Ada yang sudah pernah mendengar tentang “YIA”? YIA, atau Yogyakarta International Airport merupakan bandara baru Yogyakarta yang saat ini sedang dibangun di Temon, Kulonprogo, DIY. YIA hadir sebagai solusi atas keterbatasan kapasitas Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Bandara Adisutjipto Kelebihan Kapasitas

Apa yang kalian rasakan ketika hendak terbang atau mendarat di Bandara Adisutjipto Yogyakarta saat ini? Padat, penuh, sesak? Tidak hanya penumpang, pesawat pun juga merasakan imbasnya. Saking padatnya 1 pesawat terkadang bisa berputar-putar di udara selama lebih dari 30 menit sebelum bisa mendarat di bandara yang memiliki 3 letter code JOG ini. 

Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Foto: Dokumentasi AP1

Ternyata, hal tersebut terjadi karena Bandara  Adisutjipto sudah kelebihan kapasitas. Menurut PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola, Bandara Adisutjipto memiliki kapasitas 1,7 juta penumpang per tahun. Namun pada kenyataannya, di tahun 2018 sendiri Bandara Adisutjipto melayani 8,4 juta penumpang. Hampir 5 kali lipatnya! Nah, bayangin deh tuh penuhnya kayak apa! Hehehe.

Baca juga: Fakta- Fakta Tentang Penerbangan yang Wajib Kamu Tahu

Mungkin kalian berpikir, kenapa tidak diperluas saja bandaranya? Oh, tidak semudah itu, Ferguso.

Bandara Adisutjipto adalah bandara enclave civil, atau bandara militer yang digunakan untuk keperluan warga sipil. Jadi, lahannya terbatas banget. Selain itu runway/ landas pacu bandara ini tidak dapat diperpanjang marena banyak obstacle/ penghalang yang tidak sesuai dengan kaidah Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

YIA, Solusi Keterbatasan Bandara Adisutjipto

Yogyakarta International Airport (YIA). Foto: Dokumentasi AP1

Yogyakarta sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia tentunya layak memiliki bandara yang bagus, megah, modern, dan juga luas. Nah, YIA yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero) ini hadir menjawab keterbatasan Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Yogyakarta International Airport. Foto: AP I

Sebagai bandara yang digadang-gadang sebagai calon bandara terbesar ketiga di Indonesia, YIA memiliki luas terminal 210.000 m2, atau 12 kali lipat dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta saat ini. YIA memiliki panjang runway 3.250 m sehingga dapat mengakomodir pesawat-pesawat wide body untuk mendarat di sana. 

YIA Boarding Lounge. Foto: Dokumentasi AP1

So, it’s very possible jika pesawat dari luar negeri mendarat langsung di Yogyakarta. Tidak perlu transit terlebih dahulu di Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Akses menuju Yogyakarta menjadi lebih mudah.

Garuda A330 mendarat di YIA. Foto: AP I

YIA juga memiliki parking stand, atau tempat parkir pesawat yang lebih banyak, yaitu 23 buah dibandingkan Bandara Adisutjipto yang hanya 11 buah. Jadi, makin banyak pesawat yang bisa singgah dan mendarat di bandara ini.

Apron Yogyakarta International Airport. Foto: AP1

Baca juga: 6 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Pesawat Lepas Landas

Terminal kapasitas 14 juta penumpang per tahun. Foto: AP I

Dan yang paling penting, setelah dioperasikan penuh nanti pada tahun 2020, YIA memiliki kapasitas 14 juta penumpang pertahun. Jadi, penumpang makin nyaman dan slot penerbangan dari dan ke Yogyakarta dapat terus ditingkatkan.

Aksesibilitas

YIA nantinya dilengkapi oleh berbagai pilihan akses dan moda transportasi, seperti Jalur Lingkar Selatan (JLS) untuk akses jalan dan dua jalur kereta api khusus menuju ke YIA.

Kererta Bandara YIA yang dioperasikan PT KAI. Foto: AP I

Saat ini, telah tersedia tersedia Bus DAMRI, Satelqu, dan kereta bandara YIA untuk memudahkan penumpang menuju dari dan ke bandara ini. Sebagai informasi, waktu tempuh dari kota Yogyakarta menuju YIA adalah sekitar 1,5 jam dengan menggunakan mobil. Dengan adanya jalur kereta api khusus, waktu tempuh nantinya bisa dipersingkat.

Jalur Akses YIA. Foto: Dokumentasi AP1

Di bulan April 2019, YIA telah dioperasikan secara bertahap. Maskapai yang beroperasi di YIA saat ini adalah Citilink dan Batik Air. Nantinya, YIA akan beroperasi penuh pada tahun 2020.

Jadi, sudah siap #SambutYIA?

Share it: