Hai Travelers, kali ini saya akan berbagi kisah tentang menghadiri wisuda adik saya di Cilacap, Jawa Tengah. Saat itu, adik saya sedang mengambil pendidikan penerbang di Perkasa Flying School Cilacap dan mendapatkan lisensi PPL (Private Pilot License)/ CPL – IR (Commercial Pilot License – Instrument Rating). Selama sekitar 3 tahun, adik saya sekolah berpindah-pindah asrama/ mess, mulai dari Pangandaran, kota-kota kecil di Jawa Tengah, hingga akhirnya menetap di Cilacap sampai wisuda.

Perjuangan Panjang Calon Pilot

Melihat perjuangan adik saya untuk bisa lulus dan menjadi pilot sungguh perjalanan yang panjang dan luar biasa. Banyak ilmu, praktek lapangan, dan kegiatan fisik yang dilakukan.

Baca Juga: Ingin Menjadi Seorang Pilot? Begini Caranya

Saya tertawa geli waktu melihat fotonya sedang “mandi oli” pasca terbang solo (sendiri) untuk yang pertama kalinya. Tradisi “mandi oli” merupakan prosesi yang jamak dilakukan oleh sekolah penerbangan sebagai ungkapan rasa syukur pengajar dan murid. Kenapa harus “mandi oli”? Usut punya usut, agar si calon pilot merasa “menyatu” dengan kendaraan yang dikemudikannya alias pesawat.

Adik saya dan pesawat bermesin tunggal

Sebagai informasi, saat calon pilot sedang belajar untuk mendapatkan lisensi PPL, belajarnya tidak menggunakan pesawat Boeing atau Airbus yang besar, melainkan menggunakan pesawat kecil bermesin tunggal. Walhasil, saya sebagai kakak cukup deg-degan saat dikabari sang adik telah lulus terbang solo dengan pesawat kecil tersebut. Nggak pernah terbayang di dalam benak saya bagaimana rasanya berada di dalam pesawat kecil tersebut, apalagi mengemudikannya.

Baca juga:  9 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Berangkat Haji

Baca Juga: Panduan Naik Pesawat Untuk Pertama Kali

Dan lagi, semenjak kecil adik saya bercita-cita sebagai pilot untuk meneruskan profesi ayah saya yang (dahulu) menjadi pilot di maskapai Mandala Air (ada yang masih ingat maskapai ini?). Oleh karena sentimentil dan pentingnya acara ini, saat adik saya menelpon di sore hari itu mengabarkan bahwa ia akan diwisuda 2 hari kemudian, saya langsung menyanggupi untuk datang, walaupun sempat terpikirkan, “Di Cilacap nginep dimana ya?”

Booking Hotel Tanpa Repot via Pegipegi

Setelah adik saya menelpon, saya langsung mem-booking hotel di Cilacap via aplikasi Pegipegi. Kenapa Pegipegi? Karena rate hotelnya merupakan yang termurah, serius deh 😀 Cara pesannya juga gampang banget, tinggal mengikuti petunjuk yang ada di aplikasi.

Di menu utama aplikasi Pegipegi, pilih “Hotel”
Isi tujuan, tanggal menginap, jumlah tamu, dan jumlah kamar. Kemudian klik “Cari kamar”
Informasi hotel tertera dengan jujur dan lengkap

Selain itu, karena Cilacap benar-benar masih ‘daerah’, bukan merupakan tempat yang turistik seperti Bali, saya perlu memesan hotel melalui aplikasi yang terpercaya. Jangan sampai deh murah tapi amsyong sesampainya disana. Untungnya, di aplikasi Pegipegi terdapat fitur “Rating” yang memungkinkan saya untuk membandingkan satu hotel dengan hotel lainnya.

Walaupun murah, tapi hotel harus tetap nyaman dengan fasilitas yang mendukung, dong. Pokoknya kalau mau pesan hotel murah, via Pegipegi aja, ya!

