Karimun Jawa: The Ultimate Paradise

Berlibur tidak harus bersama sahabat dekat atau orang yang dikenal.

Itulah pelajaran yang saya dapatkan dari trip weekend kemarin ke sebuah kepulauan yang sudah cukup terkenal sebagai tujuan wisata: Karimun Jawa!

Karimun Jawa terletak 80 Km di sebelah utara kota Jepara, Jawa Tengah. Perjalanan dari Jogja ke Jepara memakan waktu sekitar 5 – 6 jam dengan travel. Setelah itu, kami menyeberang dari Pelabuhan Kartini, Jepara menuju Karimun Jawa menggunakan Bahari Express yang menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Perjalanan mungkin sangat menyiksa bagi sebagian orang yang biasa mabuk laut karena kapal berguncang dan mengayun cukup keras akibat ombak.

Tepat jam 12 siang, kami sampai di Karimun Jawa dan dijemput oleh mobil dari tim @ayoliburanlagi. Kami disambut bos besar yang ramah, yaitu Mas Agra. Disanalah kami baru berkenalan satu sama lain; ada 2 orang perempuan dari Magelang yaitu Mbak Dian dan Mbak Dwi, 1 orang dari Pati yaitu Mbak Tya,3 orang dari Bandung yaitu keluarga Bu Siska, dan saya sendiri beserta dosen yang sudah saya anggap kawan sendiri, yaitu Mbak Pulung.

Kami menuju Karimun Indah Homestay yang jaraknya tak sampai 10 menit jika ditempuh menggunakan mobil. Daerah yang dihuni di Karimun hanyalah pesisir pantai, sehingga daerah pemukiman berbentuk memanjang. Jalan – jalan kecil menghubungkan antara satu tempat dengan tempat lain; tidak ada lampu merah, tidak ada kemacetan, warga berlalu-lalang menggunakan motor. Satu hal yang unik di Karimun Jawa, seluruh motor diparkir dengan kunci masih menempel pada motor! Ini merupakan suatu hal yang mustahil dilakukan di Jogja. “Ya mereka mau lari ke mana? Wong laut kabeh. Kalo mau dibawa kabur keluar Karimun ya besoknya di pelabuhan sudah ditangkep” ujar Mas Kiki, salah satu guide kami.

Usai zuhur, perjalanan dimulai!

Untuk menuju pulau lain, kami menggunakan kapal nelayan.Life jacket harus dikenakan selama naik kapal, begitu peraturannya. Perjalanan menggunakan kapal sangat mengasyikkan, terombang-ambing kesana kemari diterjang ombak, sambil menikmati pemandangan indah dan semilir angin. Kami berhenti di dekat sebuah pulau pribadi dan memulai snorkeling.

Begitu kami menceburkan diri ke air, pemandangan indah sangat memanjakan mata, ratusan ikan hias warna-warni berenang mengelilingi kami. Ada yang seperti ikan Nemo, ada yang berwarna perak dan berkilau seperti pelangi bila terkena cahaya, ada yang bergaris-garis, banyak sekali. Bapak nelayan memberikan biskuit pada kami untuk memberi makan ikan-ikan tersebut. Benar saja, mereka langsung berenang mendekat dan berebut makanan. Saya sangat senang!
Usai puas snorkeling, kami melanjutkan perjalanan laut menuju Tanjung Gelam untuk menikmati sunset. Menurut Mas Agra, Tanjung Gelam terkenal akan pisang gorengnya yang maknyus. Ternyata benar! Sambil menikmati sunset, kami makan pisang goreng dan minum air kelapa. Segar sekali. Yang spesial dari Tanjung Gelam adalah sunset-nya yang indah dan pasir putihnya yang halus seperti tepung.
 Kami kembali ke homestay saat hari sudah gelap, kemudian lanjut membersihkan diri, makan malam dan berjalankaki menuju Alun – Alun Karimun Jawa. Jangan dipikirkan dulu alun-alun yang ramai dan semarak seperti di Jogja. Di Karimun, alun-alun hanya berupa sebuah lapangan yang dikelilingi oleh beberapa penjual makanan. Tidak terlalu banyak.

