Eksplorasi Nusa Lembongan dan Ceningan

 Liburan ke Bali identik dengan hingar bingar Pantai Kuta, Legian, menikmati sunset dan tari Kecak di Uluwatu, atau bertandang ke Kintamani dan Bedugul. Rasanya, destinasi tersebut sudah terlalu jenuh. Ada satu destinasi yang ingin saya kunjungi, belum terlalu ramai pengunjung dan berjarak tidak jauh dari Denpasar, yaitu Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.

Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan adalah 2 pulau kecil yang terletak di tenggara Pulau Bali, berdampingan dengan Nusa Penida. Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan lebih terkenal di kalangan wisatawan mancanegara, mungkin karena tempatnya yang sepi dan ombaknya yang cocok untuk surfing.

Saya berkesempatan mengunjungi kedua pulau tersebut bersama teman saya, Sasha yang berdomisili di Bali. Untuk menuju Nusa Lembongan, kami menyeberang dari Pantai Sanur. Perjalanan dari Kuta ke Sanur memakan waktu 30 menit dengan mobil. Sesampainya di sana, kami langsung menuju tempat pembelian tiket fastboat yang terletak di samping Warung Mak Beng, tempat makan legendaris di Sanur.

Kami membeli tiket one way Sanur – Lembongan (Mushroom Bay) sebesar Rp 100.000,00. Normalnya adalah Rp 75.000,00. Entah kenapa terdapat perbedaan harga, mungkin karena saat itu sedang peak season.

Sambil menunggu fast boat berangkat, kami makan di Warung Mak Beng. Seporsi ikan bakar, sup ikan, dan nasi putih dihargai Rp 45.000,00. Worth it sih soalnya ikannya banyak banget. Supnya rasanya asem-asem, dilengkapi dengan labu/ oyong sehingga rasanya segar. Tepat jam 10.30, kami berangkat menuju Mushroom Bay. Perjalanan ke Mushroom Bay ternyata hanya memakan waktu 30 menit.

Di Mushroom Bay, Nusa Lembongan ini banyak terdapat penginapan, kafe, dan tempat makan. Selain digunakan untuk tempat singgah fastboat, di Mushroom Bay juga terdapat fasilitas watersport. Sesampainya disana, saya dan Sasha langsung merental motor matic Rp 75.000/hari sudah termasuk bensin. Harga sewa motor di Nusa Lembongan memang sedikit lebih mahal dibandingkan di Kuta. Untuk berkeliling Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, sangat disarankan untuk menggunakan motor.

Berbekal Google Maps, kami menuju tempat penginapan yang saya booking melalui Booking.com, yaitu Kawans Inn yang berlokasi di daerah Jungutbatu. Rate harga permalam untuk kamar yang kami sewa adalah Rp 300.000,00 include breakfast. Kamarnya luas, bersih, nyaman, dan dilengkapi dengan kamar mandi yang bagus. Pemiliknya juga sangat ramah dan helpful. Sangat recommended.

Setelah makan siang dan istirahat sejenak, kami menuju Dream Beach dan Devil’s Tears yang terletak 20 menit dari Jungutbatu. Devil’s Tears adalah sebuah fenomena waterblow  yang terjadi karena cekungan karang-karang di tebing pantai. Keren banget! Devil’s Tears ini adalah spot wajib yang harus dikunjungi apabila anda berwisata ke Nusa Lembongan.

Dari Devils’ Tears, kami bertolak menuju Mangrove Point. Untuk berkeliling Nusa Lembongan, tidak perlu takut nyasar, cukup siapkan Google Maps. Rata-rata, seluruh destinasi wisata di Lembongan sudah ter-cover di dalam peta. Di tengah jalan, tiba-tiba motor kami distop oleh seorang bapak. Ternyata, ia menawarkan paket kano di Mangrove Point Rp 125.000,00 untuk 2 orang selama 30 menit. Tak pikir panjang, kami langsung mengiyakan. Jalan menuju Mangrove Point hancur lebur, siap-siap pinggang encok kalau menuju tempat ini. Sesampainya disana, lokasi sangat sepi. Hanya terdapat segelintir turis asing yang sedang berkano.

Di akhir perjalanan, si bapak kano membawa kami ke arah pantai sehingga kami dapat melihat Gunung Agung dengan jelas. Instagram-able banget nih.

Sorenya, kami menuju Sandy Bay Sunset Point (dekat Devil’s Tears) untuk menghabiskan sore dan menikmati sunset. Tempatnya ternyata romantis banget dan seluruh tamunya adalah turis asing. Kami menjadi satu-satunya tamu lokal disana. Harga makanan dan minuman disana tidak terlalu mahal (tergantung mesennya apa juga sih), untuk jus buah dihargai Rp 30.000,00 dan snack sekitar Rp 50.000.

Rencananya, pada malam hari kami akan duduk-duduk cantik di beach club sekitaran Jungutbatu. Akan tetapi, rasanya malam itu kami sangat lelah dan akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat saja di penginapan.

Esoknya, kami memulai eksplorasi Nusa Ceningan!
Menuju Nusa Ceningan tidak terlalu sulit, tinggal mengikuti arah di Google Maps menuju jembatan kuning yang menghubungkan antara Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Matahari pagi itu bersinar sangat kuat, rasanya kulit kaki kami langsung terbakar dan menghitam (ternyata bukan rasanya, karena memang beneran  jadi belang). Sesekali, kami berhenti untuk mengambil foto.

 

Tujuan pertama kami di Ceningan adalah Secret Beach. 
Ternyata, Secret Beach ini benar-benar secret. Perjuangan kesana sungguh besar! Kami melewati tanjakan yang menukik curam, jalanan rusak dan hampir tidak beraspal, sampai Google Maps kami pun bingung. Tak lama, sampailah kami di Secret Beach yang ternyata adalah resort. Sejauh mata memandang, hanya ada 1 orang bapak pegawai kebersihan. Tak tampak satu orangpun di resort ini. Kami meminta ijin dari bapak tersebut untuk melihat-lihat pantai. Untungnya, bapak tersebut mengijinkan.

Kami membaca signage di dekat pantai, yang intinya menyebutkan bahwa apabila kami bukan pengunjung resor, kami harus membeli minuman sebesar Rp 50.000,00 baru boleh mengunjungi pantai. Untung lagi tidak ada orang, hehe.

Tak berlama-lama di Secret Beach, kami langsung bertolak menuju Blue Lagoon yang terletak tidak terlalu jauh dari Secret Beach. Blue Lagoon ini ternyata juga merupakan sebuah resor dengan fasilitas flying fox, kafe, dan infinity pool. Untuk flying fox, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 50.000,00. Saya dan Sasha mencoba flying fox melintasi tebing dan ternyata durasinya hanya 10 detik.

Dari Blue Lagoon, kami berjalan kaki sedikit ke ujung tebing. Bapak penjaga berpesan agar berhati-hati dan jangan melewati batas rumput karena tebing cukup licin.

Oleh karena langsung menghadap Samudera Hindia, ombak di Blue Lagoon sangat besar. Sebenarnya, dulu Blue Lagoon adalah tempat untuk cliff jumping, akan tetapi kemudian aktivitas tersebut dilarang karena berbahaya.

Berwisata ke Nusa Ceningan tak lengkap tanpa mengunjungi beach club paling hits di pulau ini, yaitu Le Pirate Beach Club. Le Pirate Beach Club ini merupakan sebuah penginapan dengan fasilitas restoran dan infinity pool. Kami hanya memesan 2 buah jus semangka (Rp 30.000/porsi) lalu duduk menikmati pemandangan.

Di Le Pirate ini, baru terlihat beberapa turis lokal selain kami. Mungkin karena Le Pirate ini cukup eksis di media sosial. Matahari siang itu bersinar terik. Panasnya minta ampun. Kami berpindah ke satu restoran di pinggir pantai untuk makan siang, kalau tidak salah namanya Ocean Breeze.

Rata-rata harga makanan di kafe-kafe Nusa Lembongan dan Ceningan Rp 40.000,00 – Rp 50.000,00, tidak terlalu mencekik kantong. Kami makan siang di beanbag, minum es kelapa dan jus bunga nusa kemudian merebahkan diri sambil menikmati keindahan lukisan-Nya. Ini adalah trip leyeh-leyeh terbaik untuk pemalas seperti saya. Hehehe.

Jam 02.00 siang, kami menuju Mushroom Bay untuk mengembalikan motor rental dan membeli tiket fastboat ke Sanur. Ternyata tiket ke Sanur hanya Rp 70.000,00. Kok lebih mahal tiket berangkat ya?

Dari Sanur, saya menuju hotel tempat beristirahat di malam terakhir saya di Bali, yaitu SiDoi di daerah Legian. Hotel ini juga saya book di Booking.com seharga Rp 330.000,00/malam exclude breakfast. Walaupun agak nyempil di belakang Legian, hotel ini ternyata cukup bagus dan nyaman. Kamarnya cukup luas dan bersih. Kami bertemu dengan keluarga Jepang yang sedang berlibur, dengan 2 anak balita yang menggemaskan.

Malam itu, kami kembali leyeh-leyeh dan memesan GoFood untuk makan malam.

Keesokan harinya, kami checkout dan berkeliling Kuta untuk membeli oleh-oleh. Sasha memberi tahu saya satu tempat alternatif untuk membeli oleh-oleh, yaitu Serimpi. Lokasinya tepat di depan Joger Kuta, dengan harga yang tidak terlalu mahal dan varian suvenir yang sangat banyak, mulai dari sepatu tenun (seharga Rp 20.000,00 saja), dreamcatcher, kain Bali, tas Bali, kosmetik Bali, baju Bali, dan lain-lain. Pokoknya lebih puas belanja disini dibandingkan di toko suvenir yang terkenal di Bali itu.

Beruntunglah saya sempat menyaksikan sunset super keren ini di Pantai Kuta. Benar-benar seperti lukisan. Refleksi matahari terbenam terpantul dengan sempurna bagaikan cermin. Penutup liburan yang sungguh menyenangkan.

Tips berwisata di Nusa Lembongan dan Ceningan:
  • Tiket PP Sanur – Mushroom Bay adalah Rp 150.000,00.
  • Harga sewa motor termasuk bensin adalah Rp 75.000,00/ hari, masih bisa ditawar.
  • Listrik di Lembongan sering mati selama 1-2 jam, lebih baik berjaga-jaga dengan membawa powerbank.
  • Topi, sunnies, dan sunblock adalah wajib karena disini puanassss.
  • Selama 2 hari di sana, kami menghabiskan uang Rp 1.800.000,00 untuk 2 orang, atau Rp 900.000,00/ orang. Kebanyakan pengeluaran kami di makanan.
  • Jangan kaget kalau spot-spot wisata di sana sangat sepi, jarang terdapat wisatawan lokal. Nikmati saja dan selamat berlibur!

 

4 Comments

Leave a Reply