Baca juga:  Wisata Keluarga di Taman Bunga Kutabawa

Setelah membandingkan beberapa hotel yang ada di Cilacap (FYI, hotel di Cilacap tidak banyak, hanya sekitar 10-an hotel bintang 1 s.d. 3), saya memilih untuk menginap di @HOM Premiere Cilacap. Pertimbangannya adalah fasilitas yang luar biasa bagus untuk hotel bintang 3, serta lokasinya yang dekat dengan lokasi wisuda adik saya. Rate hotelnya pun masih cukup terjangkau, hanya sekitar Rp 275.000,- saja per malam per kamar. Saya memesan 2 kamar karena bepergian dengan orangtua. Walaupun pesan kamarnya mendadak, Alhamdulillah kami masih kebagian kamar.

Perjalanan ke Cilacap

Saya dan orangtua menempuh perjalanan darat menggunakan mobil pribadi selama 8 jam menuju ke Cilacap. Kami menempuh rute via Pantura, kemudian berbelok ke arah selatan hingga akhirnya tiba di Cilacap. Kesan pertama saya terhadap kota ini adalah “Sepi banget, ya!”. Maklum, saat itu saya sudah terbiasa dengan hingar-bingar kehidupan di kota Jakarta dan sekitarnya.

Hotel @HOM Premiere Cilacap

Kami tiba di hotel @HOM Premiere Cilacap pada sore hari dan langsung check-in. Setelah sampai di kamar, ternyata kamarnya cukup bagus. Nice banget untuk ukuran hotel bintang 3.

@HOM Premiere Cilacap. Foto: Pegipegi
Lobby utama hotel. Foto: Pegipegi

Kamar cukup luas, kamar mandi bersih, fasilitas hotel cukup lengkap. Alhamdulillah, kami dapat membersihkan diri dan beristirahat sejenak.

Kamar yang sangat nyaman untuk hotel bintang 3. Foto: Pegipegi
Santai sejenak di kamar yang nyaman

Setelah beristirahat, kami mencari makan dan berwisata sejenak ke Pantai Teluk Penyu, Cilacap. Pantai ini terletak tak jauh dari hotel, hanya sekitar 15-20 menit dengan mobil.

Pantai Teluk Penyu Cilacap

Pantainya sepi, masih bersih dan indah 🙂 Di pinggi pantai, kami menikmati hidangan seafood khas Cilacap. Sedap banget apalagi makannya sambil memandangi pantai.

Baca juga:  Mengenal Minyak Esensial di Rumah Atsiri Indonesia

Wisuda Para Calon Pilot

Sekitar pukul 08.00 pagi, kami sudah berada di hanggar pesawat Perkasa Flying School untuk menyaksikan wisuda para calon pilot. Acara dibuka dengan sambutan dari pimpinan sekolah, kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyerahan bendera pusaka.

Penyerahan bendera pusaka

Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemasangan semacam jas almamater kepada para siswa. Acaranya sederhana saja, pesertanya pun tidak banyak, hanya sekitar 30-an siswa.

Prosesi wisuda
Alhamdulillah!

Alhamdulillah, pada hari itu adik saya telah mengantongi sertifikat Private Pilot License (PPL) dan Commercial Pilot License – Instrument Rating (CPL – IR). Tapi, ini baru langkah awal untuk menjadi seorang pilot ‘seutuhnya’.

Baca Juga: Dear Mahasiswa, Siapkan Dirimu Sebelum Masuk ke Dunia Kerja

Untuk menjadi pilot yang memiliki lisensi penerbangan komersial dan berkesempatan untuk melamar kerja di maskapai, ada serangkaian rating/ lisensi lagi yang harus diambil dengan perjuangan dan biaya yang tidak sedikit (akan saya bahas dalam postingan tersendiri, ya).

Saat ini, adik saya sudah bekerja sebagai pilot di sebuah maskapai nasional. Rasanya sebagai kakak, saya turut bangga atas pencapaian dan kerja kerasnya dalam menggapai mimpi dan cita-cita.

Share it: