Fascinating Gunung Kidul

Demi mengenang masa-masa indah sebagai maba (mahasiswa baru), saya dan beberapa sahabat piknik bersama ke Gunung Kidul. Tujuan utama kami adalah Air Terjun Sri Gethuk, Pantai Indrayanti, dan Pantai Sadranan.

Belakangan ini Air Terjun Sri Gethuk banyak diliput oleh media. Dengan pemandangan yang indah, karang-karang putih dan air yang jernih, Air Terjun Sri Gethuk membuat kami penasaran untuk segera pergi kesana.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam 30 menit dari Yogyakarta, kami sampai di plang bertuliskan “Air Terjun Sri Gethuk: 7 Km”. Perjalanan yang cukup jauh, mengingat jalan yang kami tempuh cukup berbatu dan rusak di beberapa bagian.

emandangan menuju Air Terjun Sri Gethuk mengingatkan saya pada nuansa savana Afrika. Tandus, kering, namun begitu eksotis.

Tak lama kemudian, kami sampai di lokasi Air Terjun Sri Gethuk. Untuk masuk ke lokasi, tiap orang dikenakan charge Rp 5.000,00.

Wajah-wajah bahagia
 

Untuk mencapai lokasi, pengunjung dapat memilih 2 cara yaitu trekking atau naik getek. Karena ogah berkeringat dan capek, kami memilih untuk naik getek Ternyata untuk naik geteknya dikenakan biaya lagi sebesar Rp 10.000,00 perorang.

 Penampakan getek menuju air terjun
 
 Sumpah, baru kali ini saya girang karena naik getek
 
Pada hari itu, kami cukup beruntung dikarenakan cuaca cerah dan air Sungai Oya sedang bening-beningnya. Kami dapat melihat karang-karang yang indah berpadu dengan birunya air sungai.

 

Perjalanan dengan getek sangat menyenangkan! Setelah 10 menit melintasi sungai yang diapit oleh hutan dan perbukitan, kami sampai di lokasi. Wah, bagus sekali! Air terjunnya berundak-undak berhiaskan batu-batu besar dan karang putih. Pengunjung dapat menjelajahi beberapa bagian air terjun, akan tetapi diharapkan untuk berhati-hati karena SANGAT LICIN. Saya yang pada hari itu tampil ngejreng dengan maxi dress bunga-bunga sempat merasa saltum (salah kostum) dengan medan, akan tetapi hal tersebut bukan masalah :p

 The Girls
 
Kurang lebih 1 jam kami memuaskan diri untuk bermain di air terjun. Perjalanan dilanjutkan ke Pantai Indrayanti untuk makan siang. Ternyata walaupun bukan hari libur, Pantai Indrayanti cukup ramai. Saat itu pantai sangat surut sehingga karang-karangnya terlihat.Oh ya, saya merasa kurang nyaman makan siang di Pantai Indrayanti karena lalatnya yang banyak benerrr! Makan berasa perang dengan lalat. Selain itu, in my opinion, harganya kurang sesuai dengan kualitas, hmm..

Tak berlama-lama di Pantai Indrayanti, kami menuju tujuan terakhir, yaitu Pantai Sadranan. Buat yang mencari pantai sepi, datanglah ke Pantai Sadranan. Saat kami tiba disana, hanya ada 1 orang mbah penjaga tanpa satu orangpun pengunjung. Jadilah pantai tersebut serasa private beach.

 

 Perang Air

 

 Yoga dalam air.. sumpah ini paling absurd.
 
 Namaste!
 

Tak terasa hari semakin sore. Kami harus pulang sebelum gelap karena jalan raya Wonosari – Jogja minim akan penerangan. Terima kasih Gunung Kidul atas keindahannya, terima kasih sahabat-sahabat untuk piknik yang menakjubkan.

NB:
Thank you so much my dearest Jeng, Ibim, Teteh, Pipit, Otoy, dan Aldi
Sayang sekali Bebeth, Ketek, Titi, dan April nggak bisa ikut karena ada kegiatan.
No problem, one day we’ll go there again ya?Photo by Diani Sekaring Sejati, Dita Pramesti, Rizky Aldian

 

Leave a Reply