jogja, biasanya saya beli yang di PKL Mrican, Gejayan.

4. Coto Makassar dan Pisang Ijo “La Capila” Kotabaru

Di Jogja kok kangennya makanan Makassar? Hahaha. Iya nih, soalnya coto Makassar dan es pisang ijo paling sedap dan mantap yang pernah saya makan ya di sini.

Letak rumah makan ini terletak di Asrama Sulawesi Selatan Jl. Krasak, Kotabaru, Yogyakarta. Tempatnya menang agak mini, panas, dan sempit, namun untuk makanannya nikmat banget.

Coto Makassarnya gurih nikmat, apalagi jika dipadukan dengan buras dan bakwan udang panas yang disajikan di meja. Pisang ijonya lembut, berpadu dengan bubur sumsum yang harum, beda banget sama pisang ijo yang biasa dijual di pasaran. Wajib banget cobain kalau ke Jogja.

5. Ayam Goreng Mbah Cemplung

Ayam Goreng Mbah Cemplung

Ini dia ayam goreng kampung paling spesial di Jogja, yaitu Ayam Goreng Mbah Cemplung yang terletak di Sentra Gerabah Kasongan, Bantul. Diungkep dengan bumbu rahasia, ayam goreng ini disajikan dengan “dicemplung” terlebih dahulu ke minyak panas, sehingga ayamnya cenderung lembut dan tidak garing.

Ayamnya besar-besar, disajikan dengan lauk sampingan seperti tahu, tempe, dan lalapan yang menggugah selera. Bumbu ayamnya meresap hingga ke tulang, sepertinya ini ayam kampung terenak yang pernah saya makan. Dicocol dengan sambal dadakan, rasanya ingin menambah nasi lagi dan lagi.

Untuk minumannya, jangan lewatkan aneka minuman tradisional Jogja seperti es beras kencur. Segar banget diminum di siang hari, di tengah udara panas Jogja.

Travelers, itulah 5 kuliner yang bikin saya rindu dengan Jogja. Sebenarnya list-nya masih panjang, namun sayang sekali saat ini banyak tempat makan favorit saya yang sudah tutup atau rasanya sudah tidak sama seperti dahulu (sedih).

Kalau kamu liburan ke Jogja, biasanya kuliner apa yang tidak pernah kamu lewatkan? Share ceritamu di comment ya, Travelers!

Share it: