Apa yang menjadi hal favoritmu saat melakukan road trip?

Semenjak kecil, keluarga saya sudah akrab dengan road trip, terutama saat dahulu rutin mudik ke kampung ibu saya di Karanganyar, Jawa Tengah via Pantura. 14 jam perjalanan Tangerang Selatan – Karanganyar (saat itu belum ada tol Trans Jawa) terasa menyenangkan karena bisa mampir-mampir di setiap kota yang disinggahi.

Ingin makan sop buntut enak? Mampir ke Pekalongan (bisa sekalian belanja batik juga). Ingin beli wingko babat dan lumpia, tinggal mampir ke Semarang. Perjalanan begitu menyenangkan dan santai karena bisa beristirahat dimana-mana.

Akhir tahun 2019, saya dan suami melakukan road trip ke Yogyakarta dan Solo. Dengan adanya tol Trans Jawa, perjalanan memang menjadi lebih singkat (dan lumayan bebas macet), namun perjalanan menjadi agak monoton karena ketemunya tol terus. Mau rehat di rest area pun terkadang penuh, cari parkir saja susah. Kebayang antre toiletnya bakal sepenuh apa. Namanya juga perjalanan jauh, semuanya rebutan ingin beristirahat.

Baca juga:  10 Tempat yang Wajib Dikunjungi di Yogyakarta

Baca Juga: YIA Buat Yogya Makin Istimewa

Di perjalanan pulang, suami berkata bahwa kami akan singgah di satu rest area unik di Brebes yang merupakan ex pabrik gula zaman Belanda. “Horor gak??” adalah respon pertama saya yang memang penakut. You know lah gimana horornya bangunan-bangunan zaman kolonial 😀

Rest Area Terunik di Indonesia

Mau makan apa?

Rest area tersebut adalah Rest Area KM 260 B Banjaratma yang terletak di kota Brebes (arah Jakarta). Rest area ini juga merupakan area istirahat terbesar di Tol Trans Jawa.

Apa yang membuat rest area ini begitu unik? Tentu saja tampilan bangunannya yang bergaya industrial, cakep dan klasik sekali. Selain itu rest area ini masih menyisakan reruntuhan dari bangunan-bangunan asli peninggalan pabrik gula yang menjadi spot favorit berfoto para pengunjung.

Nggak kayak lagi di rest area kan?
Aneka makanan dan kudapan disajikan

Tampilan rest area juga dibuat dengan begitu modern. Ketika berkunjung ke sana, perasaan saya seperti sedang berkunjung ke bazaar-bazaar kekinian di Jakarta. Makanan, minuman, suvenir dan oleh-oleh tersedia lengkap di sini. Jadi kayak one-stop shopping.

Ada kedai kopi juga

Rest area ini merupakan hasil dari sinergi beberapa BUMN. Terlihat, dari logonya yang mencolok dimana-mana, serta gerai-gerainya yang merupakan mitra binaan BUMN yang bersangkutan. Menurut saya, hal tersebut adalah hal yang sangat positif karena dapat mendorong perekonomian UMKM lokal.

Baca juga:  Terpukau Indahnya Linow

Tempat Rehat yang Pas untuk Keluarga

Jika kamu traveling bersama anak kecil seperti saya, maka rest area KM 260 B Banjaratma ini sangat layak untuk disinggahi. Pasalnya, di rest area ini terdapat berbagai atraksi yang dapat menghibur anak-anak, seperti kandang burung raksasa, lokomotif tua, dan air mancur berwarna-warni.

Berasa lagi di kebun binatang 😀

Baca juga: Bermain Bersama Burung Hantu di Barn Owl Cafe Tangerang

Lokomotif peninggalan Belanda

Di rest area ini juga tersedia masjid dengan arsitektur unik yang dapat digunakan untuk beribadah bagi umat muslim.

Masjid di Rest Area Banjaratma

Yang perlu diperbaiki dari rest area ini menurut saya adalah pencahayaan yang kurang di malam hari, jadi mau jalan ke masjid agak susah karena gelap banget. Mana saya kan sambil gandeng anak piyik yang lari-larian, takut hilang di tengah kegelapan.

Di sudut-sudut rest area, masih nampak bangunan asli yang tidak dipugar, jadi yah ngeri-ngeri sedap gitu. Pokoknya rasakan sendiri sensasinya, ya. Hihihi.

Baca juga:  Wisata Nisan di Taman Prasasti Jakarta

Anyway, saya senang sekali bisa berkunjung ke rest area ini. Rest area rasa tempat wisata, karena saya banyak ngider untuk foto-foto 😀 Buat kamu yang berencara road trip melintasi Jawa, tidak ada salahnya mampir ke Rest Area KM 260 B Banjaratma untuk melepas lelah.

Happy traveling!

Share it: