Pengalaman Haji: 28 Hari di Tanah Suci

Pengalaman Haji: 28 Hari di Tanah Suci

Mungkin masih banyak diantara teman-teman sekalian yang bingung dan belum ada bayangan sama sekali, sebetulnya ibadah Haji itu ngapain aja sih? Apa saja urutan-urutannya? Kenapa bisa memakan waktu sampai lama banget? Nah, berikut ini saya akan menjabarkan pengalaman saya selama berhaji di Tanah Suci.

Oh ya, saya menggunakan Haji Plus oleh travel Patuna. Buat yang masih bingung bedanya Haji Reguler dan Plus, baca ini dulu ya.

Baca Juga: Haji Reguler vs Plus, Pilih Mana?

Minggu #1: Madinah

Masjid Nabawi

Setelah landing di Madinah, kami langsung menuju ke hotel untuk beristirahat. Jarak antara hotel dengan pintu Masjid Nabawi kira-kira 500 m. Kegiatan di Madinah berisi seputar sholat 5 waktu, ziarah ke Raudhah, serta ziarah kota Madinah (Masjid Quba, kebun kurma, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud).

Tips: Usahakan untuk berada di dalam Masjid Nabawi hingga waktu Syuruq (matahari terbit) agar bisa melihat kubah Masjid Nabawi yang dibuka. Cantik banget!

Kubah Masjid Nabawi Setelah Dibuka

Minggu #2: Mekah

Di pelataran Masjidil Haram

Sesampainya di kota Mekah, kami langsung melaksanakan ibadah umrah yang pertama. Ibadah umrah ini merupakan syarat dari pelaksanaan Haji Tamattu yang akan saya kerjakan.

Urutan pelaksanaan ibadah umrah adalah sebagai berikut:

Mengambil miqat dan niat ihram (sebelum masuk kota Mekah). Saat niat sudah dilafazkan, berlaku larangan-larangan ihram, diantaranya adalah: dilarang menggunakan pakaian berjahit bagi laki-laki, membunuh binatang, memotong kuku, mencukur rambut, memakai wangi-wangian, menikah/ menjadi wali nikah, dan berhubungan suami istri. Apabila larangan ihram ini dilanggar, maka harus membayar dam (denda).

Tawaf

Tawaf (berjalan mengelilingi Ka’bah berlawanan dengan arah jarum jam) 7 kali putaran

Sa’i (berjalan di antara bukit Shafa dan Marwah) 7 kali putaran, diawali di bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwah

Tahallul (menghalalkan diri dari larangan ihram), dengan cara memotong minimal 3 helai rambut. Setelah tahallul dilaksanakan, maka larangan ihram sudah tidak berlaku lagi.

Cantiknya Masjidil Haram

Selama sholat di Masjidil Haram, saya tak henti mengagumi keindahan arsitektur masjid ini. Luar biasa detail, mewah, dan cantik!

Jabal Rahmah

Selama di Mekah, kami melaksanakan sholat 5 waktu di Masjidil Haram serta ziarah napak tilas sejarah Nabi Muhammad Saw. ke Jabal Nur, Jabal Tsur, Mina, Muzdalifah, dan Jabal Rahmah.

Baca juga:  Menikmati Sunyi Bandung di Rumah Pohon dan Bukit Bintang

Minggu #3 #4 Aziziyah – Arafah – Mina – Mekah

Aziziyah merupakan daerah hotel transit yang berbatasan dengan Mina. Aziziyah inilah yang menjadi tempat transit kami selama mabit (bermalam) di Mina. Selama di Aziziyah, kegiatan diisi dengan sholat 5 waktu berjamaah, pengajian, serta pendalaman tentang wukuf dan mabit.

Wukuf di Padang Arafah

Suasana Wukuf di dalam tenda Arafah

Pada tanggal 8 Zulhijjah malam, kami berangkat menuju Arafah setelah sebelumnya mandi ihram dan mengucapkan niat Haji: “Labbaik Allahumma Hajjan”. Sepanjang perjalanan, jamaah disarankan untuk berzikir dan membaca talbiyah sebagai persiapan untuk menjalankan wukuf.

Sesampainya di tenda Arafah pada tengah malam, kami langsung beristirahat di kasur lipat yang sudah disiapkan oleh Maktab. Ustadz menyarankan agar kami memanfaatkan waktu yang tersisa untuk beristirahat, sebelum melaksanakan wukuf pada pagi harinya.

Wukuf sendiri berarti berdiam diri. Wukuf dimulai pada saat matahari terbit sampai dengan terbenam pada tanggal 9 Zulhijjah. Wukuf diisi dengan berdoa, memohon ampun, berzikir, membaca Al Quran, dan ibadah lainnya.

Ibu dan saya saat wukuf di Arafah

Selesai azan Zuhur, kami mendengarkan khotbah Wukuf dan sholat Zuhur serta Ashar. Acara dilanjutkan dengan istirahat dan berdoa bersama. Perasaan saya ketika Wukuf sungguh tidak bisa digambarkan dengan kata-kata: haru, sedih, takut, sebuah perasaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Pada saat Wukuf, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya di Arafah sehingga suasana menjadi sejuk. Subhanallah, semoga menambah rahmat dan berkah pada hari itu.

Tawaf Ifadah, Sa’i, dan Tahallul

Tepat pukul 09.00 malam, kami bertolak naik bus ke Muzdalifah. Di Muzdalifah ini, biasanya para jamaah Haji Reguler akan turun, mencari batu kerikil untuk lempar jumrah, dan bermalam (tanpa tenda). Namun, kami cukup berdiam diri di dalam bus selama beberapa saat (setelah sampai di Muzdalifah), kemudian langsung menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf Ifadah (salah satu rukun Haji) pada dini hari. Pihak travel sudah menyediakan batu untuk lempar jumrah bagi jamaah, sehingga tidak perlu mencari batu sendiri.

Baca juga:  YIA Buat Yogya Makin Istimewa

Baca Juga: Belajar Sabar Saat Berhaji

Tawaf Ifadah dilanjutkan dengan Sa’i dan Tahallul Awal. Maksud dari Tahallul Awal adalah sudah melaksanakan 2 dari 3 rukun Haji, sehingga sudah terbebas dari larangan-larangan ihram kecuali berhubungan suami istri. Tahallul Awal ditandai dengan menggunting minimal 3 helai rambut.

Setelah usai Tahallul, kami makan pagi di Hotel Anjum (hotel di dekat Masjidil Haram) kemudian kembali ke Aziziyah. Walaupun jarak Masjidil Haram – Aziziyah tidak terlalu jauh, namun ketika musim Haji, untuk menuju ke sana dibutuhkan waktu berjam-jam. Walhasil, kami baru sampai di Aziziyah pada pukul 12.00 siang.

Lontar Jumrah dan Mabit di Mina

Jumrah Aqabah

Malam harinya, kami berjalan kaki dari Aziziyah menuju Jamarat (tempat lempar jumrah) untuk melempar Jumrah Aqabah (jumrah besar). Jamarat terdiri dari 5 lantai yang memiliki pintu masuk yang berbeda-beda. Lempar jumrah dilakukan sebanyak 7 kali dengan membaca “Bismillahi Allahu Akbar”. Alhamdulillah, malam itu Jamarat cukup sepi sehingga kami dapat melempar jumrah dengan leluasa. Setelah lempar jumrah Aqabah, maka kami telah melakukan Tahallul Akhir sehingga terlepas dari seluruh larangan ihram.

Seusai lempar Jumrah, kami berjalan kaki menuju Maktab/ tenda di Mina untuk melaksanakan mabit (bermalam). Mabit dilakukan selama 6 jam. Sekitar jam 02.30 pagi, kami pulang dengan berjalan kaki ke Aziziyah. Sebagai informasi, untuk jamaah Haji Reguler dan jamaah Haji Khusus yang tidak memiliki apartemen transit, maka selama prosesi lempar Jumrah tinggal di tenda Mina.

Jalan menuju ke Jamarat

Keesokan malamnya, kami kembali ke Jamarat untuk melempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah masing-masing sebanyak 7 kali. Seharusnya, setelah lempar jumrah kami Mabit di Mina, namun malam itu Mina baru dilanda hujan deras sehingga tenda kami bocor dan basah, serta tidak mungkin untuk ditempati. Akhirnya, kami pulang dan bermalam di Aziziyah, dan pihak Patuna membayar Dam/ denda yang ditentukan.

Keesokan harinya setelah Zuhur, kami kembali ke Jamarat untuk melempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah masing-masing sebanyak 7 kali untuk yang terakhir kalinya. Luar biasa perjuangannya ternyata kalau ke Jamarat di siang hari. Ramai dan panasnya luar biasa!

Baca juga:  Exotic Sumba (3): Pondok Wisata Pantai Cemara, Surga Kecil di Purukambera
Jalan kaki menuju Jamarat
5 lantai Jamarat
Lautan manusia

Seketika kepala saya langsung berkunang-kunang karena kepanasan. Setelah lempar jumrah selesai, kami kembali ke Aziziyah dan membereskan koper untuk dibawa pulang ke Jeddah.

Tawaf Wada

Sebelum meninggalkan kota Mekah, kami melaksanakan Tawaf Wada, atau tawaf perpisahan dengan kota Mekah. Siang itu, Masjidil Haram sangat padat sehingga untuk melaksanakan Tawaf Wada dibutuhkan tenaga ekstra.

Usai Tawaf Wada, seluruh amalan-amalan Haji selesai. Alhamdulillah, lega banget! Setelah itu, kami menuju Jeddah untuk terbang menuju Jakarta 2 hari kemudian.

Tips Melaksanakan Ibadah Haji ke Tanah Suci

1.Bawa pakaian secukupnya saja. Jika kehabisan baju, tinggal mencuci di hotel. Untuk list packing persiapan Haji, bisa dilihat di sini.

2. Gunakan sepatu yang nyaman, kalau bisa tanpa tali agar tidak ribet. Rekomendasi saya: Skechers.

3. Bawa kantong sendal/ sepatu untuk menyimpan alas kaki kita selama berada di masjid. Kantong ini harus dibawa sendiri dan tidak boleh dititipkan ke orang lain, karena kemungkinan kita akan berpisah di masjid.

4. Bawa kacamata hitam, sunblock, masker, dan topi untuk menghalau panasnya Tanah Suci. Gunakan masker selalu agar tidak terpapar penyakit dari jamaah lain (biasanya, banyak jamaah yang batuk/ bersin tanpa menutup mulut)

5. Bawa botol minum kosong untuk diisi air zam-zam. Minum air putih yang banyak agar tidak dehidrasi.

6. Bawa spray/ semprotan air untuk disemprotkan ke wajah dan anggota tubuh lain jika sedang kepanasan. Spray ini juga bisa digunakan untuk berwudu.

7. Ikhlas dan sabar, karena cobaan akan datang dari segala arah, hehehe.

Semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi teman-teman yang berencana untuk menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci. Semoga yang belum pernah ke Tanah Suci segera dicukupkan rezekinya untuk memenuhi panggilan Ilahi. Amin ya Rabbal Alamin 🙂

Share it:

This Post Has 43 Comments

  1. Jasmi Bakri

    Labbaikallahumma labbaik.. Terharu banget baca ceritanya sambil deg2an juga karna memang niat bgy bisa at least sekali aja jadi tamu Allah.. Thanks for sharing mbak..

  2. Hastira

    wah semog amenjadi haji mabrur

  3. Ibadah Mimpi

    Wahhh semoga suatu saat kami bisa menjejakkan kaki di tanah para nabi ini mbak.

  4. Herva Yulyanti

    MasyaAlloh langsung solawat melihat fotonya, membaca tipsnya 🙂 semoga bisa segera melangkahkan kaki ke sana aamiin

  5. Herva Yulyanti

    MasyaAlloh semoga bisa ke sana menyusul mba , melihat fotona membaca oengalamannya 🙂 makasih sharingnya mba

  6. Alfa Kurnia

    MasyaAllah, selamat ya, Mbak sudah menunaikan ibadah haji. Semoga saya bisa menyusul. Kalau melihat kegiatan selama di tanah suci memang padat sekali ya, Mbak. Benar-benar harus mempersiapkan fisik semaksimal mungkin kalau mau berhaji.

    1. Amin ya robbal alamin.. di beberapa waktu agendanya padat, namun ada juga waktu luangnya Mbak 🙂

  7. bloggergunung

    Duh perjalanan religi yang bikin saya menguatkan hati ingin segera berkesempatan ke sana. Semoga muslimin dan muslimat bisa disegerakan menjadi tamu Nya. Amin.

    Salam
    Okti

  8. Finaira Kara

    MasyaAllah, semoga perjalanannya menjadikan iman kian kuat, ya, Mbak. Aku berharap sekali dapat lekas menginjakkan kaki di Tanah Haram ini.

  9. Fenni Bungsu

    Yang nomor 7 itu tepat kak, karena segala sesuatu memang sudah harus diikhlaskan hanya kepada Allah Swt apapun itu. Jadi harus siap

  10. iyhadika

    MasyaAllah liatnya aku terharu dan seketika sedih karena ingin kesana, destinasi yg jadi incaran semua muslim. Tipsnya bermanfaat bgt mb, semoga next time akupun bisa merasakan kesana

  11. Tian Lustiana

    Masya allah tabarakallah perjalanan yang insya allah menambah keimanan dan ketaatan pada Allah. mudah2an Allah mudahkan saya supaya bisa segera ke tanah suci, aamiin.

  12. Tian Lustiana

    Masya Allah Tabarakallah, perjalanan yang indah guna menambah keimanan dan ketakwaan pada Allah, smeoga Allah mudahkan saya segera ke tanah suci, aamiin.

  13. Enny Ratnawati

    Terima kasih tulisannya kak. Bermanfaat bgt buat persiapan naik haji kelak. Inshaallah
    Semoga dimudahkan juga langkah aku dan keluarga ke Tanah Suci buat berhaji. Semoga mabrur ya kak hajinya..

  14. Renayku

    Masya Allah mba Diani udah haji. Aku masih rencana hehe umroh aja belum. Semoga disegerakan.. aamiin.. hajinya thn brp ini mba? Kalo haji plus ga perlu nunggu bertahun2 ya kyk haji biasa?

    1. Alhamdulillah Mbak atas izin Allah Swt. Aku haji plus nunggu 6 tahun mbak, tergantung antrian dan kuotanya di tahun tersebut 🙂

  15. leilaniwanda

    Ma sya Allah senangnyaaa, Mba, sudah menunaikan kewajiban ke sana. Terima kasih untuk tipsnya, ya, Mbak. Semoga kami bisa segera menyusul. Walaupun kadang hujan, tetap sepanas itu ya ternyata.

  16. Fazirotul Firdaus

    Ya Allah, jadi pengen kesana juga. Doakan aku bisa kesana sama keluargaku ya mbak. By the way, thank you tipsnya, membantu banget

  17. Visya Al Biruni

    Masya Allah tabarakallah Mbak. Beruntung banget sudah pernah merasakannya wangi baitullah :’) Aamiin utk doanya Mba :’) Btw beneran cakep banger viewnya ya Allah..

  18. Afifah Nurul Haq

    Rangkaian ibadahnya panjang juga ya. Bener kata orang2, haji itu ibadah yang paling melibatkan fisik. Belum desak2an dengan jama’ah lainnya ya. Harus disiapin dari sekarang mental, fisik, dan hati, supaya ibadah haji ku nanti bisa maksimal. Makasih mbak atas sharingnya

    1. Amiin Mbak, iya harus siapin mental dari jauh-jauh hari karena disana kita akan bertemu jutaan jamaah dari berbagai belahan dunia.

  19. Huhuhu jadi pengen ke Baitullah.. Belum pernah ke sana sm sekali.. Paling nggak pengen banget umroh.. Semoga dipermudah hajatnya untuk pergi ke tanah suci..

  20. Ayu

    Subhanallah, doain bisa kesana juga ya mbak …

  21. imoto

    apakah travel patuna melaksanakan tarwiyah dan arbain?
    trims

Leave a Reply