Disana terdapat berbagai macam kuliner khas pesisir seperti sate cumi, sate kerang, bakso ikan, ikan bakar, dan cumi bakar yang ukurannya cukup besar. Kalau menurut saya, yang paling enak ya ikan yang dibakar tanpa bumbu. Asli sedap. Sementara makanan yang lain rasanya biasa saja.

Hari kedua kami pergi ke Pulau Menjangan Besar untuk melihat penangkaran hiu. Hiu yang ditangkarkan disana adalah hiu yang masih kecil dan jinak. Kami pun diperbolehkan berenang di dalamnya. Rasanya? Jangan ditanya. Deg-degan banget. Takut digigit. Tapi ternyata mereka agak pemalu. Mereka tidak pernah menggigit pengunjung, paling hanya membuat kaget dengan menutul-nutulkan moncongnya.

penangkaran hiu

Setelah berenang bersama hiu, kami menuju Pulau Tengah. View-nya sangat spektakuler! Gradasi biru yang mengagumkan, dengan pasir putih dan latar belakang pegunungan, benar-benar indah seperti yang dapat dilihat pada foto di awal post ini. Saya speechless, saya tidak menyangka Indonesia memiliki pulau seindah ini, dengan view layaknya pantai-pantai terkenal di luar negeri. Sementara kami bermain air dan berfoto-foto, Mas Agra dan kawan-kawan menyiapkan makan siang yaitu kerapu dan bawal bakar. Jangan tanya rasanya makan ikan di pinggir pantai dengan pemandangan indah. Rasanya terlalu menyenangkan! Ikan yang dibakar cukup banyak dan besar-besar, kami makan dengan ngariung layaknya keluarga.
Mbak Tya berpose layaknya model
 
Selesai makan siang, kami snorkeling di dekat dermaga pulau. Koral di kawasan tersebut lebih indah dan besar daripada yang kami lihat kemarin. Ikan-ikan disana pun lebih colourful. Panasnya matahari siang tidak menyurutkan niat kami untuk terus bersenang-senang. Setelah puas snorkeling, kami pergi ke Pulau Kecil yang berada di seberang pulau Tengah. Disini juga terdapat penangkaran hiu, akan tetapi jarang ada wisatawan yang berenang disana.

 


Sore hari, kami bertolak pulang dan menuju Dermaga Elizabeth untuk menikmati sunset. Indah sekali. Sunset terakhir kami di Karimun sebelum pulang pada esok hari. Liburan kali ini sangat menyenangkan, terlalu menyenangkan malah! Saya ucapkan terima kasih pada orang-orang yang telah mewarnai liburan ini: Mbak Pulung, Mbak Dian, Mbak Dwi, Mbak Tya, Mas Kiki, serta Mas Agra dan kawan-kawannya. Ayo nge-trip lagi!

Sedikit informasi tambahan, bagi yang ingin berwisata ke Karimun, ini rincian paket yang saya ambil kemarin:

#KarimunJawa 3h2m
Harga Rp. 550.000,-
Termasuk :
» Tiket KMC ExpressBahari Kelas Eksekutif(AC) Jepara – KarimunJawa  PP
» Transportasi Pelabuhan KarimunJawa – Penginapan PP
» Penginapan 2 malam di Karimun Indah atau Green Karimun
» Makan selama di KarimunJawa (7x)
» 2x Private Tour Laut + air mineral selama tour + sewa pelampung + sewa kamera underwater
» 1x Private tour darat
» Tour guide dari ayoliburanlagi dan lokal HPI KarimunJawa
» Tiket masuk taman nasional, tiket masuk ke pulau, biaya sandar, dan penangkaran ikan hiu
» Upwater+underwater photography

Tidak termasuk :
» Sewa Alat Snorkeling Rp.50.000,- (selama trip di KarimunJawa)
» pengeluaran pribadi selama tour
» asuransi perjalanan
» transportasi dari/ke hometown masing-masing ke/dari meeting point

Upgrade penginapan : (tambahan)
» Kamar Mandi Dalam FAN (2org) :  Rp.100.000,- / orang
» Kamar Mandi Dalam AC (2org) : Rp.200.000,- /orang


kontak: Pin BB  277B6046
twitter: @ayoliburanlagi

Bon voyage!

Leave a Reply