Perpanjang Paspor Online, Mudah dan Cepat!

Malas perpanjang paspor? Atau lebih memilih untuk bayar calo karena malas antri? Sekarang, sudah ada layanan paspor yang memudahkan kita semua untuk mengurus dan memperpanjang paspor, yaitu layanan paspor online.

Alkisah, paspor saya (yang jarang banget dipakai ini) akan habis masa berlakunya pada bulan Februari 2017. Seumur-umur, saya baru 2 kali ke luar negeri. Jadilah, paspor 48 halaman saya ini masih bersih, mungkin baru 4 halaman yang terpakai. Paspor pertama saya, saya buat 5 tahun lalu di Jogja ketika kuliah. Saat itu, saya buru-buru bikin paspor karena ingin apply student exchange ke Perancis. Namun, pendaftaran student exchange tersebut sudah terlebih dulu ditutup sebelum paspor saya selesai dibuat. Nyeselnya nggak ketulungan. Semenjak itu, saya berniat agar paspor selalu ready agar kesempatan ke luar negeri tidak terbuang sia-sia.

Untuk memperpanjang paspor, terdapat 2 metode, yaitu walk in (permohonan biasa), dan layanan paspor online. Saat ini, layanan paspor online hanya dapat digunakan untuk pembuatan paspor biasa 48 halaman. Untuk e-paspor, pemohon harus menggunakan metode walk-in. Saya sempat googling dan tanya-tanya teman, bahwa lebih mudah dan cepat apabila menggunakan layanan paspor online.

 

Mengisi Form Online

Sebelum datang ke KANIM, pemohon layanan paspor online harus mengisi form dan melakukan pembayaran terlebih dahulu. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Buka website www.imigrasi.go.id, klik  “Layanan Paspor Online”
  • Browser akan menampilkan tulisan “Your connection is not private….” klik advanced, lalu proceed ke ipass.imigrasi.go.id.
  • Pilih layanan yang diinginkan. Pemohon diminta untuk mengisi formulir secara online. Sebelum mengisi, siapkan berkas-berkas berikut: KTP, KK, Akta Kelahiran, Ijazah.
  • Setelah data terisi dengan lengkap, pemohon akan dikirimkan e-mail yang berisi surat pengantar untuk membayar biaya pembuatan paspor. Untuk paspor biasa 48 halaman, dikenakan harga Rp 355.000 dan dapat dibayarkan di bank-bank terdekat. Sebenarnya bisa juga melalui ATM, tetapi lebih disarankan untuk melalui teller bank. Apabila sampai hari ke-5 kita tidak melakukan pembayaran, maka permohonan akan terhapus oleh sistem.
  • Setelah melakukan pembayaran, teller akan memberikan 2 rangkap tanda bukti bayar. Simpan baik-baik, karena bukti bayar tersebut akan digunakan untuk verifikasi dan pengambilan paspor.
  • Buka e-mail, klik tautan yang disediakan untuk memverifikasi pembayaran. Biasanya, pembayaran baru akan terverifikasi setelah 2-3 jam. Jadi, tidak perlu terburu-buru.
  • Setelah verifikasi pembayaran berhasil, pemohon akan diminta untuk memilih waktu kedatangan, dan diwajibkan untuk datang pada hari dan tempat yang telah dipilih.
  • Proses permohonan online selesai. Print e-mail konfirmasi yang dikirimkan oleh Ditjen Imigrasi.

Berikut adalah berkas-berkas yang harus dibawa untuk perpanjangan paspor (asli dan fotokopi):

  1. Paspor lama
  2. KTP
  3. KK
  4. Ijazah

Interview Day

Saya datang ke KANIM Jakarta Pusat pada pukul 05.30 pagi. Ajaib, sudah banyak yang mengantri! Kami duduk gegoleran di trotoar menunggu gerbang KANIM dibuka pada pukul 07.00 pagi. Makin siang, orang yang datang semakin banyak. Tiba-tiba, seorang bapak tukang parkir menghampiri kami, “Maaf Bapak/Ibu apakah ada yang mengantri paspor online?” Segera saya menjawab. Ternyata, antrian paspor online berada di gerbang sebelah kiri KANIM. Alhamdulillah, diantara sekian puluh pendaftar, cuma saya sendiri yang mengajukan permohonan online! Walhasil saya dapat antrian nomor 1.

