Haji Reguler vs Plus, Pilih Mana?

Haji Reguler vs Plus, Pilih Mana?

Menunaikan ibadah Haji apabila mampu merupakan rukun Islam ke-5. Setiap tahunnya, jutaan kaum muslimin dari seluruh dunia berbondong-bondong datang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah Haji.

Di Indonesia sendiri, terdapat 2 jenis penyelenggaraan ibadah Haji, yaitu Plus (diselenggarakan oleh Perusahaan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus/ swasta) dan Reguler (diselenggarakan oleh pemerintah/ Kementerian Agama). Walaupun diselenggarakan secara swasta, penyelenggaraan Haji Khusus tetap berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Baca Juga: 9 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Berangkat Haji

Lantas, apa bedanya? Dan mana yang harus kita pilih? Nah, akan saya coba jabarkan beberapa perbandingannya berikut ini, ya.

Cara Mendaftar

Untuk Haji Reguler, calon jamaah bisa mendaftar langsung ke Kementerian Agama/ perwakilan di daerah masing-masing. Untuk Haji Plus, calon jamaah bisa mendaftar di Perusahaan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus/ travel agent tertentu. Biasanya, untuk mendapatkan nomor antrian, calon jamaah diwajibkan untuk memberikan setoran awal. Untuk Haji Plus Patuna (travel yang saya gunakan kemarin), setoran awalnya adalah Rp 50.000.000,-.

Harga

Biaya Haji Reguler pada tahun 2019 mencapai Rp 36 juta perorang. Sementara untuk Haji Plus, harga yang harus dibayarkan bisa sampai 4 kali lipat dari Haji Reguler atau lebih. Mengapa? Karena jamaah Haji Plus ‘membeli’ fasilitas.

Baca juga:  Liburan Keluarga ke Belitung

Sebagai contoh, di Patuna Travel yang saya gunakan kemarin, terdapat 4 (empat) kelas, yaitu Ungu (paling tinggi), Biru, Hijau, dan Cokelat. Perbedaannya ada di fasilitas yang akan diterima calon jamaah. Biaya paket Cokelat Patuna pada tahun 2019 adalah USD 8.500,- atau sekitar Rp 125 juta perorang.

Ada lagi harga yang berbeda untuk jamaah Haji Furoda (non-kuota), tanpa masa tunggu/ antri yaitu USD 30.000 (Subhanallah :D). Daftar bulan ini, bulan berikunya (waktu musim Haji) langsung berangkat.

Masa Tunggu

Masa tunggu atau antrian ibadah Haji Reguler berbeda di setiap kota/ kabupaten. Rata-rata, masa tunggu Haji Reguler mencapai 16 – 20 tahun. Artinya, apabila saat ini kita mendaftar pada saat usia kita 30 tahun, maka kemungkinan kita baru bisa berangkat pada umur 50 tahun.

Sementara untuk Haji Khusus, masa tunggunya lebih singkat, antara 4 – 6 tahun saja. Mau nggak ngantri sama sekali? Haji Furoda aja ya..

Baca juga:  Exotic Sumba (3): Pondok Wisata Pantai Cemara, Surga Kecil di Purukambera

Durasi

Durasi pelaksanaan ibadah Haji untuk jamaah reguler biasanya sekitar 40 hari, sementara untuk Haji Khusus sekitar 14 – 28 hari.

Fasilitas

Pada intinya, perbedaan Haji Reguler dan Khusus terletak pada fasilitas. Gampangnya, jamaah Haji Khusus itu ‘membeli’ fasilitas agar lebih nyaman untuk beribadah.

Baca juga: Review Javamifi Pocket Wifi Paket Haji

Untuk jamaah haji reguler, lokasi hotel di Mekah dan Maktab (tenda) di Arafah/ Mina biasanya sangat jauh dengan lokasi pelaksanaan ibadah. Di Mekah. jarak antara Masjidil Haram dengan hotel jamaah Haji Reguler sekitar 5 KM dan harus ditempuh menggunakan bus (gratis). Berbeda halnya dengan jamaah Haji Khusus yang hotelnya dekat dengan Masjidil Haram, dapat ditempuh dengan 5 menit berjalan kaki.

Selain itu, lokasi dan fasilitas Maktab/ tenda jamaah Haji Reguler berbeda dengan Haji Khusus. Pada saat haji kemarin, saya menempati Maktab 116. Di Arafah dan Mina, Maktab saya dilengkapi dengan fasilitas kasur lipat, AC, dan tempat makan privat (tidak dicampur dengan travel lain). Selain itu, Maktab cukup lengang sehingga antrian kamar mandi masih wajar (1-2 orang saja). Jarak dari Maktab saya di Mina ke Jamarat (tempat lempar jumrah) pun terbilang cukup dekat, hanya 1 KM saja.

Baca juga:  Piknik Asyik ke Dโ€™dieuland Bandung

Untuk jamaah Haji Reguler, fasilitas Maktab biasanya hanya berupa tenda/ terpal tanpa AC (namun, kabarnya mulai tahun 2019 ini Maktab jamaah reguler juga dilengkapi AC), lebih padat (antrian kamar mandi bisa mencapai 15-20 orang), dan jaraknya ke Jamarat luar biasa jauh (hingga 5 KM atau lebih). Sungguh, saya salut dengan para jamaah Haji Reguler yang semangatnya luar biasa. Padahal, sebagian besar sudah lanjut usia, lho.

