5 Fakta yang Perlu Kamu Tahu Seputar Turbulensi Pesawat

5 Fakta yang Perlu Kamu Tahu Seputar Turbulensi Pesawat

Turbulensi dan perjalanan udara seperti dua hal yang tidak terpisahkan. Bagi sebagian orang, turbulensi mungkin terasa menyeramkan, khususnya bagi mereka yang memiliki fobia naik pesawat terbang (aviophobia).

Saat turbulensi terjadi, awak kabin akan memberikan peringatan kepada seluruh penumpang untuk kembali ke tempat duduk, mengencangkan ikat pinggang, serta tidak diperkenankan untuk menggunakan toilet pesawat. Selain itu, penyajian makanan dan minuman akan dihentikan sementara untuk alasan keselamatan.

Baca Juga: Etika Saat Naik Pesawat

Pada kenyataannya, turbulensi tidaklah semenakutkan yang kita kira. Yuk, ketahui fakta-fakta seputar turbulensi pada pesawat udara.

1. Turbulensi Disebabkan oleh Aliran Udara

Turbulensi pada pesawat disebabkan oleh aliran udara (jet streams) yang memiliki perbedaan kecepatan dan tekanan sehingga membuat pesawat berguncang (bumpy). Berikut seperti dikutip dalam Business Insider:

The most common cause is turbulent air in the atmosphere. Jet streams trigger sudden changes in wind speed that can rock the plane. Another type is thermal turbulence. It’s created by hot rising air, usually from cumulus clouds or thunderstorms.”

Business Insider

Besar kemungkinan turbulensi terjadi apabila cuaca sedang kurang baik, namun tidak menutup kemungkinan turbulensi juga terjadi saat cuaca cerah.

Baca juga:  Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Ramah Autisme

2. Turbulensi Aman Bagi Penerbangan

Turbulensi itu ibarat ketika kita naik motor atau mobil di jalan, lalu bertemu jalanan yang rusak. Sangatlah wajar terjadi, kan?

Kemungkinan pesawat jatuh karena turbulensi juga sangatlah kecil. Jadi, nggak kayak di film-film ya, ketika pesawat dilanda badai hebat lalu langsung wassalam jatuh berkeping-keping.

Baca Juga: Fakta-Fakta Tentang Penerbangan yang Wajib Kamu Tahu

Seiring dengan perkembangan teknologi, pesawat dirancang untuk tahan terhadap turbulensi. Apabila terjadi turbulensi berat, maka pilot akan melakukan manuver untuk mencari ‘jalan’ yang aman. Selain itu, pilot akan menurunkan kecepatan ketika bertemu dengan turbulensi sehingga pesawat tidak akan berguncang terlalu keras dan penumpang tetap merasa nyaman selama perjalanan. Yang penting, tetap duduk dan kencangkan ikat pinggang, serta menghindari pergi ke toilet selama turbulensi terjadi.

3. Pilot Sudah Mengetahui Kapan Turbulensi Akan Terjadi

Sebelum terbang, pilot akan diberikan sebuah laporan yang berisi tentang perkiraan cuaca (forecast) selama perjalanan beserta informasi pendukung lainnya. Selain itu, pesawat juga dilengkapi dengan radar cuaca sehingga pilot dapat mengetahui potensi turbulensi yang akan terjadi sekurang-kurangnya 6 mil sebelum pesawat menghantam gangguan tersebut.

Baca juga:  Pentingnya Memerhatikan Prosedur Keselamatan dalam Penerbangan

4. Turbulensi Akan Lebih Terasa Jika Kamu Menggunakan Pesawat Kecil

Apa pesawat terkecil yang pernah kamu gunakan? Cessna? ATR? Bombardier?

Berada di dalam pesawat kecil layaknya mengarungi ombak di lautan dengan menggunakan getek. Kerasa nggak ombaknya? Oh pasti jelas kerasa banget. Berbeda halnya kalau kita menggunakan kapal pesiar, tentu ombak sekecil itu tidak akan berarti. Perbedaan efek tersebut diakibatkan oleh perbedaan dimensi ukuran dan berat pesawat.

5. Duduk di Bagian Tengah Pesawat dapat Mengurangi Efek Turbulensi

Untuk kamu yang phobia naik pesawat, untuk meminimalisir efek turbulensi, pilihlah tempat duduk di bagian tengah pesawat. Hal ini terjadi karena di bagian tengah pesawat terdapat sayap yang berfungsi sebagai penyeimbang.

Ketika turbulensi terjadi, penumpang yang duduk di bagian ekor pesawat akan merasakan goncangan yang lebih keras daripada penumpang yang duduk di bagian tengah/ sayap pesawat.

Baca juga:  Jangan Tidur Saat Pesawat Lepas Landas dan Mendarat, Ini Alasannya

Nah, kira-kira seperti itu sekilas tentang turbulensi. Kesimpulannya, turbulensi itu hal yang wajar dalam perjalanan udara, jadi nggak perlu takut karena pesawat adalah moda transportasi yang paling aman.

Have a nice flight!

Share it:

This Post Has 45 Comments

  1. dudukpalingdepan

    Wah nambah wawasan banget mbak. Soalnya kalau di film-film kan memang turbulensi digambarkan sebagai tanda-tanda pesawat akan jatuh, huhuhu seram. Saya belum pernah sih ngalamin karena memang selama ini paling naik pesawat yang 1-2 jam perjalanan aja.

      1. Leyla Hana

        Wah jadi Kita bisa minta tempat duduk di tengah ya untuk menghindari turbulensi. Apalagi kalo bawa bayi..biar gak rewel.

  2. Gak kebayang deh kalo naik pesawat kecil, pasti turbulensinya kerasa bangeet. Tapi menarik juga, buat nyobaa.

    1. Seru Mba.. kalau pergi naik pesawat kecil itu rasanya kayak mau pergi ke paradise atau tempat terpencil hehehe. Pesawat terkecil yang pernah aku naikin cuma ATR sih 😀

  3. agi tiara

    turbulensi ini nggak ngefek di aku~ kenapa? karena selama perjalanan aku pasti tidurrrrrr hehehe

  4. Sabda Awal

    wah ternyata turbulensi itu hal yang wajar, karena sama aja kayak berkendara di jalanan berlobang. malah saya baru tahu mbak kalau pilot udah tau 6 mil sebelum lokasi turbulensi. jadi lebih tenang deh

  5. acipah.com

    Situasi paling nggak enak karena serasa perut diaduk-aduk, mau muntah ditahan-tahan karena nggak boleh ke toilet juga. Dilema emang ya xD

    acipah.com

  6. Lita

    Wah kalo duduk di depan kerasa gak ya mba.. enaknya di depan soalnya bisa selonjoran hehe..

    1. hehe iya mba nikmatnya kelas bisnis 😀 Kerasa tapi nggak sekencang di ekor pesawat mba..

  7. Lita

    Kalo duduk di depan kerasa nggak mba turbulensinya..soalnya enak di depan kaki bisa selonjoran hehe

  8. Alfa Kurnia

    Padahal turbulensi itu salah satu faktor yang bikin stres kalau terbang. Apalagi kalau bawa anak-anak. Ternyata nggak semenakutkan yang dikira ya? Cuma karena di udara ya tetap aja kepikiran kalau jatuh gimanaaa…

    1. Betul Mba, inget aja pokoknya kalau naik pesawat insya Allah ini adalah transportasi paling aman 🙂

    2. julz kurniawan

      Kamu Keren banget mom, kerja di Airlines ya. Soalnya jarang jarang nih blog tentang aviation. Saya dulu pernah di Mandala air tapi di sales office ☺️

      1. Ya ampun makasiih Mbak. Aku kerja di pengelola bandara nih Mbak. Wah serius ex Mandala? Ayahku dulu captain di sana 🙂

  9. Rohmahdg

    Apalah aku yang hanya membayangkan jika naik pesawat dan terjadi turbulensi kayak yg ada di video yutub gitu mbak. Jadi tahu hal2 yg berkaitan dg turbulensi pesawat ini, huhuuu… kapan bisa naek burung besi terbang ehheee. Mkasih informasinya mbak

    1. Hihi kalau yang ada di video-video dan film-film mah bikin takut naik pesawat mba. Makasih yaa sudah membaca 🙂

  10. Enny Ratnawati

    Aku blm pernah euy baik pesawat kecil yang ke daerah terpencil gt ya. Kalau pesawat antar provinsi ya kadang emang ada goncangan si. Walau lumayan serem juga hehe. Tapi semakin kesini tampaknya kepasrahan makin tinggi. Jd gak takut turbulensi lagi huhu

  11. Ahalona

    Mbak aku belum pernah naik pesawat, pasti syok dan takut kalo pesawat geterrr goyang-goyang. Maklum agak norak wkwkwk
    Mudah-mudahan dengan tulisan ini lebih mengedukasi orang2 yang awam kayak saya ini yaaaa

    1. Amiin mba, semoga tulisannya bisa bermanfaat ya jadi nanti waktu naik pesawat sudah terinformasi dengan baik 😀

  12. leilaniwanda

    Yang nomor dua, hmmm, menarik analoginya, Mba. Tapi walaupun aman tetap deg-degan juga sih, Mba, hehehe. Rasanya masih sulit melepaskan anggapan bahwa turbulensi itu ya berarti ‘ada apa-apa’. Selain takut, terkadang timbul rasa mual juga, semacam mabuk perjalanan mungkin ya, ditambah efek psikologis, ketika berada di dalam pesawat yang sedang mengalami turbulensi.

    1. Betul mba efek psikologis.. saya juga pernah saking parah turbulensinya langsung muntah-muntah ketika sampai di tujuan. Usut punya usut ternyata karena cuaca buruk.

  13. renayku

    Bener banget mba.. Aku seringnya pilih kursi di tengah karena gak terlalu berasa kalo ada turbulensi. Aku pernah duduk di belakang haduuh berasa banget tuh guncangannya kayak lagi gempa hihiii ga lagi2 deh pilih kursi di belakang

  14. Larasati Neisia

    Akhirnya tau juga penjelasannya. Aku tiap turbulensi gitu auto panik mba. Di pesawat udah doa-doa aja haha. Tapi untungnya aku selalu di tengah pilih kursinya hehe

  15. Heizyi

    Akutuh suka baca blog nya mbak Diani. Selain emang suka dunia penerbangan, akutuh suka takjub sama pilot yg bisa bawa burung besi terbang. Padahal manusia itu kan kecil ya, tp bisa bawa kendaraan segitu besar dan beratnya

    1. Alhamdulillah makasih mba Elok, samaa aku juga takjub banget sama pilot! Hehehe padahal aku bawa motor/ mobil aja masih suka kagok gimana bawa pesawat segede gitu yaa.

  16. Jadi inget dulu pas kali pertama naik, kaget bukan minta ampun
    kenapa merasakann ngilu gitu hahaha. Ternyaata begini ya Mba
    Makasih fakta-fakta yang ditulis emang bener banget mba Dian

  17. Ahalona

    Diriku belum pernah naik pesawat pasti alay kalo naik terus ada geter2 atau guncangan pesawat huhuhu. Untung aku udah baca ini, biar ga kaget pas naik pesawat. Semoga bisa merasakan yaaaaah naik pesawat pas jalan-jalan hihihi.
    Habis kalau nonton di film pas turbulensi itu kayak serem bangettt, ternyata wajar yah namanya juga kena awan.

  18. Irhayati harun

    Terus terang ampe sekarang tuh, aku masih deg degan naik pesawat. Lebih suka naik kereta api atau. Atau kalau jauh kan terpaksa naik pesawat ya . Ternyata tuberlansi gak seram seram amat ya

    1. Aku malah paling suka naik pesawat mbak.. karena cepat.. hehehe. Kalau masih taraf wajar insya Allah ga seram mba turbulensinya 😉

  19. Ola Aswandi

    Suka deg-degan kalau pas naik pesawat terus ada turbulensi.. dan iya ya kalo di bagian ekor tuh rasanya lebih bikin deg-degan deh kalo pas ada turbulensi gitu

  20. Karyati niken

    Ternyata turbulensi “tidak se-seram” seperti yang di film-film ya mba. Hehehe. Btw berarti kalau kita membawa anak kecil, sebaiknya pilih kursi nagian tengah/dekat sayap ya, demi meminimalisir guncangan.

Leave a Reply