Pada pukul 06.45, gerbang KANIM dibuka dan pemohon diminta untuk berbaris di dalam antrian. Antrian antara paspor walk-in dan online dipisah. Pemohon paspor walk-in, jangan ditanya; banyak banget! Saya merasa sangat bersyukur memilih layanan paspor online.

Tepat pukul 07.00, satpam mempersilakan kami untuk masuk. Berkas-berkas saya diperiksa, dan saya diberikan nomor antrian. Tak berselang lama, petugas verifikasi memanggil nomor antrian saya. Berkas-berkas saya diperiksa ulang, dirapikan, lalu diberikan map berwarna kuning serta formulir yang harus diisi dengan tinta hitam. Saya diminta untuk menunggu di lantai 2.

Di lantai 2 terdapat layanan pengambilan paspor, serta ruang wawancara dan foto yang dibatasi dengan dinding kaca. Layanan baru dibuka pada pukul 08.00, sehingga saya harus menunggu kurang lebih 1 jam sebelum akhirnya dipanggil. Untuk wawancara dan foto, terbagi menjadi 3 antrian. Antrian No. 1 adalah untuk lansia, orang sakit, serta prioritas. Antrian No.2 untuk pemohon walk-in, dan antrian No.3 untuk pemohon online.

Akhirnya tiba giliran saya dipanggil. Seorang Bapak dengan ramah memeriksa berkas-berkas saya dan melakukan input pada sistem.

“Mbak terakhir bikin paspor dimana?”

“Di Jogja Pak,”

“Ajaib banget Mbak, ini datanya bisa langsung ketarik ke sini. Padahal biasanya, sesama KANIM di Jakarta  saja sistemnya tidak mau,”

Alhamdulillah!

Saya sempat melirik sekilas ke arah monitor si Bapak, tampak perbandingan antara data paspor lama dan paspor baru (termasuk foto) saya. Setelah verifikasi selesai, saya diminta untuk masuk ke bilik kecil berwarna putih untuk difoto oleh seorang mbak-mbak. Nah, satu yang harus diingat nih, dilarang menggunakan baju berwarna putih saat wawancara paspor, agar tidak nyaru dengan background. Dilarang menggunakan softlens berwarna dan rambut palsu.

Si mbak mulai bertanya pertanyaan-pertanyaan dasar, seperti untuk apa buat paspor, mau kemana, kuliah/ kerja dimana, dsb. Setelah pengambilan foto selesai, dilanjutkan dengan pengambilan biometrik sidik jari. Setelah selesai, si Mbak berkata, “Paspornya nanti bisa diambil hari Kamis minggu depan ya Mbak. Jangan lupa bukti bayarnya dibawa,”.

Jam 8.15, saya sudah keluar dari KANIM dan lanjut masuk kantor. Kebetulan, kantor saya letaknya persis di samping KANIM Jakarta Pusat, jadi nggak perlu jalan jauh-jauh. Hehe.

Ternyata membuat paspor online sangat mudah. Tidak perlu calo. Semua petunjuknya sudah jelas dan layanannya cukup cepat. Untuk yang akan bepergian ke luar, perlu diingat bahwa batas aman paspor untuk dapat ke luar negeri adalah 6 bulan sebelum habis berlaku. Maka, lebih baik diperpanjang selagi sempat daripada tertahan di imigrasi bandara.

Demikian sharing pengalaman saya seputar perpanjang paspor secara online, semoga dapat membantu. Bon voyage!

pic: pasporonline.com

 

UPDATE:

Nampaknya, sistem paspor online ini masih suka error. Salah seorang teman saya melapor, ternyata e-mail konfirmasi tidak kunjung dikirimkan oleh sistem setelah pendaftaran dilakukan. Walhasil, tetap harus mengantri walk-in seperti permohonan paspor biasa. Hmm.. Berarti, tergantung nasib.

Leave a Reply