Hai Travelers! Siapa di sini yang sering naik pesawat udara? Saat ini, pesawat merupakan moda transportasi yang sangat umum digunakan oleh masyarakat.

Menjamurnya tiket promo pesawat (khususnya rute Internasional), tersedianya berbagai pilihan maskapai, dan waktu tempuh yang lebih singkat membuat transportasi udara banyak digemari oleh berbagai kalangan.

Ssst, tapi tahu nggak sih? Ternyata ada lho 12 kesalahan yang sering dilakukan oleh penumpang pesawat udara. Apa aja tuh? Yuk, kita bahas satu-satu ya.

1. Datang ke Bandara Terlalu Mepet Dengan Waktu Keberangkatan

Pesawat boarding jam 08.00 tapi kamu baru sampai di bandara jam 07.45? Say goodbye to your ticket.

Perlu kamu tahu bahwa pihak maskapai membutuhkan waktu sekurang-kurangnya 30 menit sebelum waktu boarding untuk cut off data penumpang demi pembuatan manifest penerbangan. Manifest berisi data penumpang, jumlah kru, muatan yang dibawa, dan informasi lainnya.

Untuk lebih amannya, usahakan datang minimal 2-3 jam sebelum waktu penerbangan. Sambil menunggu waktu, kamu bisa explore kuliner dan shopping, foto-foto di bandara, menikmati reading corner, bahkan menonton film di bioskop bandara (ssst.. Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan punya bioskop bandara pertama di Indonesia lho).

Selain itu, kamu jadi punya spare waktu apabila terdapat kejadian tidak terduga, misal: salah terminal, tiket bermasalah, dan sebagainya.

2. Tidak Melakukan Web Check-in

Self Check-in

WEB CHECK-IN ITU SANGAT PENTING! Banyak orang yang tidak melakukan web check-in karena tidak tahu caranya. Jadi, web check-in itu adalah melakukan konfirmasi (check-in) secara online melalui situs maskapai.

Umumnya, web check-in dibuka 24 jam sebelum waktu penerbangan dan ditutup 2 jam sebelum waktu penerbangan. Pada saat melakukan web check-in, kita bisa memilih kursi pesawat yang diinginkan (kalau favorit saya kursi window).

Setelah web check-in selesai, kirim boarding pass ke e-mail kamu lalu print. Apabila kamu tidak membawa bagasi tercatat, kamu bisa menggunakan boarding pass tersebut untuk masuk ke pesawat.

Namun, apabila kamu membawa bagasi, ketika sampai di bandara kamu harus langsung menuju ke konter check-in untuk drop bagasi.

Web check-in berguna untuk mencegah tiket penerbanganmu terkena overbook, yaitu sebuah kondisi dimana maskapai menjual tiket melebihi kapasitas kursi pesawat.

Baca juga:  5 Fakta Penting Tentang Masker Oksigen Pesawat

Selain itu, kamu bisa menghindari antrian panjang konter check-in bandara (apabila tidak membawa bagasi). Untuk menghindari antrian, kamu juga bisa menggunakan mesin check-in mandiri yang tersedia di bandara.

3. Lambat Saat Berada di Antrian Security Check Point (SCP)

Petugas Aviation Security (AVSEC)

Untuk memasuki ruang tunggu bandara, setiap orang wajib melewati pemeriksaan keamanan yang dinamakan Security Check Point (SCP).

Di SCP, kita wajib meletakkan seluruh barang bawaan di mesin X-ray. Selain itu, seluruh barang logam yang melekat di tubuh harus dilepaskan (handphone, ikat pinggang, barang logam lainnya). Jaket tebal harus dilepas, serta laptop dikeluarkan dari tas dan dimasukkan ke dalam tray.

Apabila tidak cekatan, maka kita akan memperlambat antrian. Kesel banget nggak sih sama penumpang yang lelet? Padahal kita lagi buru-buru!

Mau tahu triknya biar nggak ribet? Lepaskan barang-barang tersebut saat kamu masih berada di dalam antrian kemudian masukkan ke dalam tas. Hal ini dapat mencegah barang-barangmu tertinggal di SCP.

Dengan demikian, ketika berada di SCP kamu tinggal menaruh barang-barangmu di tray kemudian melewati metal detector dengan mudah. Jangan ketika sampai di depan mesin X-ray baru buka ikat pinggang, jaket, dll Bambankk.. kasihan penumpang lain!

4. Membawa Powerbank Berkapasitas >20.000 mAh

Menurut Surat Edaran Menteri Perhubungan No. 015 tahun 2018 tentang Ketentuan Membawa Pengisi Baterai Portabel dan Baterai Lithium Cadangan Pada Pesawat Udara, powerbank dengan kapasitas di atas 20.000 mAh dilarang untuk dibawa dalam penerbangan. Powerbank harus ditempatkan pada bagasi kabin dan tidak boleh terhubung dengan perangkat elektronik lainnya

Kalau sudah terlanjur bawa gimana dong? Powerbank kamu akan disita oleh petugas Aviation Security (AVSEC), namun jangan khawatir, kamu dapat mengambilnya lagi di bandara saat kamu pulang.

Jangan pernah letakkan powerbank di bagasi ya! Kalau kamu sampai melakukannya, maka kamu akan diminta turun dari pesawat oleh petugas untuk mengeluarkan powerbank tersebut dari bagasi (saya lihat sendiri kejadiannya, hehe).

5. Membawa Benda-Benda Terlarang

Aerosol, senjata api, senjata tajam, korek api gas, bahan mudah meledak, terbakar, dan sejenisnya dilarang dibawa dalam penerbangan karena berbahaya.

Baca juga:  Mengintip Keindahan YIA, Bandara Baru Yogyakarta

Begitu pula ketika kamu membawa tripod atau tongsis, wajib diletakkan di dalam bagasi tercatat (tidak boleh dibawa ke dalam kabin). Hal tersebut karena tongsis atau tripod termasuk barang yang dapat digunakan untuk mencederai orang lain.

6. Meletakkan Barang Bawaan di Kursi Ruang Tunggu Bandara Saat Kondisi Terminal Penuh

Terminal Keberangkatan

Pada saat-saat tertentu, bandara akan padat oleh penumpang karena jadwal penerbangan yang berdekatan. Apabila hal tersebut terjadi, jangan pernah meletakkan barang bawaanmu di kursi ruang tunggu. Kursi itu fungsinya untuk orang duduk, bukan untuk barang bawaan kamu. Mohon berempati terhadap penumpang lainnya, ya.

7. Menganggap Pramugari Berkewajiban Untuk Menyimpan Bagasi Kabin di Kompartemen Atas

Harap diingat bahwa setiap penumpang bertanggung jawab atas barang yang dibawanya sendiri. Ketika kamu hendak meletakkan koper di kompartemen atas dan dibantu oleh pramugari, jangan biarkan ia melakukannya sendiri ya!

Pramugari hanya bertugas membantu penumpang. Saya pernah melihat sendiri, seorang ibu-ibu ketika dibantu pramugari malah menyuruh pramugari tersebut untuk mengangkat barang. Pramugari tersebut berkata, “Angkat berdua, Bu! Kalau sendirian saya juga gak kuat!”

8. Duduk di Kursi Orang Lain di Pesawat

Ini super malesin sih, ketika kita mau duduk di kursi, eh kursi kita ditempati oleh orang lain! Padahal sudah bela-belain web check-in 24 jam sebelumnya biar bisa duduk di window seat!

Please Travelers, jangan pernah duduk di kursi orang lain ya. Apabila kamu ingin bertukar kursi (misal ketika bepergian dengan keluarga), mintalah secara baik-baik kepada orang tersebut. Duduk di kursi orang lain secara paksa sangat tidak etis dan tidak beradab.

Baca Juga: 5 Fakta yang Perlu Kamu Tahu Seputar Turbulensi Pesawat

9. Menggunakan Handphone Pada Saat Pesawat Lepas Landas dan Mendarat

Pesawat menggunakan sinyal frekuensi radio dan radar untuk sistem navigasi perjalanan. Sinyal yang dikeluarkan oleh handphone penumpang dapat mengganggu sistem tersebut. Akibatnya, keselamatan penerbangan menjadi taruhannya.

10. Merebahkan Sandaran Kursi Tanpa Izin

Buat Travelers yang pernah naik pesawat, pasti tahu dong gimana sempitnya kursi kelas ekonomi? Ya walaupun nggak sempit-sempit amat tapi bayangin deh gimana sempitnya kalau penumpang di depan kita merebahkan sandaran kursi sepanjang perjalanan?

Baca juga:  5 Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Duduk di Kursi Dekat Pintu Darurat Pesawat

Hal ini saya alami ketika perjalanan pulang dari Jeddah ke Jakarta. Selama 10 jam, bapak-bapak di depan saya merebahkan sandaran kursi. Selain itu, ia menghempaskan dirinya dengan cukup keras di kursi sampai makanan saya jatuh ke lantai. Kesal banget! Paling tidak, berempatilah kepada penumpang yang duduk di belakang kita.

11. Tidak Melipat Meja, Menegakkan Sandaran Kursi, dan Membuka Penutup Jendela Saat Take-Off dan Landing

Ketika lepas landas (take off) mendarat (landing) pramugari akan meminta penumpang untuk melakukan beberapa hal, yaitu melipat meja, menegakkan sandaran kursi, dan membuka penutup jendela. Kadang, ada saja penumpang yang ngeyel, namun pasti akan langsung ditegur oleh pramugari. Sebenarnya, apa sih tujuannya?

Melipat meja dan menegakkan sandaran kursi bertujuan agar kamu dan penumpang di sekitarmu memiliki ruang gerak yang cukup apabila diperlukan evakuasi saat terjadi keadaan darurat.

Ketika keadaan darurat terjadi, penumpang dan awak kabin hanya memiliki waktu kurang dari 90 detik untuk menyelamatkan diri. Maka dari itu, penting untuk mengetahui pintu keluar darurat terdekat.

Baca Juga: Pentingnya Memerhatikan Prosedur Keselamatan dalam Penerbangan

Sementara itu, membuka penutup jendela dan mematikan lampu kabin bertujuan agar penumpang dan awak kabin aware dengan kondisi di luar pesawat dan dapat menginformasikan apabila terjadi keadaan darurat, misalnya mesin pesawat terbakar.

12. Terburu-Buru Keluar dari Pesawat Setelah Landing

Nah, ini dia penyakitnya warga Indonesia, yaitu ketika pesawat baru saja landing, langsung pada gruduk-gruduk gak sabar mau keluar. Santuy aja dan selow!

Pesawatnya nggak akan kemana-mana kok. Kalau kamu membawa bagasi juga butuh waktu hingga bagasi tersebut keluar. Santai saja, duduk tenang sampai giliran kita untuk turun tiba.

Nah, itulah kira-kira 12 kesalahan yang sering dilakukan oleh penumpang pesawat. Semoga, setelah membaca tulisan ini kamu bisa meminimalisir hal-hal tersebut.

Kalau kamu sering melakukan yang mana, nih? Atau mungkin ada yang mau nambahin? Yuk, tulis di comment!

Foto: Dokumentasi AP1

Share it: