Mengejar Eksotisme Matahari Terbenam di Lombok

Lombok adalah tempat yang spesial untuk saya. Pantai-pantai yang masih asri dan bersih, keindahan alam yang tiada habisnya, dan yang paling penting: belum terlalu ramai seperti di Bali.

Sebagai pecinta sunset dan pantai, setiap bepergian ke suatu daerah, saya selalu menangkap momen sunset melalui kamera. Matahari terbenam dan pantai adalah dua kombinasi magis, yang membuat siapapun terhanyut dalam nuansa teduh nan romantis. Jingga di bahuku, malam di depanku… (Dee Lestari – Aku Ada)

Sore itu saya menuju ke daerah Mandalika yang terletak sekitar 40 menit dari Lombok International Airport – Praya, Lombok Tengah. Di sana, terdapat beberapa pantai yang keren, seperti Tanjung Aan, Pantai Seger – Kuta, dan Pantai Selong Belanak. Ada 2 destinasi yang hendak saya tuju sore itu, yaitu Tanjung Aan dan Pantai Seger. Saya sudah pernah ke Tanjung Aan dan Pantai Seger sebelumnya, saat itu siang hari terik dan panasnya minta ampun. Alhamdulillah, sore itu, Lombok begitu teduh, dengan angin sepoi-sepoi dan langit biru sejauh mata memandang.

Sesampainya di Tanjung Aan, langsung menghambur ke pantai, membenamkan kaki di pasir, dan menikmati sore yang indah disana. Sayangnya, ketenangan saya terusik oleh beberapa pedagang yang menjajakan dagangannya dengan cukup memaksa. Walaupun sudah bilang tidak, mereka tetap ngintil kemana saya pergi. Oleh karena itu, saya tidak berlama-lama disana.

Welcome to Tanjung Aan Beach!
Bukit-Bukit Khas Nusa Tenggara
Tranquility

Sekitar 15 menit berkendara dari Tanjung Aan, saya tiba di Pantai Seger. Saya dan rekan-rekan menanjak ke atas bukit yang cukup licin (karena berpasir). Butuh sedikit effort, namun hasilnya sungguh luar biasa. Pemandangan pantai, perbukitan, dan langit senja dapat kita nikmati sepuasnya. Sore itu Lombok begitu romantis.

Sore yang teduh
Duduk bersama menikmati senja
You. need. to. go. there.

 

Saat paling indah di sunset adalah ketika matahari sudah tenggelam, dan semburat merah muncul menghiasi langit senja. Priceless! Ya Allah aku butuh piknik sing akeh

That magical moment

Dua hari kemudian, saya memiliki waktu senggang dan berkesempatan untuk berkunjung lagi ke Malimbu. Malimbu ini merupakan sunset point, terletak beberapa kilometer dari Pantai Senggigi. Dari Praya menuju Malimbu diperlukan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Sayang, sesampainya disana lokasi kurang terawat dan banyak pedagang asongan. Ah, biarlah yang penting saya bisa menikmati matahari terbenam. Oh ya, dari Malimbu ini kita bisa melihat Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Selain itu, Gunung Agung yang terletak di Pulau Bali juga bisa terlihat dengan jelas.

Beautiful Indonesia
Gunung Agung – Bali

Saya cukup puas dengan perburuan matahari terbenam ini. Semoga saya memiliki kesempatan untuk kembali lagi ke Lombok: menjelajahi kaki Rinjani, dan juga menyelam di Gili-Gili.

 

Love,

Diani Sekaring Sejati

Leave a Reply