Semoga, tulisan ini dapat menjawab kebingungan teman-teman semua tentang perbedaan Haji Plus dan Reguler. Mau Haji Plus atau Reguler, yang penting kualitas ibadah dan semangatnya ya ๐Ÿ˜€ Jadi, mau pilih Haji Plus atau Reguler nih?

Share it:

This Post Has 22 Comments

  1. Sabda Awal

    makasih sharingnya mbak, saya jadi tau perbedannya, penjelasannyamudah dimengerti dan lengkap.

    kalau ada rezeji saya mau yang plus mbak, bukan karena fasilitas sih, tp tp karena daftar tunggu yang lebih singkat, tapi kalau Haji Furoda jual ginjal dulu, hahah #bercanda

    1. Sama-sama mas, waah semoga dipermudah langkahnya untuk segera berangkat ya ๐Ÿ™‚ Terima kasih sudah membaca.

    2. Vita Masli

      Rejeki mah siapa yang tahu ya mba. Aku juga saat ini sanggupnya Haji Regular aja, harus nunggu 20 tahun lagi. Cuma bisa berdoa saja semoga diberi kemudahan dan kesehatan agar bisa melaksanakan ibadah haji tanpa gangguan. Mari kita berdoa mba, semoga kita segera disegerakan berangkatnya.

        1. Rinrin Rindawati

          informatif banget nih kak, makasih udah ditulis di blog. Mashaa Allah…
          Shalawatin dulu deh semoga aku dan keluarga disegerakan aamiin

  2. Herva yulyanti

    Mba makasih loh sharingnya jadi paham bedanya semoga Alloh luaskan rezeki pada aku dan keluarga biar bisa ambil haji plus aamiin

      1. Triyatni

        Sangat informatif Mbak MasyaaAllah. Pengen sih hani plus, semoga ada rejeki. Aamiin

  3. alfakurnia

    Kalau ada rejekinya insyaAllah pengen haji plus aja, Mbak. Masa tunggu lebih singkat. Atau kalau dapat rejeki tinggal di luar negeri lagi, pengen berangkat dari negara domisili aja. Biasanya juga antriannya nggak bertahun-tahun seperti di sini. Semoga Allah mudahkan… Terima kasih sharingnya ya, Mbak.

    1. Betul Mbak kalau di luar negeri antriannya tidak sepanjang di sini. Semoga dilancarkan ya Mbak.

  4. bloggergunung

    Alhamdulillah ibu saya kemarin berangkat umrah, meski yang murah ambil paketnya, namun mendapat penginapan hotel yang dekat ke masjid Haram maupun masjid Nabawi. Lima menit sampai

    1. Alhamdulillah, asik banget Mbak kalau seperti itu. Jadi mau ibadah juga nyaman karena hotel dekat.

  5. Fenni Bungsu

    Dari segi durasi harinya lumayan juga perbedaannya. Tinggal sesuaikan bujet dan pastinya kemampuan fisik dan mental ya, kuatnya dimana

  6. Khairina Fidah

    Kalau boleh milih dan rezeki lebih pasti pengennya haji plus+ memang ada harga ada fasilitas. Cuman balik lagi ke niat sih. Pengen ibadah berapapun harganya klo niatnya oke buat ibadah InshAllah di mudahkan. Semoga bisa haji bareng keluarga.

  7. Enny Ratnawati

    Mauuuu nya daftar haji plus kakak. Kereen bgt fasilitas dan nggak ada masa tunggu. Tp apa daya mampunya daftar haji reguler dl aja nih. Bisa di upgrade gak ya. Kali ada rejekinya ntar hehe. Semoga yg blm haji pd cepet naik haji ya. Aamiin

  8. Fazirotul Firdaus

    Aduh, masih bingung nih mbak. Sebenernya tiap paket ada plus minusnya sih, tergantung kitanya aja. Kalo mau yg agak bagus, harus mau bayar lebih. Tapi kalo mau yg biasa2 aja, gak perlu keluar biaya banyak.

  9. Heizyi

    Mau banget aku yang furoda mbak, tapi biayanya masyallah …. Hak kuat

    Eh mbak, untuk setoran awal yg 50 juta itu, per orang?

  10. Diah Alsa

    Woooow, harganya bisa 4x lipat ya Mbak tuk Haji Plus itu. Pantasan aja ada keluarga teman suami harus jual propertinya segala demi ini. Tapi gpp sih ya jika ada rejekinya.
    Semoga saya pun juga bisa dimampukan kesana, Aamiin.

  11. rafika

    masyaallah.. ku pengen banget naik haji bareng sama kedua orangtua. apalagi kalau sampe diberi rezeki lebih sama Allah, aku pasti bakal kasih juga yang terbaik buat orangtua, keluarga, dan aku. yuk aamiin bareng-bareng

Leave a Reply