Exotic Sumba (3): Pondok Wisata Pantai Cemara, Surga Kecil di Purukambera

Pernahkah teman-teman menginap di suatu tempat yang sangat berkesan, bukan karena kemewahannya, tapi karena pengalaman yang menarik selama stay di sana? Kalau saya, jawabannya pernah, dan tempat menginap tersebut terletak nun jauh di Purukambera, Waingapu, Sumba Timur, NTT. Tadinya, kami tidak memiliki ekspektasi apa-apa terhadap penginapan ini. Tetapi, apa yang kami rasakan selama menginap disini sangat menyenangkan dan tak akan pernah terlupakan.

Nama penginapan tersebut adalah Pondok Wisata Pantai Cemara, yang terletak di tepi pantai Purukambera, Waingapu. Sekilas dari namanya, penginapan ini tak ubahnya penginapan pada umumnya. Mengapa Pantai Cemara? Karena, di penginapan ini terdapat beberapa pohon cemara, yang ranting-rantingnya dimanfaatkan untuk dekorasi maupun suvenir untuk pengunjung.

Pantai Purukambera
The Bluest Blue

Pondok Wisata Pantai Cemara terdiri dari pondokan-pondokan berbentuk rumah tradisional Sumba, dengan elemen-elemen go green yang kental di setiap detailnya. Total jumlah kamar di sana adalah sekitar 12 kamar, dan pada hari itu hanya ada 2 kamar yang terisi. Yuhu, lagi-lagi Sumba terasa seperti hanya milik kami.

Pondok Wisata Pantai Cemara

Saat pertama kali datang, mata saya terpaku pada ornamen-ornamen unik yang ada di sekeliling kamar. Manajemen Pondok Wisata Pantai Cemara menggunakan bahan-bahan alami dan daur ulang untuk elemen-elemen dekoratifnya. Misalkan, wastafel yang dibentuk dari batu dan batang kayu. Atau ornamen di kamar mandi, yang dipenuhi kata-kata penyemangat seperti di bawah ini. Bahkan, hanger pakaian pun terbuat dari ranting pohon. Loooveee all the details.

Detail ornamen kamar mandi
Wastafel unik
Hanger dari ranting pohon
Love all the details

Tak hanya dekorasi dan suasana penginapan yang menyenangkan, servis di Pondok Wisata Pantai Cemara ini benar-benar bintang lima. Stafnya ramah-ramah banget. Saat sedang santai sore bersama suami di pinggir pantai, tiba-tiba kami disuguhi afternoon tea dan pisang goreng yang masih panas. Saya dan suami sampai bengong, dan staf penginapan mengatakan bahwa ini free of charge dan merupakan bagian dari pelayanan.

Pisang goreng dan afternoon tea

Sore itu, kami berjalan-jalan sebentar di sekitaran penginapan untuk melihat kuda-kuda Sumba yang merumput di Purukambera, sekaligus menikmati matahari terbenam.

Purukambera
Padang ilalang
Matahari terbenam di Purukambera

Puas menikmati sunset, kami memesan makan malam di restoran yang terletak di dalam Pondok Wisata Pantai Cemara. Surprisingly, ornamen-ornamen di dalamnya juga lucu-lucu banget.  Yang uniknya lagi, lantai restoran ini merupakan pasir pantai! Wah, asli liburan banget ini mah.

Restoran Pondok Wisata Pantai Cemara
Well-decorated
Dinner with style

Esok paginya, kami sarapan di breakfast room yang ternyata merupakan ruangan terbuka di depan kamar kami, tepat di bawah pohon cemara. Furnitur dan ornamen tempat sarapan ini juga unik dan cantik. Bekas botol wine dimanfaatkan untuk vas bunga.

Breakfast at Pondok Wisata Pantai Cemara

Table arrangements

Sukaaa sekali dengan semua detail di penginapan ini. Yang membuat kami surprised, ketika kami hendak pulang, kami diberi gift berupa ranting cemara dan gelang dengan bandul kerang. Benar-benar pengalaman menginap yang menyenangkan, dan tak akan mungkin terlupakan. Saya sangat merekomendasikan Pondok Wisata Pantai Cemara bagi siapapun yang ingin menginap di Purukambera!

Sampai bertemu lagi di liburan berikutnya 😀

 

Pondok Wisata Pantai Cemara

Rate mulai dari Rp 1.000.000,00 untuk kamar standar dengan kipas berpendingin (tanpa AC)

Address: Mondu, Kanatang, East Sumba Regency, East Nusa Tenggara
Phone: 0813-5318-3877

 

Baca juga:

Exotic Sumba (1): Kebudayaan Unik Penduduk Asli Sumba

Exotic Sumba (2): Eksotisme Mbawana Hingga Tenun Ikat Sumba

2 Comments

Leave a Reply