Health Personal

Pengalaman Operasi Gigi Geraham Bungsu di Ipon Dental Clinic BSD

Impaksi gigi geraham bungsu merupakan hal yang jamak ditemukan pada orang dewasa berumur 20 – 30 tahun ke atas. Pada impaksi geraham bungsu, gigi tumbuh miring sehingga mendesak gigi lain dan menimbulkan rasa sakit. Untuk mengatasinya, hanya ada satu cara yaitu melalui operasi bedah mulut.

Berhubung kemarin saya baru saja menjalani prosedur ini, saya akan berbagi pengalaman kepada teman-teman sekalian. Selamat membaca (dan mengumpulkan nyali, hehehe).

Awal Mula Impaksi

Sekitar 3 tahun yang lalu saat scaling (pembersihan karang gigi),dokter gigi sudah menemukan tanda-tanda impaksi pada geraham bungsu dan direkomendasikan untuk segera diangkat melalui prosedur operasi. Impaksi membuat kotoran sisa makanan terperangkap di sela gigi sehingga menyebabkan gigi yang sehat menjadi rusak.

Operasi gigi? Mendengar kata ‘operasi’ saja saya sudah bergidik, apalagi ditambahi kata “gigi”. Untuk orang yang takut ke dokter gigi seperti saya, “operasi gigi” menjadi momok yang butuh waktu bertahun-tahun untuk siap menjalaninya. Ciut nyali saya.

Namun kalau gigi sudah rusak/ bolong, ampun deh sakitnya. Mau makan tidak enak, mau minum dingin ngilu, dan sederet perasaan tidak nyaman lainnya. Setelah bolak-balik dokter gigi selama 3 tahun (dengan saran yang sama: operasi!) akhirnya saya memutuskan untuk segera melakukan operasi untuk mengangkat si geraham bungsu ini.

Persiapan Operasi Gigi Geraham Bungsu

Sebelum melakukan prosedur operasi gigi geraham bungsu, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Yang pertama adalah membuat surat rekomendasi untuk rontgen panoramic (rontgen gigi). Surat rekomendasi ini didapatkan dari dokter gigi umum. Saya mendapatkannya dari drg. Finny di Ipon Dental Clinic BSD saat konsultasi awal. Dokternya masih muda, baik, ramah, dan cantik. Loveee banget.

Selanjutnya, saya melakukan rontgen panoramic di Eka Hospital BSDUntuk melakukan rontgen panoramic, prosedurnya cukup mudah. Saya cukup menuju kebagian Radiologi, membayar di kasir sejumlah sekitar Rp 300.000,00 kemudian menunggu antrian.

Tak sampai 5 menit, nama saya dipanggil. Saya masuk ke ruangan khusus dan diminta untuk melepas seluruh benda logam yang menempel di badan atau baju,termasuk bros, peniti, dan lain-lain. Kemudian, proses rontgen dimulai dan tak sampai 10 menit setelahnya, foto panoramik gigi saya sudah selesai dan dapat digunakan.

Langkah selanjutnya adalah membuat janji dengan dokter gigi spesialis bedah mulut. Saya melakukan pendaftaran dan kirim foto rontgen via Whatsapp ke Ipon Dental Clinic, praktis banget! Cukup Whatsapp 0859-4680-0286. Oleh Ipon Dental, saya dibuatkan janji operasi dengan drg. Maya, Sp. BM pada hari Sabtu jam 15.00 sore.

Sebelum prosedur, saya dilarang untuk mengkonsumsi painkiller apapun dan tidak perlu berpuasa. Oh ya, prosedur ini tidak boleh dilakukan apabila kamu dalam kondisi hamil, ya.

Prosedur Operasi Gigi Geraham Bungsu

Pertama-tama, saya dibius lokal di bagian gusi sekitar geraham yang akan dicabut (kebetulan saya hanya cabut 1 geraham). Bius ini akan ditambah ketika saya merasakan sakit. Saat dibius, saya sempat panik dan ditenangkan oleh drg. Maya “Tenang aja Bu, sesakit-sakitnya operasi gigi masih lebih sakit kontraksi (melahirkan)”. Hehehe. Rasanya dibius itu ngilu,kayak ditusuk tapi lama dan dalam.

Selanjutnya, drg. Maya memulai prosedur operasi setelah area sekitar gigi saya kebas. Jujur, yang paling mengerikan saat prosedur operasi untuk saya adalah bunyi bor gigi yang nyaring. Melihat saya yang ketakutan, drg. Maya berkata, “Jangan takut Bu, memang begini suara bornya. Apa asisten saya nyanyi aja Bu? Tapi suaranya lebih mengerikan.”Saya cuma nyengir panik.

Jadi, inti dari prosedur ini adalah gigi geraham saya dipotong-potong dan diangkat. Hal yang paling sulit adalah mencabut akarnya karena terletak di dekat simpul saraf. Selama operasi, saya berusaha mengalihkan pikiran dengan menonton video Isyana Sarasvati yang diputar di TV. Serius, itu adalah 1 jam paling mengerikan dalam hidup saya setelah operasi Sectio-Caesaria saat melahirkan Nabhan.

Dari sisi mata, saya melihat asisten dokter yang menyedot darah di mulut, dan drg. Maya yang berusaha mencongkel gigi geraham. Sepertinya prosesnya cukup tricky karena proses ini memakan waktu yang cukup lama.

Setelah gigi geraham berhasil diangkat, drg. Maya menjahit gusi saya dengan benang berwarna hitam. Asli, benangnya terasa di mulut saya saat ditarik. Berasa ngemut benang jahit. Hehehe. Disini saya sudah lega karena prosedur hampir selesai.

Setelah selesai, saya diminta beristirahat sekitar 15 menit sebelum keluar dari ruangan dokter. Saya diresepkan antibiotik dan obat penahan sakit yang aman untuk ibu menyusui.

Pasca Operasi

Setelah prosedur operasi selesai, saya diminta untuk mengganjal bekas sayatan dengan kain kasa sampai darahnya berhenti mengalir. Kemudian, drg. Maya berpesan beberapa hal:

  1. Jangan minum/makan yang panas-panas, asam, pedas, dan lainnya.
  2. Tidak boleh mengemudikan kendaraan setelah selesai operasi.
  3. Minum air dingin.
  4. Sisi yang luka dipakai mengunyah seperti biasa untuk melatih otot-otot.
  5. Datang 1 minggu kemudian untuk copot benang jahitan.

2 jam setelah operasi, efek obat bius sudah mulai hilang dan saya merasa nyut-nyutan. Bagian pipi agak bengkak dan tenggorokan terasa sakit.

Alhamdulillah, saya dapat melewati malam pertama pasca operasi dengan tidur nyenyak. Akan tetapi, bekas operasi masih berdarah dan menetes ke baju serta bantal saya. Saran saya, alasi bantal tidur dengan kain agar tidak terkena tetesan darah.

Saat tulisan ini dibuat (> 12 jam pasca operasi) alhamdulillah rasa sakit sudah berkurang, namun saya masih kesulitan berbicara dengan jelas.Jadi, pilihlah waktu yang tepat sebelum melakukan operasi gigi karena butuh waktu sekitar 1 minggu untuk recovery.

Biaya

Biaya operasi gigi geraham bungsu terbagi menjadi 3 jenis berdasarkan tingkat kesulitannya, yaitu:

  • Kelas 1: Rp 2.000.000
  • Kelas 2: Rp 2.750.000
  • Kelas 3: Rp 3.250.000

Gigi saya masuk di kategori 2. Total biaya yang saya keluarkan untuk prosedur beserta obat-obatan adalah Rp 2.800.000,00.Biaya ini relatif lebih terjangkau dibandingkan klinik dan rumah sakit lainnya.

Jadi, buat yang mau operasi gigi, langsung aja cus jangan ditunda biar lega. Makin ditunda, kamu akan semakin takut (seperti saya) hehe. Saat ini, saya masih dalam masa recovery. Doakan ya agar segera sembuh dan bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman yang masih ragu mau operasi gigi atau tidak 😀

Ipon Dental Care Clinic

Jl. Boulevard Timur BSD Ruko Paris Square B2 no. 1 Tangerang Selatan, Banten

No. telp: 0859-4680-0286

Instagram: ipondental

Buka Senin s.d. Sabtu sesuai dengan perjanjian

Image: Freepik

Designed by Pressfoto / Freepik

2 Comments

  1. hduuuuh aku ngiluuu mbaaaaa :O. aku jd inget zaman masih sekolah kls 5 Sd sampe smu kls 2, itu aku rutin ke dr gigi utk peerawatan.krn gigiku paraah. Ada yg jarang, ada yg maju, dan ada yg numpuk. jd sebelum pake kwat gigi, aku hrs dirapiin dulu, mulai dr nyabutin semua gigi yg numpuk dan berlebih. waduuuh msh ingett banget mba, sakitnya bius, dan pas biusnya ilang.

    kalo noleh milih, aku jauuuh lbh milih sakit setelah bius cesar. krn skitnya cm di sekitar perut. lah kalo gigi, sampe kepala mba hahahahaha.

    makanya aku trauma kalo udh ke dr gigi. mnding rutin check up dan merawat lah :D.

    tp suamiku juga impaksi gigi bungsu geraham nih. cuma kita lg nentuin mau kapan operasinya

    1. Hahaha iya mba.. kalo gigi sakitnya langsung ke kepala :((( trus menurutku operasinya serem banget, karena aku takut sama suara bornya hehehhee. Emang dari dulu trauma sama dokter gigi! Kirain aku doang. Hehe. Semoga lancar operasinya ya mbak! Salam.

Leave a Reply