DIANISEKARING Di rumah aja

Hai, Travelers! Sudah hari ke berapa nih karantina mandiri di rumah karena COVID-19? Saya mungkin sudah lebih dari 1 bulan tidak pernah melihat dunia luar. Saya sudah lupa bagaimana rasanya jalan-jalan, even cuma belanja ke supermarket karena tugas tersebut didelegasikan ke suami.

Selama #dirumahaja ini, saya berusaha untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, karena stres banget gak bisa berkegiatan dengan normal apalagi dalam kondisi hamil seperti ini.

Baca Juga: Kehamilan Kedua dan Menjadi Stay-at-Home Mom

Nah, oleh karena itu saya mau berbagi tips hal-hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang di tengah pandemi COVID-19 ini agar bisa lebih produktif. Disclaimer: sebenarnya saya juga nggak produktif-produktif amat, lebih banyak tepar dan rebahannya (ibu hamil can relate, hehe). Tapi, setidaknya saya bisa melakukan beberapa hal di bawah ini sambil rebahan biar gak merasa useless banget.

1. Belajar Bahasa di DuoLingo

Tampian Aplikasi DuoLingo

Buat yang belum tahu, DuoLingo adalah aplikasi gratis untuk belajar berbagai macam bahasa via smartphone. Contoh bahasa yang ditawarkan adalah Bahasa Perancis, Spanyol, Jerman, Italia, Jepang, China, Korea, sampai Bahasa Arab dan Swahili juga ada. Lengkap banget. BTW ini saya gak dibayar ya sama DuoLingo, memang mempromosikan dengan suka hati karena sebagus itu.

Nah kenapa saya sarankan untuk menginstall aplikasi ini di smartphone, karena sistem pembelajaran DuoLingo sangat fun dan dikemas seperti game dengan berbagai level.

Setiap menyelesaikan 1 materi, kita akan diberikan reward berupa XP (poin) yang akan terakumulasi setiap harinya. Lalu, kita bisa membandingkan posisi kita dengan teman-teman kita atau user lain. Asyik kan, kalau nanti kelar pandemi COVID-19 kita sudah bisa bahasa asing baru.

2. Ikut KulWap dan Online Class

Selama #dirumahaja ini, saya sudah ikut beberapa KulWap dan online class, diantaranya kulwap Playful Parents 101 bersama Grace Melia, kul-Telegram Advanced WordPress bersama Shinta Ries, kulwap Mengelola Keuangan Keluarga bersama Annisa Steviani dan Windy Teguh (baru mau mulai), online class Influencer Marketing bersama MomInfluencer, dan online class Tantrum 101 bersama Damar Wijayanti dan Putri Sarah.

Semua saya dapat informasinya melalui media sosial, dan alhamdulillah kelas-kelasnya sangat menarik dan insightful sehingga bermanfaat untuk menambah wawasan. Biar media sosial nggak dipakai buat curhat dan kepo mulu, marilah kita gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat.

Beberapa penyedia layanan belajar online juga sedang diskon/ gratis selama pandemi ini seperti SkillAcademy, TechinAsia, Coursera, Udemy, dan lain-lain.

3. Belajar Fotografi dan Desain

Menurut saya, ilmu fotografi itu mutlak dimiliki oleh blogger dan yang berita-cita menjadi influencer. Minimal yang basic aja dulu. Terus terang kadang saya suka geuleuh melihat blogger/ influencer yang mencantumkan foto ‘sekenanya’: blur, gelap, fokusnya nggak jelas, kadang cuma foto slide show atau spanduk kegiatan doang. Ya intinya sih bikin orang malas untuk menyimak lebih jauh karena visualnya tidak menarik.

Sebenarnya nggak perlu kamera mahal, pakai smartphone saja sudah cukup asal teknik pengambilan fotonya benar (komposisi, framing, tone, fokus, dll). Buat teman-teman yang mau belajar trik-trik smartphone photography, banyak kok sumbernya bertebaran di Instagram, Twitter, Youtube, bahkan TikTok. kalau salah satu favorit saya adalah @piokharisma di Twitter dan Instagram.

Tampilan Canva

Untuk mempercantik tampilan desain di media sosial atau blog, nggak perlu pusing-pusing. Cukup buka website Canva.com, pilih template (IG post, IG story, Blog Banner, dll), customize sesuai keinginanmu, dan jadi deh. Nggak pakai lama dan nggak butuh teknik desain. Canva ini adalah salah satu aplikasi penyelamat saya (dan banyak blogger lainnya).

4. Optimasi Blog

Selepas mengikuti kelas Advanced WordPress bersama Mbak Shinta Ries, saya jadi kepikiran tentang performa blog saya. Dari dulu sih kepikiran, tapi rada paniknya baru sekarang, hehe. Untuk mengaudit performa blog, saya menggunakan Google Page Speed Insights.

Tampilan Google page Speed Insights

Google Page Speed Insights adalah sebuah website dari Google Webmaster untuk mengaudit kecepatan situs kita yang ditampilkan dalam skala angka. Merah/buruk)= 0-49, Kuning/ perlu perbaikan= 50-89, Hijau/ baik=90-100. Kalau blog saya sendiri, hasilnya masih perlu perbaikan.

Kecepatan blog menjadi penting untuk meningkatkan trafik, karena website yang lambat tidak disukai oleh Google maupun pembaca. Google Speed Insights akan memberikan saran hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengoptimasi kecepatan situs. Dijamin, ngulik ini bakal makan waktu lama karena harus dicari akar masalahnya. Untuk perihal optimasi blog ini lebih lanjut akan saya jelaskan di tulisan terpisah, ya.

5. Asah Skill Bermusik

Ingin belajar alat musik baru? Mengembangkan skill bernyanyi? Atau menambah skill bermusik? Sekarang adalah waktu yang tepat karena kita punya banyak waktu luang. Sumber belajar bisa dari Youtube atau situs lainnya.

Kalau saya, saya berusaha untuk meningkatkan skill bermain biola saya yang masih begitu-begitu aja. Sedih euy belajar biola dari jaman SMP tapi skill-nya masih ketinggalan jauh dari orang-orang. Hehehe. Buat teman-teman yang main biolanya jauh lebih senior mungkin paham kalau teknik bermain biola saya masih cacat disana-sini.

Dalam waktu dekat ini, saya juga berkeinginan untuk membuat video kolaborasi musik dengan teman-teman orkestra saya waktu kuliah dulu. Semoga kesampaian!

Nah kira-kira seperti itu 5 cara produktif isi waktu luang saat #dirumahaja versi saya. Semoga, kita semua bisa memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat, mulai dari belajar bahasa, fotografi, musik, atau apapun yang kalian suka.

Teman-teman ada yang melakukan hal ini juga nggak? Yuk ditunggu cerita #dirumahaja versi kamu di kolom comment. See you!